ONE HEART OF MINE

ONE HEART OF MINE
PENYATUAN



Ara sekuat tenaga mengendalikan pikirannya akan malam yang menyedihkan itu, bayangan perlakuan kasar Raka terkadang membuatnya merinding saat mengingatnya.


"Percayalah padaku, sayang. Secara perlahan hilangkan semua kenangan buruk itu." ucap Raka berusaha menenangkan Ara yang tahu istrinya mulai diserang rasa paniknya.


Raka perlahan mengecup kening Ara, turun kepipi, dan berakhir ke bibir indah Ara. Mereka mencumbu satu sama lain, Raka begitu lembut memperlakukan Ara. Cumbuan itu berlangsung lama, dan akhirnya secara perlahan, Raka mulai menurunkan tangannya ke dada Ara. Dia meremas lembut gundukan kenyal milik Ara. Dan tangan satunya masih bertautan dengan jemari istri tercintanya.


Pelan-pelan tangan Raka mulai menyelusup kebawah baju Ara. Dari area perut, naik lagi kedadanya. Sungguh menyenangkan bagi Raka bermain di area itu. Sekarang mulutnya mulai turun menciumi leher Ara. Ara menggeliat karena sensasi geli yang dirasakannya. Kelembutan Raka membuatnya melupakan kekerasan dimalam itu.


"Ahh...Raka..." Ara tak mampu menahan desahannya.


"Ya, sayang. Terus panggil namaku, lihat dan rasakan keberadaanku."


Raka melanjutkan aktivitasnya yang membuat keduanya dimabuk asmara dimalam itu. Penantian panjang Raka terbayarkan sudah. Kini, dia dan istrinya sudah menyatu dalam satu kesepakatan. Tak ada yang tersakiti sepihak, mereka berdua merasakan manisnya bercinta dimalam itu.


Hingga akhirnya keduanya kelelahan setelah merasakan puncaknya kenikmatan. Raka terbaring disebelah Ara dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Terimakasih, sayang. Terimakasih." Raka mengecup kening Ara.


Ara hanya mampu mengangguk dengan masih berusaha mengatur nafasnya. Karena penyatuan mereka, Ara merasakan lelah dan kenikmatan yang menjadi satu, nikmat yang tidak dia rasakan dimalam itu.


Masih dengan kondisi badan telanjang, mereka berdua terlelap dengan hanya dilapisi selimut tebal. Tapi ditengah malam Raka terbangun dan memulai aksinya lagi. Ara hanya pasrah melayani hormon suaminya yang sedang meluap-luap. Sampai malam itu mereka melaluinya sampai beberapa kali, dan berakhir pada tubuh Ara yang tumbang karena tak mampu melayani suaminya lagi.


***


"Ara? Kamu baik-baik saja, sayang?" Raka mencoba membangunkan istrinya yang seoalah pingsan karena tak bergerak sama sekali disebelahnya.


"Apa sudah pagi?" Ara mencoba duduk dan dia gagal.


"Apakah begitu sakit?" Raka khawatir karena mendapati istrinya meringis kesakitan.


"Tidak, tapi rasanya seperti bengkak dibawah sini."


"Apa kita harus kerumah sakit? Aku mengkhawatirkanmu." tanya Raka dengan nada khawatir.


"Hahahahaha...aku hanya tidak bisa menahan bercinta dengan orang yang aku cintai."


"Tapi perlukah sampai seperti itu?"


"Maafkan aku, tolong maklumi saja kali ini. Aku sudah menahannya cukup lama."


"Bagaimana caramu bisa menahan hal seperti ini bertahun-tahun? Bukankah kamu juga pernah melakukannya dengan mantanmu."


"Tentu saja tidak pernah. Kamulah yang pertama. Yahh....seperti yang kamu lihat, aku pria dewasa, dengan segudang hormon yang minta disalurkan. Aku tidak suka harus membeli atau bermain dengan perempuan sembarangan, bagaimanapun aku ingin hidup lama. Jadi solusinya selama ini . . ." Raka mengisyaratkan gerakan tangan mengocok di bagian bawah. "Video panas dan pelicin mungkin?"


"Apaaaaaaa???" Ara berteriak histeris dan di susul dengan gelak tawa dari Raka. Menyenangkan melihat istrinya terkejut dengan fakta yang baru ia ketahui.


"Aku pengusaha dengan waktu begitu padat, hanya dengan inilah pelampiasanku. Dan sekarang, disini ada kamu, cintaku. Aku tak perlu melakukan itu lagi."


"Dasar gila kamu. Bisa mati aku kalau setiap malam seperti ini."


"Mau berganti pagi atau siang? Boleh saja kita coba."


Ara memukul lengan Raka karena geram.


"Minggir, aku mau membersihkan diri."


"Ayo aku bantu."


"Tidak, aku tidak mau diterkam harimau kelaparan."


"Tidak akan. Harimau ini sudah jinak."


Ara menimang kebenaran perkataan Raka, "Baiklah, aku percaya padamu."


Baru saja mereka masuk kekamar mandi, dan Ara merendam tubuhnya dengan air hangat di bethub, Raka sudah melancarkan aksinya lagi. Raka begitu berhasrat setiap kali melihat kemolekan tubuh istrinya. Dan sekali lagi, mereka berdua bercinta untuk yang kesekian kalinya.