
Rahmaaat………………………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Ibunya Rahmat tak dapat menerima kenyataan pahit ini yang terjadi begitu cepat. Ia berteriak memanggil Rahmat dan berharap ia sadar kembali. Ia sampai menangis, menjerit dan berteriak “ Bangun naaaakk…….!!!”. tapi Rahmat sudah terbaring kaku tak bergerak sedikitpun. “ Ya Allah…………………………!!! Anakku…mengapa kamu tinggalkan ibu nak…ibu menyayangimu…” kata Ibunya Rahmat sambil memeluk tubuh Rahmat yang sudah dingin itu.
Giska yang melihat itu, sudah tak mampu juga menahan tangis. Ia memeluk ayahnya dan menangis di pelukan ayahnya. “ Ayah…….. “ kata Giska sambil menangis. Karena terlalu histeris, ibunya Rahmatpun pinksan.” Ya Allah…” kata Giska sambil menahan ibunya Rahmat pinksan.
Setelah pemakaman zenajah Rahmat selesai, Giska duduk di kamar Rahmat. Disana, banyak sekali koleksi foto. Baik itu foto artis maupun orang-orang biasa seperti keluarganya. Dan ada satu lagi yaitu foto Giska yang lengkap dari kecil hingga dewasa ada semua di kamar Rahmat. Giska menangis tersedu-sedu saat melihat foto dia saat uang tahun dan berfoto dengan Rahmat karena belepotan oleh telur dan tepung.
“ Kamu adalah sahabatku, Rahmat. Sungguh kau adalah sahabatku. Kenapa kau banyak menyimpan fotoku ? apa kau benar-benar menyukaiku ? kau ini…” kata Giska tersendak-sendak karena sedang menangis.
Lalu ia menemukan satu buah kaset radio “ Aneh sekali. Rahmat masih menggunakan kaset seperti ini ? payah ! “ kata Giska yang kemudian mencoba mendengarkan apa isi kaset itu.
Dan terdengar…
“ Senin, 07 april 2016. Hey, aku Rahmat Ramdan. Aku tinggal bersama orang tuaku. Tapi, saat ini mereka tengah diluar kota untuk bekerja. Aku merindukan mereka. Apa mereka juga merindukanku ? mungkin. Karena setiap kali aku menelpon atau mengirim pesan pada mereka, tak pernah ada jawaban. Ada jawaban hanya satu minggu sekali.”
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
“ Kamis, 10 April 2016. Aku Rahmat sang penyelamat Giska. Pangeran tampan calon suami Giska saputri. Terdengar bercanda ya ? tapi aku serius sangat mencintainya. Meskipun memang nada bicaraku selalu bercanda, tapi dalam hal ini aku selalu serius. Tapi, setiap kali aku serius aku selalu di tertawakannya. Di tertawakan oleh Giska. Satu hal yang sebenarnya tidak aku suka dari Giska adalah saat dia memukul perutku. Dia tidak tahu, tenaganya memang tidak seberapa, tapi saat itu aku belum sarapan. Rasanya sakit sekali. Ini pertama kalinya aku merasa Giska sangat keterlaluan”
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
“ Jumat, 25 April 2016. Aku tidak sekolah karena perutku sakit lagi. Ini sudah yang kesekian kalinya perutku sakit. Aku tidak begitu yakin, tapi aku rasa sakit di perutku ini berawal setelah Giska memukul perutku. Aku berbohong pada semua orang dengan mengatakan bahwa aku terjatuh dari tangga. Meskipun aku berbohong, aku senang karena Giska tertawa. Sungguh, Giska adalah wanita termanis kedua setelah ibuku. Aku mencintaimu Giska Saputri.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
“ Senin, 28 April 2016. Aku…”
Tiba-tiba Giska mengeluarkan kasetnya dari radio Rahmat dan langsung memeluknya. Giska lalu duduk kembali di tempat tidur Rahmat. Ia menangis tersedu-sedu
“ Maafkan aku…!!” begitulah Giska terus berkata. Ada mungkin hingga 100-nya. Hingga ia terbaring di tempat tidur Rahmat. “ Rahmat…maafkan aku. Aku tidak tahu kalau semua ini penyebabnya adalah aku. Aku benar-benar minta maaf” kata Giska.
Kemudian Giska tengkurap dan melihat foto Rahmat saat sedang tersenyum
“ Rahmat. Aku punya mimpi buruk sebelum aku meminta maaf padamu. Dulu, kamu menangis saat di sampingku. Sekarang, jangan menangis di tempat itu tanpa aku. Karena kini sudah giliranku untuk menangis. Aku sudah menangis sekarang. Aku akan mengambil semua air matamu. Foto-fotomu pasti akan memudar, tapi tak akan aku buang. Sungguh menyakitkan. Aku tidak dapat membuangnya. Maafkan aku. Aku ingin meminta maaf padamu. Apa yang harus aku lakukan ? Aku pasti akan merindukanmu. Aku mohon berbahagialah di tempat itu Rahmat. Aku menyayangimu sebagai sahabat yang paling baik. “ kata Giska dalam tangisannya.
Kini Rahmat sudah tiada. Sementara Ali, kini masih berada di perjalanan menuju ke rumahnya besama sepupunya yang bernama Deden Hamsyah. Rahmat sudah meninggalkan semuanya. Termasuk Giska yang kini sudah mulai tertidur di tempat tidur Rahmat sambil memeluk kaset Rahmat.“ Rahmat, maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf. Andai waktu dapat terulang kembali, atau akan ada kehidupan yang seperti ini untuk yang kedua kalinya. Aku janji, aku akan mau menikah denganmu.” Kata hati Giska sesaat sebelum ia terlelap tidur.