NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Jauh sebelum bumi tercipta #12



"Ayahanda Suhu…hamba telah berhasil menangkap Ra Toba",ucap Ra Bali sambil membawa Ra Toba dalam keadaan diringkus kehadapan Suhu.


"Kau…!!,mengapa kau berbuat setega ini Toba..!!",ucap Madura geram.


"Teganya kau mengkhianati kerajaanmu sendiri, membunuh pamanmu dan menyebabkan saudaramu terbunuh..!!,kau bukan lagi putraku..!!,kau harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatanmu Toba…!!",ucap Madura lagi dengan penuh amarah.


"Bawa dia dan semua para pengkhianat kerajaan ke ruang penghakiman!!",tegas Madura.


Madura yang sudah murka akan perbuatan putra sulungnya tersebut terpaksa membawa Ra Toba untuk diadili demi nama baik kerajaan dan untuk menunjukan bahwa ia tegas tidak tebang pilih dalam memberikan hukuman bagi siapa saja yang berbuat kejahatan.


Setelah menjalani proses pengadilan akhirnya hakim kerajaan Kawaratu memutuskan bahwa Ra Toba,Samarinda dan semua pasukannya melakukan kejahatan luar biasa dan sebagai hukumannya mereka semua harus mendekam di kerak kerajaan adalah salah satu penjara yang sangat mengerikan,tempat yang paling ditakuti dan hanya dihuni oleh para Agan pelanggar berat dan pelaku kejahatan luar biasa.


Mengetahui anaknya mendapat hukuman berat Suhu Maluku sangat marah,tidak terima dengan keputusan itu Suhu Maluku langsung menghadap suaminya Suhu Madura…


"Wahai suamiku paduka Madura sang Suhu Kawaratu dan sang Suhu Jagat yang tega menghukum putranya sang pewaris tahta…!!",sindir Maluku bernada ketus.


"Apa maksudmu Maluku?"Tanya Madura.


"Paduka Tanya maksudku..?,maksudku kenapa kau tega-teganya menjebloskan putramu sendiri ke kerak kerajaan?!!",jawab Maluku berapi-api.


"Karena dia layak mendapatkannya",timpal Madura.


"Sungguh paduka tega…!!,Ra Toba itu putramu..!,darah dagingmu,penerus tahta kerajaan ini…!!,dia bukan musuh..!!",ucap Maluku sambil menatap tajam dengan mata berkaca-kaca…


"Apa..!?,Tega..!?,kamu berani bicara soal tega…!,bagaimana menurutmu ketika Ra Toba membunuh paman dan adiknya sendiri…??!!itu apa namanya.!?,Itu biadab..!,jauh lebih buruk dari kata tega",bentak Madura.


"Aku mohon padamu …bebaskan anak kita…maafkanlah dia..aku mohon…paduka harus tahu bagaimana hancurnya hati seorang ibu melihat anaknya tersiksa karena mendapat hukuman di kerak kerajaan",Maluku memelas.


"Tidak akan pernah!!,dia bukan lagi putraku apalagi pewaris kerajaanku ini…dia adalah aib kerajaan ini",tegas Madura.


"Baiklah kalau begitu..!!,jika paduka tidak mau membebaskan Ra Toba,biar aku sendiri yang akan membebaskannya walau harus menghadapimu..!!",ucap Maluku sambil melangkah pergi.


"Tunggu…!!apa maksud yang baru saja kau katakan?"Tanya Madura.


Namun Maluku tak menghiraukan panggilan Madura ia tetap berjalan pergi meninggalkan sang Suhu tanpa menjawab pertanyaannya…


Maluku yang terlihat sedih dan sangat tidak rela Ra Toba dihukum ia lantas pergi meninggalkan istana untuk mencari sesuatu yang ia pun tak tau apa yang dicari dan tak tau kemana arah tujuannya …


Suhu Kutai sudah mendengar kabar bahwa putrinya tertangkap dan mendapat hukuman di Kawaratu, kini ia sedang memikirkan rencana bagaimana caranya membebaskan putrinya tersebut tanpa diketahui pihak kerajaan Kawaratu,sangat tidak mungkin untuk melakukan penyerangan karena bila ia melakukan serangan maka penyamaran Manokwari sebagai Samarinda akan terbongkar dan sang Suhu Kutai tak mau itu terjadi karena bila penyamaran itu diketahui ia dan kerajaannya akan mendapat hukuman dari SODARA… dimana aturannya setiap kerajaan sangat dilarang melakukan sabotase atau menyelinap ke pihak lawan sebagaimana yang dilakukan Kutai saat ini ke Kawaratu apalagi SODARA dipimpin langsung oleh Madura jelas hal itu akan sangat merugikannya…


"Sembah sujudku yang mulia,hamba ingin melaporkan sesuatu",Kutai yang sedang memikirkan rencana terkejut karena tiba-tiba Borneo datang menghadap.


"Kau..!!,membuat kaget aku saja",ucap Kutai.


"Ampun yang mulia,hamba hanya ingin melapor,mungkin ini penting bagi yang mulia",jelas Borneo.


"Kabar apa yang ingin kau laporkan?",Tanya Kutai.


"Begini yang mulia menurut info mata-mata kita,ada perselisihan antara Madura dan istrinya Maluku karena masalah hukuman Ra Toba sehingga membuat Maluku marah dan menurut kabar terakhir ia pergi meninggalkan istana",jawab Borneo.


"Ini…ini baru namanya kabar baik…!!,aku senang mendengar kabar ini…hahaha…hahaha",Kutai tertawa lepas.


"Kau memang selalu bisa diandalkan borneo,baiklah kalau begitu kini giliranku yang turun tangan…hahahaha…".


Dibawah terik sinar Panon Star Maluku terus melangkah tanpa arah tujuan…


***


"Memang sangat menyakitkan melihat sang putra kesayangan dipenjara yang sangat mengerikan itu",celetuk Kutai dari arah belakang hingga membuat Maluku terkejut.


"Kau…!!,mau apa kau??!!",tegas Maluku.


"Aku tak suka berbasa basi..aku menemuimu ingin menawarkan kerja sama,sekaligus ingin membantumu,aku tau kau sedang butuh bantuan",jawab Kutai.


"Tau dari mana kalau aku sedang butuh bantuan?,yang jelas aku tak ingin bekerja sama dan aku tak memerlukan bantuanmu!!",Maluku menolak.


"Oh..jadi kau senang melihat Ra Toba mendekam di kerak kerajaan?",sindir Kutai.


"Hufffss…",Maluku menghela nafas dan berpikir sejenak.


"Kerja sama seperti apa yang kau tawarkan dan mengapa kau ingin membantuku?",Tanya Maluku.


"Begini,aku membutuhkanmu untuk mengalihkan para penjaga Kerak kerajaan karena kau seorang permaisuri jadi itu hal yang mudah untuk kau lakukan,satu lagi…pastikan Ra Toba,Ra Java dan Ra Jaya akan berpihak kepadamu dan menjadi sekutuku setelah bebas nanti,hahaha mengapa aku membantumu ?bukan…,bukan aku yang membantu tapi kau yang membantuku karena memang aku butuh bantuanmu ..yang jelas kondisi ini membuat kita saling diuntungkan,kau dapat melihat putra-putramu bebas dan aku mendapatkan yang selama ini aku inginkan,tak perlu kusebutkan kau pasti tau itu...hahaha,jelas Kutai.