Please Love Me! My Wife

Please Love Me! My Wife
BAB12



Setelah menyelesaikan shalat, aira ke ruang ganti meletakkan mukena nya kembali dan dirga membaringkan tubuhnya diatas ranjang sambil memainkan ponsel miliknya.


“Abg udah makan?” . Tanya aira.


“udah tadi dikantor,hmm kesini dulu deh “. Panggil dirga.


Aira berjalan mendekat kearah dirga, duduk di tepi ranjang.


“aira..”


“hmmm iya ?”. jawab aira bingung karena ia melihat dirga yg ingin bicara tapi ragu-ragu.


“abg pengen dedek bayi.” Kata dirga menunjukkan senyumnya.


“sepertinya ini terlalu cepat, aku masih sekolah abg, jika kita punya anak siapa yang akan mengurusnya?” kata aira.


“kan ada mama,ibu juga ada,jika mama tidak bisa merawatnya masih ada ibu, ibu pasti mau,lagipula kan cucunya”. Kata dirga


“tapi gimana kalau teman teman ku tau, pasti mereka akan mengira yang tidak tidak,mereka pasti akan berfikir kalau aku hamil diluar nikah.kalau berita itu tersebar bukan hanya aku yang malu tapi keluarga kita juga ikut malu”.


“bagaimana jika kita punya anak setelah aku menyelesaikan sekolah ku,tidak lama lagi aku akan tamat “. Saran aira.


“ itu masih lama” kata dirga


“ ga akan lama,kalau abg nunggu nya dengan sabar pasti waktu cepat berlalu” kata aira.


“ oke, janji yaaa…”


“iya janji”. Jawab aira dengan senyuman.


Flashback of


“apa kau sudah mengingat nya?” Tanya dirga.


Aira mengangguk pertanda bahwa dia telah mengingatnya.


“malam jum’at yaa,sunnah Rasul” kata dirga.


“malam jum’at setelah aku wisuda? “.tanya aira.


“gaaa,,, malam jum’at sebelum kau wisuda”. Kata dirga menjawab dengan cepat.


“ tapi abg perjanjian nya kan setelah aku wisuda” mencoba mengulur waktu, karena ini pertama kalinya bagi aira tentu saja ia takut,terlebih ia masih belum mencintai dirga, dihatinya masih ada rendy sahabat nya sekaligus cinta pertamanya.


Tetapi dirga sudah lama mencintai aira, hanya saja ia belum mengatakannya,ia takut dengan jawaban aira,walaupun aira istrinya tetap saja jawaban aira adalah salah satu yang sangat penting menurut nya. Jika aira menerima pasti ia akan sangat senang,tapi jika aira menolak hati nya akan hancur, ia akan sedih, dan itu akan berpengaruh kepada mood nya.


Maka dari itu lah dirga masih mendiamkan cinta nya, ia ingin menyiapkan dirinya untuk menerima jawaban dari aira.


“ kamu ingin membantah suami,itu kewajibanmu untuk memuaskan suami mu,jika kau tidak mau aku akan mencari wanita lain yang mau”. Kata dirga


Mendengar perkataan dirga, yang sangat tidak pantas ia ucapkan di depan aira.aira menjadi sedih, air mata nya sudah mengalir.dan dirga yang menyadari itu.


“ehhh masud abg ga gitu, itu hanya perumpamaan nya saja. Abg ga mungkin lakuin itu”. Kata dirga


“ iya” aira tersenyum dan bangun, ia ingin keluar ia tidak mau berada di dalam satu ruangan dengan dirga.


“ehh mau kemana?” Tanya dirga.


Aira tidak menjawab nya ia terus aja berjalan.


Karena di abaikan oleh aira, dirga merasa bersalah. Pasti aira tidak mau berbicara lagi dengan nya. Itulah yang ada di dalam pikiran nya.


Dengan cepat dirga bangun setengah berlari kearah aira dan memeluk aira dari belakang saat aira hendak membuka pintu.


“ maksud abg ga gitu.. maaf yaaa kalau kamu merasa tersinggung”. Kata dirga tepat di telinga aira


Aira tak berkutik


“ yaa,, maafin yaa. Janji ga gitu lagi”.


Dirga melepaskan pelukan nya, ia menggendong aira menuju ke ruang ganti untuk mengganti baju dengan baju tidur.


