NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Endo & Nesya #6



"Do gelap banget do…"


"Sebentar aku nyalain senternya,kamu bawa senter juga kan?"


"Iya bawa,ada di tas"


"Ohya kita harus cepet-cepet nyari pohon,demi keselamatan kita agar terhindar dari binatang buas"jelasku


"Itutuh..pohon itu do"


"Pohon mana?,oh yang itu…iya kayaknya pas buat kita panjat,selain banyak cabangnya juga gak terlalu tinggi"


"Tapi aku gak bisa manjat.."


"Tenang aja…sini aku bantuin,cepet naek ke pundak aku terus pegang batang pohonnya yang kenceng"


"Do aku takut jatoh" ; "Gak bakal jatoh kan aku pegangin,ayo Nesya kamu pasti bisa…emang kamu mau dibawah terus diseruduk bagong (**** hutan)"


"Ikhhh..kok malah nakut-nakutin sih..!!"


Malam semakin larut …tak ada satu pun yang terlihat karena gelap …hanya rembulan yang bisa aku pandangi …,rasa dingin mulai menghinggapi tubuh kami berdua hingga terasa sampai ke tulang…aku yang masih terjaga ditemani suara jangkrik dan sesekali terdengar lolongan serigala membuat suasana hutan yang gelap menjadi semakin mencekam,ku lihat nesya tertidur pulas di sela sela cabang dengan memegangi erat batang pohon tersebut…


Waktu sudah menunjukan jam 1 malam ,kuperhatikan jarum jam tanganku detik demi detik terasa menjadi sangat lama seakan berjalan lambat saat aku berharap sang fajar cepat datang,disaat mataku mulai meredup karena tak kuasa menahan kantuk tiba-tiba terbelalak melihat kumpulan sinar-sinar kecil berwarna hijau tersebar berterbangan meciptakan suatu pemandangan yang indah ditengah hutan gelap nan mencekam.


"Bee…Bee…." ; "hmm…ada apa do" ; "Liat deh…" ; "Hoooaaammm kamu ganggu aja aku lagi pules tidur juga,ada apa sih?"


"Itu liat…bagus kan?.." ; "Waauw…",ucap Nesya takjub.


"Apa itu do?" ; "Kunang-kunang" ; "Ooouuhh kunang-kunang"


"Romantis yah?" ; "Iya romantis bangetttt berduaan diatas po'on di tengah utan disuguhi pemandangan luar biasaaa..udah kayak sepasang monyet lagi hanimun hahaha" ; "hahahah kamu bisa aja",gelak tawa kami berdua pun memecah keheningan, namun bersamaan dengan itu secercah cahaya aneh muncul diantara semak-semak yang letaknya tidak terlalu jauh dari keberadaan kami.


"Bee kamu liat itu deh"


"Mana…??,aku gak liat apa-apa?"


"Itu…itu muncul lagi tuh sebelah sana"


"Serius do aku gak liat apa-apa,kamu liat apa sih?"


"Cahaya apa?kunang-kunang?"


"Bukan…!,cahayanya tuh lebih terang kayak cahaya lampu senter,nyorot nyorot gitu",jelasku.


"Yaudah kamu tunggu disini aku mau cek dulu,pokoknya apapun yang terjadi kamu harus tetap diem disini,jangan coba-coba turun"


"Ikhh ngapain sih pake di cek segala?!,udalah do biarin aja,gimana kalau nanti ada macan atau binatang buas?"


"Kamu gak usah khawatir,aku bakal baik-baik aja kok"


"Do..!! serius do kamu jangan pergi aku takut sendirian,aku juga takut kamu kenapa-napa…"


"Beeeee…cuma sebentar doang kok,tunggu yaa",aku pun turun dari pohon lalu menghampiri sumber cahaya tersebut


" Hati-hati do…",cemas Nesya.


Setelah aku hampiri cahaya tersebut seakan menjauh dari tempat sebelumnya,aku yang sudah kepalang oleh rasa penasaran memutuskan untuk terus mengikuti cahaya misterius itu sampai akhirnya aku melihat sumber cahaya tersebut berasal dari dalam sebuah Goa,awalnya aku merasa takut namun karena rasa penasaran berlebih alias kepo banget membuatku memberanikan diri memasuki Goa dan terus mendekati langkah demi lagkah dekat aku pun semakin dekat dengan sumber cahaya tersebut tiba-tiba WUZZ…!! "Aarrrrrrgggghhhhhh" aku berteriak karena tiba-tiba aku terperosok dan meluncur kedalam lubang sumur .… "BrruKK!! Aku terjatuh didasar sumur.


"Aduuuuhh",aku meringis kesakitan dan dalam keadaan kepala pusing pandangan mata berkunang-kunang aku berusaha untuk berdiri dan mencoba mencari tahu ada dimana keberadaanku saat itu, dengan langkah ku yang masih terpincang-pincang akibat terjatuh tadi aku menelusuri dasar sumur tersebut yang ternyata memiliki sebuah lorong,lorong tersebut cukup besar kira-kira berdiameter setinggi badanku…pelan-pelan kutelusuri lorong yang gelap itu dan alangkah terkejutnya diriku mengetahui bahwa lorong tersebut menembus kesuatu tempat seperti dunia bawah tanah yang begitu megah dan dalam waktu yang bersamaan segerombolan makhluk dengan perawakan gendut pendek,berkulit hitam legam,bergigi satu dan memiliki 2 bola mata yang besar datang menghampiriku,aku yang kaget dan amat sangat ketakutan seketika itu pingsan tak sadarkan diri.


Entah berapa lama aku tak sadarkan diri dan saat aku tersadar dengan perlahan aku membuka kedua mataku agar tidak shock apabila makhluk itu ada dihadapanku, namun setelah ku membuka mata tak ada satu pun sosok makhluk tersebut menampakan diri,aku pun langsung berusaha bangun lalu berusaha kabur dan mencari jalan keluar ,sial aku kepergok oleh makhluk-makhluk menyeramkan itu...


"Siapa kalian dan dimana sekarang aku berada?",ucapku spontan.


"Perkenalkan nama hamba Cembul,hamba sebagai pemimpin disini,tenang Raden…. tak perlu takut…. kami tidak akan menyakiti Raden",ucap makhluk tersebut.


"Kami adalah kaum ARMA atau bisa disebut sang pelindung…kami tercipta dan hidup dari energi pusaka Kora Tilu ,tepat dimana saat ini kita berdiri sekarang adalah gerbang menuju pusaka tersebut",lanjut Cembul menjelaskan.


"Raden…??,kenapa kamu memanggilku Raden?,terus apa itu Kora Tilu?",tanyaku kebingungan.


"Kau adalah RA Bali….salah satu pewaris kerajaan Kawaratu dan Kora Tilu adalah salah satu pusaka dari 8 pusaka milik kerajaan Kawaratu yang kini menjadi inti planet ini tempat para kaum Manusia,Flora dan Fauna hidup",jelas cembul.


"APA…?!!,aku RA Bali..?,maksudmu??sumpah aku gak ngerti semua yang kamu bicarakan"


"Begini Raden,kau adalah Reinkarnasi dari jiwa RA Bali dan sebenarnya kedatangan kau ke tempat ini bukan suatu kebetulan tetapi memang sudah ditakdirkan ENGKAU LAH YANG TERPILIH",Cembul mencoba lagi menjelaskan kepadaku lalu bercerita tentang…