
Pagi datang menyapa. Hangatnya mentari mulai membangunkan Giska yang tengah tertidur lelap. Tak lam kemudian Giska terbangun. Dia duduk tapi matanya masih tertutup. Keadaanya cukup buruk. Bibir dan kantung matanya membengkak, wajahnya memerah dan seperti bengkak juga, selain itu juga rambutnya yang berantakan tak segera menyadarkan Giska baha hari mulai siang. Saatnya berangkat sekolah, ia malah baru bangun tidur. Bahaya.
5 menit kemudian ia membuka matanya lebar-lebar dan melihat ke cahaya dari jendelanya dan lalu melihat jam “Hah…!!!” kata Giska yang kemudian beranjak dari tidurnya dan mengambil handuk kemudian masuk ke kamar mandi. Ternyata waktu sudah menunjukan pukul 06.30 WIB. 20 menit lagi gerbang sekolah akan di tutup.
Sementara Ali. Kini, ia saling diam dengan Deden. Mereka saling cuek dan saling sibuk sendiri. Ali sibuk memainkan handphonenya sedangkan Deden sibuk membaca koran. “Kau ini kenapa ?” kata Ali yang mencoba untuk memulai pembicaraan. “Memangnya kenapa denganku ? aku ini hanya sedang membaca koran. Topiknya cukup menarik jadi aku baca.” Kata Deden.“Kau seperti kesal padaku” kata Ali. Mendengar itu, Deden menutup korannya dan merekapun berbincang. “ Apakah kamu dan Giska saling mencintai ?” kata Deden. Mendengar itu, Ali tersenyum. “ Bicara apa kau ini ? memalukan sekali.” Kata Ali. “Aku serius” kata Deden.
Ali mengacuhkan pertanyaan Deden dan berbicara pada supirnya. “Pak, notebook saya tertinggal di ruangan pos bapak tadi malam. Tolong nanti antarkan ke kamar ya pak. Minta kuncinya sama Bi Inah.”. “Ya Den” kata supir.“ Uuuh…kau ini.” Kata Deden. “Apa ? Bukankah kau ini sudah tahu bahwa aku ini sudah punya Maya. Bgaimna mungkin aku mencintai wanita itu.”kata Ali. Deden pura-pura tidak mendengar. “Ya ampun…jangan katakan padaku kalau kamu menyukai wanita pemalas itu”kata Ali. “Siapa maksudmu ?”kata Deden. Ali hanya tersenyum.
“ Jangan bicara sembarangan. Walau bagaimanapun juga dia itu cinta pertamaku. Aku baru kali ini jatuh cinta pada seorang wanita”kata Deden. “Jadi, selama ini kamu jatuh cinta pada pria ?” kata Ali. Mendengar itu, wajah Deden memerah. “ Apa kau bilang ?”kata Deden. Ali tertawa. “Kau ini lucu sekali”kata Ali. “Lucu ? tampang seperti ini kau bilang lucu? Kau ini menyebalkan sekali. Aku ini pantang menyukai pria. Kalau begitu dimana kejantananku sebagai pria sejati.” Kata Deden. Ali tertawa lagi.
Sesaat keduanya terdiam lagi.
“Em….tadi apa kau bilang, cinta pertama ?” kata Ali. “ Ya, cinta pertama. Giska adalah cinta pertamaku. Prtama kali bertemu saja sudah deg-degan apalagi kalau sudah jadi pacar, wah…aku bisa kena demam. Bagaimana denganmu ? siapa wanita yang menjadi cinta pertamamu? Pasti Maya. Benar bukan ?” kata Deden. “Bukan” kata Ali sambil tersenyum. Mendengar itu, Deden menatap wajah Ali.
# Terbayang di pikiran Ali kenangan 8 tahun yang lalu. Saat itu usia Ali masih berumur 10 tahun kurang 1 bulan sebelum ia mengikuti ajang pencarian chef junior. Saat itu, Ali tengah duduk di kursi tman menunggu ibunya menjemputnya. Saat tengah seperti itu, perut Ali merasa lapar. Ia lalu memegangi perutnya dan mencoba menahannya.
Datanglah seorang wanita kecil menghampiri Ali kecil yang sedang lapar. Wanita cantik itu terlihat lebih kecil dari Ali. Mungkin umurnya masih 8 tahunan. Ia cantik dan menghampiri Ali kecil dengan ceria. Wanita kecil itu membawa sekotak tempat nasi. “ Hai”kata wanita kecil itu saat menghampiri Ali dengan expresi cerianya. Ali tersenyum melihat tawa cerianya dari wanita kecil ini.
Kini, Ali tersenyum. Mengingat kenangan dulu saat ia masih kecil dan polos ternyata begitu menggemaskan. “ Siapa wanita itu ?” kata Deden. “Wanita kecil si lobak putih yang nikmat” Kata Ali. Deden tertawa. “ Aku jatuh cinyta padanya saat masih kecil. Umurku baru 10 tahun. Kau bisa bayangkan aku yang begitu polosnya bisa jatuh cinta. Tapi, kau harus tahu ini sungguhan.” Kata Ali. “Baiklah. Jadi intinya kau tidak tahu namanya?”kata Deden.
Ali tertawa sedikit “Aku sungguh ingin bertemu dengannya kembali. Dia sangat cantik.” Kata Ali.
# “Kalau begitu panggil aku wanita lobak putih yang nikmat.”kata wanita kecil itu. “Ya, wanita lobak putih yang nikmat.”kata Ali kecil. Keduanya tersenyum dan tertawa.#
Ali tersenyum lagi.
“ Kalau aku di beri kesempatan kedua untuk bertemu lagi dengannya, aku akan meminta dia membuat white raddish lagi. Kalau perlu aku akan menikahinya.”kata Ali. “ Aku mendukungmu. Kau menikah dengan wanita lobak putih dan aku menikah dengan Giska. Meyenangkan bukan ?” kata Deden. Ali tertawa. “ Memangnya dia mau denganmu ?” kata Ali. “Baiklah terserah kau saja. Tapi, lihat saja nanti. Aku akan benar-benar menikahi Giska.” Kata Deden
“Hm…semoga saja aku bisa bertemu dengannya lagi. Aku masih ingat dia memiliki tanda lahir di pundak kanannya.” Kata Ali.
# “ Kau punya tanda lahir di pundak kananmu ya ?” kata Ali kecil. Wanita kecil itu tersenyum sambil mengangguk ceria. “Aku melihatnya tadi. Maaf ya ?aku sungguh tidak sengaja. Kau tidak marah kan ?” kata Ali kecil. Wanita itu menggeleng. Tak lama kemudian ia di jemput oleh seseorang yang berhelm hitam. “Aku pergi ya. Semoga kita bertamu lagi” kata wanita kecil itu yang kemudian pergi.#