Sekarang mereka berada diranjang bersama dengan dirga yang tidak pernah lupa akan ritual nya sebelum tidur yaitu tangan nya yang berada di atas payudara aira.


Aira tidak mempermasalahkan itu lagi, jika ia membantah juga nanti ia akan berdosa. Asalkan dirga nyaman dan bisa cepat tertidur apa salahnya.toh nanti saat dirga tidur ia bisa bebas.


*


*


*


sekarang dirga berada di mall untuk menemani aira berbelanja keperluan untuk acara wisudanya. Hari ini dirga tidak ke kantor karena menemani istri tercintanya lebih penting dari urusan kantor.dari pada aira pergi dengan orang lain.untung-untung kalau orang lain itu perempuan jika laki-laki bagaimana? pasti sudah seperti cacing kepanasan dirga.


“pilihlah dulu yang mana saja,abg mau ke toilet”.kata dirga, aira mengangguk dan langsung melihat-lihat.


Disaat sedang mencoba-coba baju yg ia pilih. Aira melihat ke arah cermin dan memegang payudaranya.


“kok makin gede ya?”.bigung aira.karena selama ini ia tidak pernah memperhatikannya.kok bisa,jika ini normal pasti akan seukuran dengan remaja yang lainnya.


“pantesan aku pake bra berasa sesak. Aku beli bra yang agak lebih gede ga yaa?. Ahhh Tanya abg dulu nanti.” Aira keluar dari ruang ganti yang tersedia tidak jauh dari tempat ia memilih baju.


Aira kembali melihat-lihat baju.


“aira.” Merasa ada yang memanggilnya aira menoleh kearah sumber suara dan menemukan rosa dan risa di sana.


“kamu kesini juga, kemarin kita yang ajak ga mau. sama siapa ke sini?.” Tanya rosa


Aira bingung harus menjawab apa, tidak mungkin kan ia menjawab pergi bersama suami nya.


“kamu kenapa, kok diam?”. Tanya risa


“iya nih, aira ga seru.sekarang lebih tertutup sama kita, ga kayak dulu lagi.kita juga udah lama ga ngumpul bareng lagi sejak 4 bulan terakhir.” Timpal rosa


“kamu kenapa, kamu ada masalah? Cerita sama kami jangan pendem sendiri,ga baik.”kata risa.


“atau kamu udah punya teman baru jadi kamu gam au temenan sama kami lagi?.” Tuduh rosa.


“ ga gitu. Kalau udah saat nya kalian akan tau. Untuk sekarang aku minta maaf belum bisa cerita sama kalian. Aku ga bisa jalan-jalan bebas lagi seperti dulu. Aku punya tanggung jawab yang besar sekali lagi aku minta maaf”. Kata aira


Di sisi lain dirga yang mendengar itu semua menjadi sedikit merasa bersalah. Ia telah merebut masa muda aira yang seharusnya bermain-main bersama teman-teman, merasakan pahit manisnya ketika kita tumbuh dewasa, merasakan jatuh cinta yang cukup hingga diakhir kisah percintaannya membuat ia mengerti arti hidup layaknya remaja pada umunya.


Setelah melihat teman –teman aira pergi dirga menghampiri aira. Ia melihat aira menunduk,ia tau pasti aira sangat sedih sekarang ini,ia menanggung beban yang besar tanpa bisa ia curahkan kepada orang lain. Bukankan jika kita menceritakan masalah kita, masalah itu akan terasa sedikit berkurang?. Tapi aira tidak bisa seperti itu, bukan karena ia tidak mempercayai temannya, hanya saja ia merasa waktunya tidak tepat.


“sudah?” Tanya dirga


“ehh abg, sejak kapan disini?” berusaha tersenyum walau hati menangis.


“barusan, kamu udah pilih bajunya?”


“udah” jawab aira


“cukup segitu?, jika mau pilih yang lain pilih saja.” Kata dirga.


“udah cukup kok, aira mau beli bra. Rasanya payudara aira semakin hari semakin gede”. Kata aira


Mendengar itu dirga tersenyum,tentu saja payudara aira semakin membesar karena di olah setiap malamnya.


“ayuk”. Dirga menggandeng tangan aira.menuju ke store pakaian dalam.


jangan lupa vote,komen dan like.


ingat like ga bikin kalian miskin,dan ga bikin kalian rugi.😊😊


terimakasih


happy reading🥰🥰😘😘