
“Oppa, apa menurutmu suatu kesalahan jika kita menyukai seseorang yang berbeda keyakinan dengan kita?”
Deg!
Jantung Hyun Ki berpompa lebih cepat bahkan terasa sakit seolah ada benda runcing yang menusuknya. Apalagi saat ia melihat wajah sendu yang Anna tampilkan.
Tak pernah ia melihat ekspresi Anna semenyedihkan itu karena wanita itu selalu saja tersenyum padanya. Ah ralat, pada siapapun lebih tepatnya.
“Kenapa kau bertanya seperti itu? apa kau menyukai seseorang yang berbeda keyakinan denganmu?”
Hyun Ki mencoba menanggapi pertanyaan Anna dan berusaha semaksimal mungkin menyembunyikan kegugupannya.
Anna menggeleng pelan. “Aku tidak tau oppa.”
“Bagaimana mungkin kau tidak tau dengan perasaanmu sendiri Anna?” tanya Hyun Ki dengan raut wajah yang dibuat tersenyum.
“Rasa suka itu seperti apa?”
Hyun Ki memandang Anna kaget. “Kau benar benar tak tau?”
Anna menggeleng.
“Baiklah, biar aku tanya padamu... apa kau merasa nyaman ketika bersamanya?”
Anna mengangguk. “Iya oppa.”
“Apa kau merasa senang setiap kali bertemu dengannya dan merasa rindu jika tidak bertemu dengannya?”
Hening sejenak, namun tak berapa lama terlihat anggukan dari Anna. “Iya oppa.”
“Dan apa orang yang kau suka itu Min Joon?”
“Ne?”
Anna menatap Hyun Ki terkejut. Bagaimana mungkin Hyun Ki bisa menebaknya dengan benar? Apakah terlihat jelas diwajah Anna? Atau apakah dijidat Anna tertulis nama Joon ?
Hyun Ki melihatnya. Melihat ekspresi terkejut diwajah Anna yang ia yakini karena Hyun Ki menebak dengan benar siapa orang yang disukainya. Ah, jadi benar Anna menyukai Joon ?
“Aku tidak tau salah atau tidaknya menyukai seseorang yang berbeda keyakinan dengan kita Anna, tapi satu hal yang harus kau tahu bahwa rasa suka itu hal yang wajar terlepas dari siapa orang yang kita suka.”
“Oppa sungguh aku tidak menyukainya.”
Hyun Ki berusaha tersenyum manis walau yang terlihat hanya senyum yang miris. Dengan cepat ia memasukkan kembali cincin yang tadinya akan diberikan pada Anna kedalam sakunya.
Masih mencoba tersenyum, Hyun Ki kemudian mengambil tas kecil yang dibawanya tadi dan memberikannya pada Anna. Tak sanggup membahas perasaan Anna lebih lanjut, ia lebih memilih mengalihkannya.
“Kau akan menyadarinya nanti Anna. Oh ya, aku ingin memberikanmu ini.”
Anna tersenyum senang. “Album? Wah kau benar benar penyanyi rupanya. Hehe, dan ini?”
Anna menunjukkan dua buah tiket yang merupakan tiket konser Hyun Ki di Jakarta.
“Itu tiket konserku, bawalah temanmu okey?”
“Tentu saja, terimakasih oppa, kau tau saja kalau aku suka menonton konser.”
“Hahaha... suka tidak suka kau harus datang Anna.”
“Kenapa begitu?”
“Karena aku akan senang jika kau ada disaat aku bernyanyi.”
Anna tersenyum menggoda. “Uwwhh, romantis sekali. Baiklah, apapun yang membuatmu senang akan kulakukan oppa.”
Hyun Ki tersenyum pedih.
Apapun yang membuatku senang? Kalau begitu\ bisakah kau menikah denganku?
*©®*
Sesuai janjinya Anna datang ke konser Hyun Ki. Karena Hyun Ki memberinya dua tiket Anna memutuskan mengajak Myara untuk menemaninya menonton konser Hyun Ki.
“Ini konser oppaku, kau pasti menikmatinya Myara. Suaranya bagus sekali.”
Anna tersenyum dan menangkupkan kedua tangan di dagunya. Myara yang melihatnya hanya terkekeh tak percaya.
“Anna kau sehat kan?”
“Tentu, kenapa memangnya?”
Myara menggeleng pelan. “Kita kan Cuma mau nonton konser Hyun Ki?” Myara menyebut namanya tak yakin.
