NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Kekuatan Endo #6



“Mampir dulu yuk mas,saya ada baju sementara untuk mengganti baju mas yang basah atau makan-makan dulu di rumah saya sebagai ucapan terima kasih”


“Gak usah bu,gak perlu repot-repot saya mau langsung pulang saja lagian udah mau maghrib juga,yaudah saya pamit duluan”,ucapku berusaha menolak.


“Dek lain kali kamu hati-hati ya…,jangan sampai terpeleset lagi”,aku menasehati anak tersebut sebelum melangkah pergi.


“Wah si mas atlet renang ya,hebat banget aksi mas tadi”,ucap salah satu orang yang berkumpul melihat kejadian tadi,aku hanya tersenyum mendengar ucapan orang itu tanpa menjawab pertanyaannya. Singkat cerita aku telah sampai rumah…


“Assamualaikum”


“Walaikumsalam,Eleuh…eleuh kenapa eta baju bararaseuh kitu?”,jawab ibuku lalu bertanya.


“Iya nih tadi kehujanan dijalan”,jawabku beralasan.


“Mana aya hujan Endo?,disini gak ujan ah!”


“Iya disini gak ujan,di depok ujan bu”


“Ooookitunyah?,yaudah sana cepet mandi,entar kamu malah masuk angin lagi”


Aku langsung ke kamar mandi,ku lepas bajuku lalu seperti biasa aku menatap cermin melihat diriku yang kini telah berubah,masih terlihat sebuah Kristal berwarna hijau menempel di dada kiri,huuufffsss… aku menarik nafas menegarkan diri atas apa yang terjadi pada diriku ini,iseng-iseng aku menguji kemampuanku sambil mandi,aku mulai dengan berkonsentrasi dan mencoba fokus merasakan air yang ada di ember yang jaraknya sekitar 1 meter dari tempat ku berdiri lalu kulakukan gerakan tangan seperti mengangkat dan WOW air tersebut berhasil terangkat dan melayang seakan tak ada gaya gravitasi di kamar mandiku,aku yang kagum bisa melakukan itu terus mencoba beberapa variasi gerakan hingga aku paham dan pandai mengendalikan air tersebut sampai-sampai aku mandi tanpa menggunakan alat bantu seperti gayung atau shower karena air yang sudah bisa ku kendalikan bisa meliuk-liuk memutar dan membilas tubuhku dengan sendirinya yang hanya diperintahkan oleh gerakan tangan dan pikiranku.


Dari kejadian itu aku pun tak sekedar mencoba kemampuanku yang bisa mengendalikan air tapi juga ingin mencoba belajar melatih kemampuan-kemapuan lainnya seperti apa yang di katakan oleh Cembul dan Madura dalam mimpiku.


[Bumi pukul 07:30, 7 Juni 2016]


Dalam perjalanan menuju Kampus tepatnya di jalan Tanjung Barat tiba-tiba di tengah jalan aku di pepet oleh dua orang pemuda yang satu mengendarai sepeda motor dan yang satunya lagi dibonceng,pemuda tersebut memberi gestur agar aku berhenti dan menepi ,setelah kuhentikan motorku di pinggir jalan ,dengan gerakan terburu-buru kedua pemuda tersebut turun dari motor lalu menghampiriku…


“Bro… lo yang tadi tabrak lari adek gue kan?”,gertak pemuda yang mengendarai motor tersebut langsung menuduh.


“Iya nih pasti dia bang orangnya!,ciri-ciri motornya sama terus warna baju nya juga sama”,timpal pemuda yang dibonceng.


“Wah bro lo harus tanggung jawab dong..!!,jangan kabur seenaknya,pokoknya sekarang lo harus ikut gue untuk lihat kondisi adek gue sekarang”


“Bentar…bentar,maksud kalian berdua apa sih main nuduh-nuduh gitu?,sumpah..!,aku gak nabrak siapapun dan selama ini aku gak pernah nabrak-nabrak orang”


“Demi allah aku gak bohong,aku ni ya….dari rumah mau ke kampus dan selama perjalanan normal-normal aja,jangankan nabrak…ngeliat orang nabrak pun enggak..!”


“Udah sekarang lo jangan banyak bacot!,jangan banyak alesan,lo ikut gue terus lo temuin adek gue,biar adek gue yang pastiin lo atau bukan pelakunya”.


Setelah aku amati dari percakapan dan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kedua pemuda tersebut aku langsung teringat akan peristiwa yang dialami oleh salah satu teman kampusku tentang modus pembegalan yang di awali dengan mencari target korban yang mengendarai sepeda motor lalu si korban dituduh menabrak atau memukuli saudara sang pelaku yang tentu saja saudara pelaku itu sebenarnya tidak ada karena itu hanyalah sebuah alibi belaka,setelah si korban panik lantas menuruti sang pelaku karena si korban tidak merasa melakukannya dan hal itulah yang di manfaatkan para pelaku modus tersebut,dengan memanfaatkan rasa panik dan rasa tidak bersalah si korban…,pelaku akan menyuruh si korban menemui saudara pelaku dan otomatis si korban akan menurutinya,dan nantinya si korban bukan di bawa menemui saudaranya tetapi si korban akan di bawa ke tempat yang sepi jauh dari pemukiman atau orang banyak,dengan begitu si korban akan menjadi sasaran empuk untuk di dzalimi lalu merampas sepeda motor milik si korban karena memang itu inti tujuan para pelaku,nah hal itu hampir mirip bahkan serupa dengan apa yang saat ini terjadi padaku…


“Wah ini pasti begal”,dalam benakku.


Tidak ingin menjadi korban begal tersebut lantas aku memutar akal hingga aku mendapatkan sebuah ide…


“Baik ayo kita temuin adek abang,emang aku gak merasa bersalah kok,tapi kita ke ATM dulu ya sebentar…,mau ngambil uang buat jaga-jaga aja siapa tau aja adek abang sebut aku pelakunya”


“Emang lo gak ada duit lagi apa di dompet?”


“Gak ada bang…kosong melompong…tuh liat”,aku membuka isi dompet dan memperlihatkan ke kedua pemuda itu.


“Yaudah kalau abang gak percaya gini aja deh…,salah satu dari abang ini ikut boncengan di sepeda motorku aja,jadi aku gak bisa kabur kan?”,lanjutku merencanakan ideku.


Mendengar permintaanku tersebut kedua pemuda itu lantas berdiskusi,sampai akhirnya sepakat salah satu pemuda itu ikut berboncengan di sepeda motorku,sesuai rencana tanpa ada rasa curiga mereka berdua ku bawa ke suatu tempat,yang jelas bukan ATM seperti yang aku bilang tadi pada mereka melainkan diam-diam mereka akan ku bawa ke Kantor Polisi namun di tengah perjalanan mereka mulai mencurigai rencanaku…


“WOY !!,lo sebenernya mau kemana?,itu barusan ada beberapa ATM lo lewatin!,wah lo jangan macem-macem ya?!”


“Bukan ATM itu bang…beda Bank,ATM punya saya Bank Indonesia “


“Halahh…berhenti..!!,cepet berhenti!!”


“Sabar bang sabar…bentar lagi kok nyampe”


Seketika pemuda yang aku bonceng mengeluarkan sebuah belati dari balik bajunya lalu mengarahkan dan menempelkan belati tersebut ke leherku…


“Berhenti…kalo nggak gue gorok leher lo!”, benar saja dugaanku mereka berdua adalah begal.