Please Love Me! My Wife

Please Love Me! My Wife
BAB31



aira sudah duduk manis di dalam mobil.


"abg kenapa lama sekali!" tanya aira dengan nada kesal.


"ulululu maaf sayang ku" memainkan jari nya di dagu aira.


dirga masuk ke dalam mobil duduk di kursi pengemudi.


ia menyalakan mobil nya lalu membawanya perlahan.


"sayang.kita mau kemana ?" melihat kiri kanan tidak ada lagi orang yg berkeliaran.


"aira mau jumpa sama rendi,aira kangen" jawab aira.


dirga kaget secara spontan ia memencet klakson mobil dengan keras.


aira memukul tangan dirga,dengan cepat dirga melepaskan tangan nya dari klakson mobil.


"sayang jangan yaa. kita ke tempat lain aja yaa,,kemana aja asal jangan jumpa sama rendi.abg mohon yaa sayang ya" dirga memohon kepada aira.


"ga mau aira mau jumpa sama rendi" kekeh aira.


"yaudah pergi sendiri aja abg ga mau bawa kamu jumpa sama rendi itu" putus dirga akhir nya.


"abg kok tega sih gitu,ini tuh anak abg yg minta. abg mau anak nya nanti sedih" kata aira, dia sudah hampir menangis.


"ga gitu sayang,tapi kan jangan ketemu rendi juga,,apa aja untuk kamu tapi ga ketemu sama rendi" kata dirga tetap dengan keputusan nya.


"yaudah kalau ga mau antar,aira pergi sendiri" aira membuka pintu mobil lalu turun.


dirga menggigit bibir bawah nya dengan keras,ia memukul stir mobil.kesabaran nya benar benar sangat di uji.


dirga menjalankan mobil mendekati aira.


"sayang maafin abg, ayo naik biar abg yg antar" dirga tersenyum paksa.


aira tidak jual mahal karena di luar sangat dingin, jadi dia langsung menerima tawaran dirga untuk mengantar nya.


"beri kan alamat nya" kata dirga.


aira memberi kan alamat kosan rendi.rendi hidup sebatang kara,saat ia SMP ia di rawat oleh nenek nya. dia sangat mandiri di usia nya yg belasan ia sudah mampu mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari nya.


saat dia akan lulus SMP ia kehilangan orang yg merawat nya dari kecil yaitu nenek nya karena suatu penyakit.


setelah nenek nya meninggal ia menjual rumah peninggalan nenek nya untuk modal usaha nya,se lebih nya ia gunakan untuk menyewa kos kosan sebagai tempat tinggal nya.


aira dan dirga telah sampai di tempat tinggal rendi,kosan nya terlihat kecil namun terkesan elegan di depan kosan tersebut terdapat kebun yg luas nya empat kali lima meter banyak tanaman bunga dan sayuran yg segar di kebun tersebut.


kebun tersebut milik rendi,rendi berfikir dengan berkebun ia akan bisa mengurangi sedikit pengeluaran nya.


rendi merawat kebun tersebut dengan sepenuh hati.


setelah beberapa kali mengetuk pintu akhir nya orang yg di rindu kan aira muncul dengan muka bantal nya,mata memerah dan memakai dalaman singlet dan celana pendek di atas lutut.


"aira!!" rendi terkejut setelah sadar. Rendi menutup dada nya dengan tangan nya dan paha nya yg sedikit kelihatan dengan tangan sebelah nya lagi.


"bentar bentar" rendi menutup pintu kembali.


dirga menggeleng geleng kan kepala nyaa.


*


*


*


setelah menggunakan pakaian sopan rendi baru membiarkan aira dan dirga masuk.


"bentar nya aku bikinin minum dulu" kata rendi. aira mengangguk.


ini kali pertama nya masuk ke dalam tempat tinggal rendi,sebelum sebelum nya ia hanya bisa menunggu di luar.


"sayang jangan lama lama Yaa" bisik dirga.


"abg kalau mau pulang, pulang aja. nanti biar rendi yg antar aira balik" kata aira dengan mudah nya.


dirga melirik tajam ke arah aira yg mampu membuat aira mengalihkan pandangan nya dari dirga karena takut.


'bisa bisa nya dia minta di tinggalin, huh sabar dirga sabar' batin dirga.


rendi meletakkan minuman nya di atas meja.


"aira?" rendi memanggil aira, ia bertanya melalui sorot mata nya yg melirik ke arah dirga.


"ini" belum habis aira menjawab


"suami nya" mengulur kan tangan nya kepada rendi.


rendi menyambut nya.


"kalian sudah menikah?" tanya rendi.aira mengangguk.


"selamat yaa,semoga pernikahan nya sakinah mawadah warahmah". rendi tersenyum,tapi ada kesedihan dalam senyum itu.ia sudah sangat lama menyukai aira tiba tiba aira membawa suami nya bertemu dengan rendi.bukan kah itu sangat sakit.


"jadi kenapa kalian datang malam malam?" tanya rendi berusaha menutupi kesedihan nya.


"istri saya lagi hamil,dia ingin bertemu dengan mu" kata dirga


"aku pengen makan masakan kamu,boleh kan?" lanjut aira.


"boleh kok" jawab rendi tersenyum tulus.


rendi dan aira memasak di dapur sedang kan dirga duduk di sofa ruang tamu. tapi walau pun mereka di dapur dan dirga di ruang tamu tetap saja dirga dapat memantau aktifitas mereka berdua.


***happy reading


jangan lupa vote and like.


semoga kalian suka part ini🥰🥰


bantu author menemukan kesalahan dengan berkomentar


terima kasih 🥰🥰***