NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Endo & Nesya #3



"Sini..ulurkan tangan kamu",aku membantu nesya dengan menarik tangannya.


"Istirahat dulu deh,gak kuat nafas nih aku",ucap nesya dengan nafas tersenggal-senggal dan dibanjiri keringat.


"Yaudah kita istirahat,hmmm…sebentar aku cari tempat yang agak teduh"


"Disitu tuh kayaknya adem,yuk kita istirahat dibawah pohon itu"


Akhirnya kami berdua memutuskan untuk beristirahat sejenak sedangkan para pendaki lainnya terus melanjutkan pendakian sehingga membuat aku dan nesya terpisah dari rombongan,tapi itu bukan masalah bagi kami berdua karena sudah terbiasa malah bisa dibilang aku dan nesya hampir setiap kali pergi hiking hanya berduaan aja ,jadi jarang sekali ikut rombongan karena menurutku kalau rombongan kurang greget hehe.


"Kamu pasti kemarin gak pemanasan dulu ya kan?"


"Gak sempet do",jawab nesya yang bersandar dipahaku


"Gak sempet?gimana caranya kok bisa gak sempet,bukannya ada spare waktu seminggu sebelum berangkat kesini?"


"Iya tau…,tapi temen-temenku selalu ngajakin hangout mulu tiap hari"


"Alesan..!!,bilang aja males"


"Hehe iya factor M juga sih hahaha"


"Huuuuuu dasar!"


"Eh do kamu liat itu deh",jari telunjuk nesya mengarah ke suatu tempat.


"Mana?" ; "Itu tuh bukit disana"


"Oh itu…iya yah aneh",aku sedikit terkejut melihat sekumpulan elang jawa yang jumlahnya ratusan terbang rendah mengelilingi bukit tandus yang letaknya tak begitu jauh dari tempatku berada.


"Aku penasaran nih,kita kesana yuk?",ajakku.


"Janganlah do udah biarin aja paling mereka lagi pesta kawin,lagian aku kan masih cape do,masa suruh jalan lagi…mana gak ada jalurnya lagi masih semak-semak gitu,takut ada uler ah "


"Iya iya iya gak jadi …"


Sekitar 30 menit beristirahat aku dan nesya kembali melanjutkan perjalanan,langkah demi langkah melewati jalan yang semakin terjal serta licin, kami berdua pun menyelesaikan trek-trek jalur pendakian yang ada mulai dari Post 1,Post 2 dan Watu Gajah dengan begitu tinggal satu rintangan lagi yang harus aku dan nesya lewati yaitu menempuh trek tersulit Watu Gajah  Puncak Merapi,trek ini paling terjal dibandingkan dengan trek-trek sebelumnya bahkan bisa mencapai kemiringan 70 derajat,selain terjal kondisi jalurnya adalah pasir serta bebatuan dan kerikil membuat jalur tersebut sangat licin dan labil sehingga kami berdua harus extra hati-hati.


"1..2…3 hap…hap…",aku mulai mendaki dengan memilah memilih pijakan kaki diantara tanah yang abil.


" jangan injak batu yang itu ya,labil"


"Bee awas…!!",aku berteriak ; "Brakkk",nesya terpeleset lalu tersungkur,aku yang ada dibelakangnya dengan sigap langsung memeganginya sehingga dia tidak terpelanting kebawah.


"Ya maaf,tadi aku gak denger jelas suara kamu,anginnya kenceng banget"


"Hmmm..kamu gak apa-apa?,ada yang sakit gak?"


"Nggak,Alhamdulillah aku gak kenapa-napa"


"Beneran gak ada yang sakit?,masih kuat nanjak?,jangan maksain kalo kamu gak kuat"


"Serius aku baik-baik aja,aku masih kuat nanjak kok"


"Yaudah,tapi pelan-pelan aja ya"


Waktu sudah menunjukan tengah hari tepatnya pukul 12:00 terik matahari tak begitu menyengat karena cuaca di Merapi sedikit berawan, bau belerang mulai tercium sangat menyengat dihidungku yang menandakan sudah dekat dengan mulut kawah.


"Semangat…semangat sedikit lagi kita sampai",seruku menyemangati kekasihku yang sudah terlihat lelah,letih dan lesu itu.


"Ayo kamu bisa,I love you Nesya"


"Apaan sih?,gak jelas deh"sahut nesya sambil mengernyitkan dahi


"Hahaha,ikhh orang aku lagi nyemangatin kamu"


"Gak ngaruh keless…,yang ngaruh itu kalau kamu gendong aku terus aku yang nyemangatin"


"Huuuuuu…ngarep hahaha"


"Hahahhaha",aku dan nesya bersenda gurau dan tertawa bersama,sejenak melupakan rasa lelah yang ada.


Setelah pendakian yang panjang dan melelahkan akhirnya kami berdua sampai ditujuan yaitu puncak tertinggi Gunung Merapi,aku dan nesya hanya bisa tersenyum takjub,kagum akan keiindahan alam ini,disuguhi pemandangan luar biasa mempesona dan terlihat seperti berdiri diatas awan, kami berdua pun berteriak dan berjingkrak-jingkrak kegirangan karena bisa menyelesaikan pendakian ini,disamping itu tanpa aku sadari tempat dimana aku dan nesya berpijak adalah tempat yang sangat berbahaya karena berada tepat dibibir jurang kawah yang rawan longsor.


Di atas puncak merapi aku pun sedikit menggombal …


"Nesya…Tak akan pernah ada kejahatan cinta yang dapat melukai hatimu" ,ucapku sambil memegangi kedua tangannya dan menatap kedua matanya.


Nesya pun terhanyut…."Ouhh so sweet" dan seketika bak petir yang menyambar aku langsung mencium bibir kekasihku.


"Endo..",lirih nesya dengan mata terbelalak terkejut oleh ciumanku karena ini ciuman pertama kalinya semenjak kami berdua jadian.


"Kenapa ?",tanyaku sejenak menghentikan ciuman itu.