
hari ini aira akan di tinggal hanya berdua dengan dirga di rumah, tapi tentu saja itu usaha untuk mendekat kan dirga dengan aira dan juga membantu membuat aira mengingat kembali.
"ibu jangan pergi lama lama yaa". aira tidak rela jika ia hanya di tinggal berdua di sini.
"kalau ga, aira ikut ibu aja yaa".
"udah sini, ibu cuma mau ngajakin alish jalan jalan" dirga menarik aira
"jangan pegang pegang" aira melepas kan pegangan tangan dirga.
"aira, ga boleh gitu yaa sama suami" kata tia.
"tapi bu"
"udaahh, ibu pergi dulu yaa"
"ibuuu" rengek aira.
dirga menarik tangan aira agar aira tidak mengikuti tia keluar.
sesudah tia keluar dirga mengunci pintu dengan cepat agar aira tidak keluar.
"apa sih!" kesal aira.
"aku benci punya suami kayak kamu tau ga".
"ga tau" jawab dirga santai.
"ihhhhhh" aira memukul mukul dirga dengan kedua tangan nya.
dirga terjatuh pura pura pingsan.
"heeii, bangun" aira menggoyang kan tangan dirga.
'apa aku memukul nya terlalu keras yaaa' batin aira.
"heii bangun, jangan pingsan sekarang, tunggu ibu pulang saja"
tidak ada pergerakan dari dirga.
aira kemudian mendekat kan telinga nya di dada aira dan hap dirga memeluk aira.
"hei, kamu pura pura pingsan yaa"
dirga membuka mata nya lalu tersenyum.
kemudian ia mencium aira.
mata aira membulat, ia terkejut.
ciuman mereka cukup jauh sampai ke dua nya kelelahan.
*
*
*
ternyata tia membawa alish pergi ke rumah lusi.
"bagai mana hubungan mereka?" tanya lusi.
"masih belum ada perkembangan, masih seperti biasa".
"semoga saja dirga tidak menyerah" lanjut tia
lusi mengangguk tanda setuju.
*
*
*
sangat lelah bagi nya jika hidup nya terus begini.
"ibu seperti nya aku sudah tidak sanggup lagi, aira sama sekali tidak mengingat ku".
dirga berbicara dengan nada sedih.
"tunggu sebentar lagi nak, ibu yakin sebentar lagi ia akan segera mengingat mu kembali".
"tapi bu".
'bruk' aira jatuh pingsan di depan pintu kamar.
"aira!" panggil dirga.
dirga bergegas bangun, lalu menggendong aira dan membawa nya ke rumah sakit.
sesampai nya di rumah sakit.
"bagai mana keadaan istri saya dok?"
"bu aira tidak apa apa. saya permisi pak".
dirga mengangguk.
dirga memasuki ruang di mana aira berada.
dirga memegang tangan aira, ia menangis.
"abg?"
"iya sayang, kamu ingat abg?" tanya dirga.
aira mengangguk.
dirga sangat senang, ia memeluk aira erat.
"abg aira mau bangun" kata aira.
dirga membantu aira duduk dengan bersandar di kepala ranjang.
"aira rindu abg,,, cium dulu" kata aira.
dirga tidak percaya apa yg telah terjadi ia terbengong menatap aira.
"abg ga mau cium aira?"
"mau sayang, abg mau" jawab dirga cepat.
akhir nya mereka berciuman dengan mesra nya,, menyalurkan rasa cinta yg telah lama di simpan.
dirga menghentikan ciuman nya.
"abg mau kamu sayang"
"tapi ini di rumah sakit kan?" tanya aira.
"abg akan kunci pintu nya".
dirga bangun, mengunci pintu ruangan aira.
"kalau ada yg dengar gimana?".
"ga papa sayang, percaya sama abg. dia udah terlanjur rindu kamu" dirga menunjuk sesuatu dengan mata nya.
aira menjadi salah tingkah.
kemudian terjadi lah perperangan di atas ranjang kecil yg di buat kan pembatas agar tidak jatuh dan merusak suasana.
happy reading
jangan lupa vote,like, and komenš„°