
Dirga sudah mencari aira kemana mana. ia sudah mencoba menelpon tapi sayang nya hand phone aira di tinggal di rumah. dirga juga sudah mencari aira sampai ke rumah risa, rosa,bahkan ke teman teman sekolah aira yg lain nya tapi hasil nya nihil, aira tidak ada di satu pun rumah yg di kunjungi oleh dirga.
sekarang dirga berada di depan rumah aira. dengan ragu ia mengetuk pintu.
"assalamualaikum" sambil terus mengetuk pintu.
"waalaikumsalam, sebentar"
'cklek' suara pintu terbuka.
"ehh dirga, masuk nak" tia mempersilakan dirga masuk dengan senyuman
"makasih bu" dirga menunduk sopan mendahului tia masuk.
"maaf bu, apa aira pulang ke sini semalam?" tanya dirga tanpa basa basi setelah duduk di sofa ruang tamu di rumah aira.
"engga aira ga ke sini sama sekali, memang nya kenapa?" wajah tia sudah menunjuk kan kalau ia khawatir.
"semalam kami sedikit ribut, jadi aira pergi dari rumah tanpa sepengetahuan ku"
"apa kamu sudah mencari ke rumah teman teman nya?" tanya tia.
"sudah bu, tapi tidak ada" dirga menampakkan wajah kekecewaan nya.
"ya Tuhan bagai mana ini, dirga ibu mohon kamu cari dia, ibu ga mau dia kenapa napa, ibu takut dia di culik" tia sudah menangis.
ini lah yg sangat tia takut kan, takut putri nya di culik oleh seseorang yg telah memendam dendam terhadap keluarga mereka.
"ibu dirga mohon jangan menangis, dirga janji akan cari air sampai ketemu"
"dirga, apa kau tau alasan kami menjodoh kan kalian berdua?" dirga menggeleng kan kepala nya.
ini lah yg sangat ingin di ketahui oleh dirga dari dulu tapi rasa penasaran nya memudar dengan seiring berjalan nya waktu, dia berfikir tidak penting apa pun alasan mereka menikah yg terpenting dirga mencintai aira.
"selain karena ingin mempererat tali persaudaraan tapi juga karena kamu telah dewasa kami berharap penuh kepada mu agar menjaga nya dari jangkauan orang orang yg ingin dia meninggal"
"meninggal? maksud ibu" dirga benar benar terkejut mendengar kenyataan ini.
tia mencerita kan semua nya kepada dirga.
dari kesimpulan yg dirga dapat, orang yg mendendam keluarga aira tidak lain adalah saudara dari ayah aira sendiri.
karena masalah masa lalu orang tersebut ingin aira mati.
mereka telah lama mengincar aira oleh sebab itu keluarga mereka menjodoh kan mereka agar aira terasing kan dari keluarga nya dan itu akan membuat si pendendam tersebut sedikit ke susahan menculik aira karena juga keamanan dalam keluarga dirga lebih terjamin dari di rumah aira.
oleh sebab itu keluarga mereka membuat kesepakatan yang awal nya kesepakatan itu hanya akan menjadi kan aira pembantu di rumah dirga dan tinggal di sana. tetapi kesepakatan itu berubah karena usia dirga yg sudah cukup matang untuk menikah. maka terjadi lah perjodohan tersebut.
"ibu mohon sama kamu nak tolong cari aira"
"itu pasti bu, dirga akan berusaha sampai aira ketemu"
dirga mencium tangan tia.
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
selepas kepergian dirga, tia langsung menelepon suami nya untuk memberi tahu tentang keadaan air sekarang.
*
*
*
"turun" teriak Sovia.
"nona sangat bodoh, aku dengar nona menempuh pendidikan nona di luar negeri. apa pendidikan di sana kurang bagus?" kata aira.
"apa maksud mu?"
"tidak pernah terfikir sedikit pun oleh nona bagai mana cara aku turun dengan kaki terikat ini?"
"kau sudah terlalu banyak berbicara" kata sovia tegas.
"apa nona sudah malu?" ahh aira masih sempat saja bercanda.
"tutup mulut mu!" bentak sovia.
"bentakan nona terdengar sangat lembut di telinga ku" kan aira masih mengolok olok sovia.
sovia sangat marah, ia mengambil lakban di dalam mobil, lalu menutup kembali mulut aira dengan lakban sama seperti saat ia menculik aira.
aira tersenyum.
senyuman aira membuat sovia semakin marah.
happy reading
semoga kalian suka part ini
jangan lupa like, vote and komenš„°