Please Love Me! My Wife

Please Love Me! My Wife
BAB44



aira terkejut dengan kedatangan rendi ke tempat ia di kurung.


"rendi?" aira memanggil rendi dengan wajah bingung


"aira. kamu ga papa kan?. dia ga nyakitin kamu kan?" tanya rendi khawatir


"ga, kamu tau aku di sini?. aku di culik. kamu mau kan tolongin aku buat keluar dari sini. udah seminggu aku di sini aku rindu anak ku"


"apa kamu juga rindu suami mu?" tanya rendi.


"tentu saja, dia suami ku bagai mana aku tidak rindu" jawab aira


"bisa kan kamu lupakan saja dia aira?, di sini ada aku, aku sayang sama kamu aku udah lama cinta sama kamu. kenapa kamu mudah sekali melupakan ku. bisa kah kita mulai semua nya dari awal, aku tidak akan keberatan jika harus menikahi mu sekarang."


"rendi kamu kenapa jadi gini?. apa kamu juga ada di balik rencana sovia menculik ku?" tanya aira curiga.


rendi tidak bisa berbohong, cinta nya yg tulus mendesak ia untuk berkata jujur.


"aku terpaksa aira, aku sangat mencintai mu oleh sebab itu aku melakukan nya dengan jaminan ia akan membuat kita bersama selama nya" rendi memegang tangan aira.


aira menghempas kan tangan nya.


"rendi, kau harus tau. aku sudah menikah dan aku bahagia dengan pernikahan ku, suami ku mencintai ku dan juga aku mencintai suami ku".


" dan kau ingin aku menangis di atas kebahagiaan mu?, kau ingin aku menderita melihat mu bersama orang lain. bukan kah dulu kau juga mencintai ku. percaya lah sangat mudah mengembalikan cinta yg telah hilang itu, kau hanya perlu bersama ku setial saat. ku mohon tinggal kan suami mu"


rendi berbicara penuh dengan harapan, bersuara lembut agar aira tidak merasa takut.


"dan kau juga ingin. aku menderita hidup bersama mu?, disaat aku sudah menemukan bahagia ku dengan tega nya kamu rebut?. kau fikir kita akan hidup bahagia dalam keterpaksaan?.


memang dulu aku mencintai mu tapi itu dulu ingat DULU. sekarang rasa ku sudah berubah. aku tidak ingin meninggal kan suami ku, aku juga sudah memiliki anak, aku tidak ingin keluarga kecil ku hancur berantakan". aira membalas pertanyaan rendi dengan pertanyaan di lengkapi sedikit jawaban yg tidak ingin rendi dengar.


"aira anak mu masih kecil, kau bisa membawa nya bersama mu kita akan mengurus nya bersama sama. dia tidak akan tau siapa ayah biologis nya".


"hahahha, kau pikir aku mau memenuhi permintaan mu disaat kau tidak mau memenuhi permintaan ku?" rendi menatap tajam aira, lalu ia keluar dengan membanting pintu.


aira benar benar tidak menyangka ternyata rendi sudah ikut merencanakan penculikan nya.


*


*


*


dirga berada di rumah sambil menggendong si kecil.


"lo udah dapat kabar dari orang suruhan lo?" tanya dirga.


" belum ada kabar, seperti nya mereka belum tau keadaan istri lo sekarang" jawab edo.


"jadi gimana dong, lo harus usaha semaksimal mungkin, gue ga mau tau. kalau lo tau keberadaan aira gue akan kasih apapun yg lo minta".


"kenapa ga dari dulu sih" edo bercanda.


"gue permisi" lanjut edo.


dirga mengangguk.


tinggal lah dirga dan si bayi di dalam kamar.


semenjak aira menghilang alish selalu saja menangis, dia hanya akan tenang jika di gendong oleh dirga oleh sebab itu di sela sela ia mencari aira ia menyempat kan waktu untuk menidurkan anak nya. jika alish sudah tidur ia pun ikut membantu suruhan nya mencari istri nya.


aira sangat susah di cari karena tidak sedikit pun meninggal kan jejak, mungkin jika membawa ponsel nya ponsel nya akan bisa di lacak, tetapi ini tidak bisa.


seluruh keluarga pun sudah mengeluarkan semua usaha yg bisa membantu untuk menemukan aira.