ONE HEART OF MINE

ONE HEART OF MINE
MASA LALU



Ara terlahir dari keluarga yang kekurangan di sebuah pedesaan di pulau Bali. Karena itu, di usianya yang masih balita, dia beserta keluarganya pergi ke kota untuk mengadu nasib. Karena tuntutan ekonomi, orang tuanya yang saat itu memang masih muda, melakukan hal yang tidak seharusnya. Ayah kandungnya, menjual ibunya ke turis sebagai perempuan penghibur malam. Awalnya mereka melakukannya di luar, tapi lama kelamaan, aktifitas itu berlanjut di rumah kontarakan yang Ara tinggali.


Ara beranjak remaja, setiap hari pasti Ara temui ibunya sedang berhubungan dengan lelaki lain, dan dengan santainya ayahnya berada didalam rumah menunggu uang setoran yang akan diberikan setelah ibunya melakukan pelayanan penuh.


Sejak sekolah dasar Ara mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dilingkungannya, dia dipanggil darah kotor karena mereka meyakini Ara juga anak hasil dari ibunya menjajakkan tubuhnya. Lingkungan Ara tinggal memang kurang kondusif, jadi hal seperti ini warga tidak bisa banyak berbuat, karena ayah dan ibu Ara akan marah apabila ditegur, karena mereka tidak bisa memberi nafkah apabila aktivitas orang tua Ara berhenti.


Sampai Ara menginjak SMA, dia bertumbuh semakin cantik dengan ketidak percayaannya kepada pernikahan dan cinta. Karena dia melihat secara langsung ayahnya lah yang menjual ibunya sendiri ke pria hidung belang. Belum lagi cercaan serta celaan yang dilayangkan kepada Ara oleh teman-teman sekolahnya. Temannya saat itu hanya Andra, itupun dengan berbagai gosip mengikuti mereka. Bahkan tak jarang Ara disekolahnya mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman-teman lelakinya. Mulai dari kalimat yang melecehkan, sampai ke pelecehan fisik yang sering membuat Ara menangis dan tak tahan.


Pernah suatu hari Ara pulang kerumah, dan memasuki kamarnya. Tiba-tiba ada lelaki asing yang mengikutinya masuk kedalam kamar. Dengan kaget Ara langsung terjatuh dikasurnya, dan lelaki itu dengan segera mencoba memperkosanya. Ternyata ayahnya mencoba menjualnya dengan bayaran tinggi karena Ara memiliki perawakan cantik dan masih perawan.


Dengan sekuat tenaga Ara meronta dan menjerit meminta tolong. Tapi ayahnya hanya terdiam dikursi tamu rumahnya dengan gebokan uang yang ia dapat. Dengan baju yang sudah compang camping, Ara bisa kabur dari rumahnya dan meminta tolong kepada warga sekitar. Tapi warga tidak ada yang mau terlibat dengan keluarganya. Ara menagis sejadinya dan disitulan Andra datang menolongnya.


Orang tua Ara berusaha untuk mengambil Ara lagi untuk pulang, untungnya ayah Andra membawa pengacara dan mengancam akan melaporkannya kepolisi apabila ayahnya Ara berusaha untuk menemui Ara lagi.


Tapi kabar tentang Ara yang dijual oleh ayah kandungnya sudah menyebar kemana-kemana, dan sampailah ditelinga pihak sekolah. Pihak sekolah tidak bisa membiarkan Ara meneruskan studinya disekolah tersebut, karena banyaknya tekanan dari orang tua murid yang takut anaknya terpengaruh. Belum lagi hinaan dari teman-temannya yang lebih jauh parah dari sebelumnya, semua memberinya sebutan baru, "darah kotor."


Disetiap jalan orang yang memandangnya, membuat gadis lugu itu ketakutan, dibenaknya semua orang sedang menghakiminya dengan apa yang tidak dia perbuat, sampai batasnya Ara sudah tidak mampu memikul semua beban hidupnya. Andra menemukannya tergeletak dengan tangan tersayat dikamarnya.


Untung nyawanya masih bisa diselamatkan karena kesigapan Andra dan kedua orang tuanya, Ara harus dirawat fisik dan jiwanya. Jiwanya terguncang hebat, butuh beberapa tahun untuk menyembuhkannya dari segala serangan panik saat berhadapan dengan sesorang.


Saat dokter sudah menyatakan bahwa Ara sembuh, orang tua Andra memutuskan untuk menjauhkannya dari pulai Bali. Dengan kejar paket C, Ara bisa lulus dari SMA, dan melanjutkan kuliah. Semua semata-mata karena mereka menganggap Ara merupakan gadis yang baik tidak seperti kedua orang tuanya. Semua biaya hidup, dan pendidikannya orang tua Andra yang menanggungnya. Itulah kenapa mereka berdua cukup dekat sedari kecil.