“Kenapa pula kau terlihat excited seperti akan melihat Do EXO atau Suga BTS? Dan juga dia tidak mengundang Chanyeol.”
Yah! Myara sangat tahu Anna suka menonton konser. Bahkan wanita itu mengetahui siapa orang yang menjadi idola Anna karena seringnya Anna menceritakan idolanya.
Anna tertawa pelan. “Percayalah kau akan berteriak ketika melihat ketampanannya Myara.”
“Hahaha... meski kau bilang tampan kurasa kau tau bahwa tipeku bukanlah seorang oppa oppa.”
Anna tertawa saat mendengar penuturan Myara. Tidak ingin berbicara lebih lama ia mengajak Myara menyaksikan konser Hyun Ki yang sedang berlangsung. Lelaki itu menyanyikan 8 buah lagu, salah satunya duet bersama Beom Soo dan puncaknya penampilan solo dengan lagu baru Hyun Ki.
Anna memperhatikan seksama penampilan solo Hyun Ki. Lelaki itu menyanyikan lagu yang berjudul Awake. Lagu bernada sendu itu sukses membuat seluruh penonton menatap Hyun Ki mendamba.
Suara lembut dan nada yang mendayu membuat Anna merasa tenang. Wanita itu mengakui bahwa suara Hyun Ki sangat indah. Sadar bahwa selama bernyanyi Hyun Ki terus melihat kearahnya membuat Anna menjadi salah tingkah.
Apa oppa melihat kearahku?
Anna terus memperhatikan ekspresi Hyun Ki yang hanya tertuju padanya. Sungguh Anna merasa grogi saat ditatap seintens itu oleh Hyun Ki. Apa lagi ketika lelaki itu mengeluarkan semua ekspresinya pada bait lagu terakhir yang artinya sukses menusuk jantung Anna.
Maybe I, I can never fly
Mungkin aku, aku tidak akan pernah bisa terbang
Jeogi jeo kkochipdeulcheoreom
Seperti kelopak bunga yang ada
Nalgael dan geoscheoreomeun an dwae
Sayap, seperti hal-hal lain, yang tidak mungkin
Maybe I, I can’t touch the sky
Mungkin aku, aku tidak akan bisa menyentuh langit
Geuraedo son ppeodgo sipeo
Tetapi meskipun demikian, aku ingin merentangkan tanganku
Dallyeobogo sipeo Jogeum deo
Aku ingin mencoba untuk tetap berlari, walaupun hanya sedikit
Hyun Ki mengakhiri lagu dengan raut wajah tersendu yang ia punya. Bahkan Anna melihat mata lelaki itu memerah seperti menahan sesuatu keluar dari matanya. Berbagai pemikiran terlintas dikepala Anna, wanita itu sungguh merasakan sesuatu yang janggal saat melihat perform Hyun Ki tadi.
Apa yang terjadi? Apa dia terlalu menghayati lagunya? Lalu kenapa dia selalu menatapku selama bernyanyi?
Dan sekelebat memorinya bersama Hyun Ki kembali terputar. Memori dimana lelaki itu tersenyum untuk pertama kalinya saat mereka tak sengaja bertemu di Denmark. Momen dimana ia pertama kali mengucapkan salam pada Anna.
Momen dimana mereka bertemu di Jepang. Saat itu Anna tak bertugas memotret dan Hyun Ki yang menyamar sebagai fotografer olahraga demi dekat dengannya. Yah! Anna bahkan melupakan fakta itu! fakta dimana Hyun Ki dengan sengaja menyamar menjadi fotografer demi dekat dengannya.
Belum lagi saat mereka bertemu di Korea. Hyun Ki yang membuatnya bertemu dengan Yoo Seop, Hyun Ki yang menemaninya saat butuh sesuatu di Korea, Hyun Ki yang memberikannya nasi kotak halal saat dia kehabisan bekal.
Hyun Ki yang... ah Anna bahkan tak sanggup menjabarkan betapa banyak pengorbanan yang Hyun Ki lakukan untuknya.
Dan dengan santainya ia mematahkan hati lelaki itu kemarin malam. Serta yang paling membuatnya semakin merasa bersalah adalah ketika lelaki itu masih tersenyum dan menanggapi ceritanya yang tidak mengerti akan perasaannya tadi malam. Ah Anna kau sungguh kejam!
Hyun Ki oppa, mianhae.