NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Jauh sebelum bumi tercipta #9



"Benar yang kamu katakan dinda...aku juga mulai terusik dengan Ra Bali dan Ra Bintan yang mulai curiga akan hubungan kita,tapi mungkin kita harus sabar dan tunggu waktu yang tepat…kita masih perlu waktu untuk mempersiapkan pasukan dan sekutu",ujar Ra Toba.


"Tunggu apa lagi...??!",ucap Samarinda geram.


"Aku tidak mau ceroboh dan gegabah dalam hal ini Dinda,kamu tahu sendiri paman Semarang itu sangat sakti,jika kita salah bertindak ...bukan hanya gagal mengalahkan Semarang tapi hancur semua mimpiku menjadi seorang Suhu... kita hanya bisa meratapinya di dalam kerak kerajaan",ujar Ra Toba.


"Dasar kamu bodoh!!",ucap Samarinda.


"Apa...??!,aku bodoh?,mengapa kau berkata seperti itu?",tanya Ra Toba.


"Iya kamu memang bodoh...selalu saja menggunakan otot daripada otak...!!",jawab Samarinda kesal.


"Lantas apa rencanamu?",tanya Ra Toba.


"Kita telah bersusah payah menjebak dan memaksa Ra Java dan Ra Jaya untuk menuruti semua perintahmu toba...manfaatkalah kekuatan mereka,kamu tahu kan kedua adikmu itu memiliki kemampuan jurus Mukaribu yang bisa meniru semua wujud?,kamu juga tahu kan Semarang memiliki kedekatan khusus dengan Ra Bali dan Ra Bintan?,jadi...sekarang kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan toba?,terang Samarinda dengan suara pelan.


"Jadi...?,aku masih belum paham apa yang kamu maksud",ucap Ra Toba dengan wajah bingung.


"Arrrgghh...kamu ini benar-benar bodoh..!!,jadi maksudku suruh Ra Java dan Ra Jaya mengubah wujudnya menjadi Ra Bali dan Ra Bintan maka dengan begitu mereka berdua bisa dengan mudah membunuh Semarang tanpa dicurigai siapapun dan tak perlu menghabiskan banyak tenaga,sekarang kau mengerti maksudku?!,ujar Samarinda.


"Sungguh kamu sangat sangat pintar dinda...bahkan rencana seperti itu tak terlintas sedikit pun di dalam pikiranku,tak salah aku memilihmu sebagai kekasih hatiku hehehe",ujar Ra Toba tertawa senang mendapat ide dari Samarinda.


Ra Toba pun segera menemui Ra Java dan Ra Jaya untuk memberikan perintah yang sebelumnya mereka sepakati...


"Ra Java,Ra Jaya inilah saatnya kalian menepati janji kalian untuk menuruti apa yang aku perintahkan",ucap Ra Toba


"Baiklah,tapi kak toba juga harus berjanji ini yang terakhir...kedepan tak akan ada perintah seperti ini lagi",jawab Ra Java.


"Benar...pokoknya aku tak mau lagi melakukan tindakan jahat ini",timpal Ra Jaya.


"Iya...aku janji",singkat Ra Toba.


"Lantas apa yang sekarang harus kami lakukan?,tanya Ra Java.


" Mendekatlah akan kubisiki kalian agar tak ada seorang pun menguping...bisa gawat kalau sampai ada yang mendengar percakapan kita",ujar Ra Toba.


"Esok pagi kalian pergi ke Gapura menemui paman Semarang dengan wujud Ra Bali dan Ra Bintan bertingkahlah seperti mereka berdua semirip mungkin... jangan sampai paman Semarang curiga apalagi tahu kalau kalian sedang menyamar,setelah kalian berhasil menemuinya berikan makanan ini,kalian harus pastikan paman benar-benar memakan makanan ini sampai habis",ucap Ra Toba menjabarkan siasat muslihatnya sambil berbisik.


"Baiklah aku akan melaksanakan perintah kak Toba tersebut...tapi aku ingin menanyakan,sebenarnya apa yang akan lakukan ke paman Semarang dengan makanan ini?",tanya Ra Java penasaran.


“Sudahlah kalian jangan banyak Tanya…,intinya aku menginginkan ke-8 Kora itu agar aku segera menjadi Suhu kerajaan ini”,timpal Ra Toba.


Malam yang dingin menyelimuti Gapura dimana tempat Semarang berjaga,ketika itu Semarang yang sedang tertidur sambil duduk bersila tiba-tiba terbangun sepertinya ia mengalami mimpi buruk dengan nafas yang terengah-engah lalu berusaha berdiri untuk mengambil segelas air untuk diminum…


“Hufffss”,Semarang menarik nafas dalam-dalam.


“Ada apa ini..perasaanku sungguh tak enak,apakah benar indrajagatku ini..,aku merasakan hal buruk akan segera menimpaku bahkan mengakhiri hidupku…,wahai sang maha pencipta jagat ini… bila memang itu harus terjadi..aku ikhlas”,ucap Semarang dalam benaknya.


“Tapi mengapa tak seperti biasanya indrajagatku kali ini tidak begitu jelas menjabar apa yang terjadi”,lanjut Semarang yang masih bertanya-tanya dalam benaknya.


“Mungkin aku harus membicarakan ini kepada Madura karena hal ini juga menyangkut keamanan ke-8 pusaka kerajaan”,masih dalam benaknya


Keesokan harinya Ra Java dan Ra Jaya yang mengubah wujudnya menjadi Ra Bali dan Ra Bintan berangkat menuju Gapura dengan menggunakan armada khas Kawaratu,ketika baru saja melewati pintu gerbang istana mereka bertemu dengan salah satu penjaga pintu gerbang istana tersebut yang bernama PAPUA,lantas ia menyapa kedua Raden yang menyamar itu…


“Selamat pagi Raden Bali,Selamat pagi Raden Bintan”.


“Selamat pagi”,jawab Ra Bali alias Ra Java singkat.


“Tumben Raden berpergian pagi-pagi begini..memangnya mau pada pergi kemana?”,Tanya Papua.


“Kami berdua mau ke Gapura,biasa mengunjungi paman ”,jawab Ra Bintan alias Ra Jaya.


“Oh..,kalau begitu silahkan lanjutkan perjalanannya dan hati-hati dijalan semoga selamat sampai tujuan”,ucap Papua sambil memberi hormat.


Beberapa saat kemudian Ra Bali dan Ra Bintan palsu tiba di Gapura dengan membawa sekantong makanan yang sudah ditaburi racun oleh Ra Toba…


“Pagi paman Semarang”,sapa Ra Bali.


“Pagi…,Ra Bali?,Ra Bintan?,ada apa kalian datang pagi-pagi begini?”,Tanya Semarang heran.


“Memangnya kenapa paman?tidak boleh ya kami datang kesini pagi-pagi?”,jawab Ra Bintan balik bertanya.


“Oh bukan..bukan begitu maksudku..ya jelas boleh kapan pun kalian bisa datang menemuiku,maksud paman tidak seperti biasanya saja kalian datang pagi-pagi begini”,jawab Semarang.


“kalau begitu maafkan kami ya paman sudah menganggu paman”,ucap Ra Bali.