
Sedang asyik aku berbincang-bincang berduaan dengan Nesya kami berdua dikejutkan dengan kedatangan tiga orang berperawakan kekar,berwajah sangar,berpenampilan preman dengan banyak tattoo di tangannya menghampiri kami…
“Ehm..ehm..!,enak nih pacaran di tempat sepi”,celetuk bandit 1,dugaanku mereka bertiga adalah bandit-bandit preman yang selalu mengacau di sekitaran Taman Hutan Kota.
“Boleh juga nih cewek lo,bagi-bagi dong…sharing lah..!!”,timpal bandit 2.
“Eh lo kalo ngomong dijaga ya!!”,tegasku sambil menunjuk wajah salah satu bandit tersebut.
“Wah nyolot nih bocah,lu gak tau siapa gue ya?”,sahut bandit 3.
“Udah sikat aja”
Melihat itu Nesya menjadi ketakutan,aku pun berusaha melindungi kekasihku tersebut dengan menempatkannya di belakangku…
“Bang…sabar bang…tunggu-tunggu…,sebenernya mau abang-abang ini apa sih?,kita gak pernah kok berurusan dengan kalian apalagi mengusik….jadi tolonglah jangan ganggu kami berdua”,pintaku berusaha melunakan ke 3 bandit tersebut.
“Mau gue?,hmmmm…yang seperti gue bilang tadi,gue dan kawan-kawan mau cewek lo yang cantik itu…boleh kan? Hahahaha”
“Hahaha…yoi,secelup dua celup lah”
“Pliss bang,gue mohon jangan ganggu cewek gue…,lo mau HP gue ?,ambil,uang di dompet?,ambil,atau jam tangan gue?,ambil bang ambil aja semua….,asalkan jangan ganggu lagi kita berdua”
“Hmmmm…gimana nih guy’s?,terima gak tawarannya?”
“Kurang itu mah bos..!,udah sikat aja semua”
“Bang..bang jangan bang..!!”,pintaku memelas.
“Tolong…!!,tolong..!!”,teriak Nesya,namun seketika bandit 2 mengeluarkan pisau lalu mengancamnya.
“Diem..!!,sekali lagi teriak gue gak bakalan segan-segan membunuh kalian berdua!!”,tegas bandit 2 sambil mengarahkan mata pisau ke hadapan kami berdua.
Tiba-tiba bandit 1 melayangkan tinju tepat mengenai wajahku…aku pun tersungkur jatuh ke tanah belum puas sampai disitu para bandit itu kemudian menendang-nendang keras tubuhku namun aku tak melawannya karena Nesya tahu aku tak bisa beladiri …jika aku melawan lalu tiba-tiba aku jadi jago beladiri maka otomatis Nesya akan curiga dan aku tak mau itu terjadi karena aku tak mau Nesya tahu kalau aku memiliki kekuatan…
“Ampun bang ampun”,aku meringis kesakitan.
“Cukup..!!,hentikan..!!,jangan sakiti dia…aku mohon..”,pinta Nesya memelas sambil menangis tak tega melihatku dipukuli.
“Sabar ya cantik…,apa kamu sudah gak sabar lagi?,baiklah kalau begitu…sekarang tiba giliranmu”
“Sssstttt…jangan berisik yaaa,atau gue gorok leher lo..!!”
“Tolong…tolong…”,lirih Nesya dengan suara sengau karena tangan bandit 1 membekap mulutnya.
Aku yang saat itu tersungkur tergeletak di atas tanah lalu berusaha berdiri untuk menyelamatkan Nesya karena aku tak ingin hal buruk terjadi pada kekasihku,tapi setelah mencoba …aku tak sanggup untuk berdiri ….bahkan aku tak bisa merasakan kakiku mungkin ada tulang yang patah,dalam kondisi tersebut di benakku aku harus memanfaatkan salah satu kekuatanku mungkin sudah saatnya Nesya tahu, namun tiba-tiba aku seperti mengalami halusinasi atau ada semacam bayangan ingatan di kepalaku…
“Kak Bali bangun kak…!!,sadarlah kak…coba lawan dengan menggunakan jurus Ajisukma”,ucap seseorang berulangkali setelah itu aku melihat dua orang sedang memperagakan jurus Ajisukma hingga akhirnya aku tersadar dari halusinasiku…
“Ajisukma…?”,tanpa berpikir lagi aku langsung mempraktikan jurus tersebut sesuai wangsit yang kudapat dari halusinasi tadi,kupejamkan mata dengan jari telunjuk menempel di kening lalu...#WUFFF!! awalnya aku terkejut melihat tubuhku sendiri tergeletak di tanah tapi aku langsung memahami bahwa saat itu roh atau jiwaku sedang berada di luar raganya lalu aku bergegas menyelamatkan Nesya dari ketiga bandit yang ingin memperkosanya,dengan gagah berani aku siap menghadapi para bandit itu namun ternyata mereka tak bisa melihatku mungkin karena sekarang ini aku hanya sesosok jiwa tanpa raga ,tanpa menunggu lama lagi aku langsung menghajar ketiga bandit tersebut dengan sekali pukulan sang bandit 1 terpental jauh dan tak lagi berdaya begitu pun dengan bandit 2 dan bandit 3,dalam sekejap aku mampu melumpuhkan ketiga bandit tersebut.
“Bee…Bee…!!,kamu gak kenapa-kenapa kan?”,tanyaku khawatir. Tapi kulihat Nesya hanya menoleh kiri kanan seperti kebingungan…
“Oh iya dia kan gak bakalan bisa lihat dan denger suaraku”
Aku pun kembali menghampiri tubuhku,sempat bingung karena tidak tahu bagaimana caranya kembali masuk kedalam tubuhku,tapi akhirnya aku berhasil masuk kedalam tubuhku lagi hanya dengan melakukan hal yang sama saat ku memulainya…
“Dodo...!,bangun do…!,do jangan tinggalin aku…,aku masih butuh kamu do…”,ucap Nesya sambil terisak.
“Aku tidak akan ninggalin kamu kok”,jawabku pelan.
“Dodo…?,kamu masih hidup..??,Alhamdulillah ya allah”
“Iya masih lah,mungkin tadi aku cuma pingsan”
“Soalnya tadi aku cek kamu udah gak bernafas dan aku cek denyut nadi kamu juga gak terasa,jadi aku kira kamu udah gak ada do….aku udah ketakutan tadi”,lirih Nesya meneteskan air mata.
“ Udah kamu jangan nangis,buktinya sekarang aku gak apa-apa,auww…!!,masih sedikit sakit sih hehe”
“Ya ampun do kaki kamu…!”
“Iya …patah,tapi gak apa-apa nanti juga sembuh..yang penting bukan hati aku yang patah”
“Astaga kamu do..kondisi parah kayak gini masih aja bercanda,ini serius loh”
Nesya langsung menghubungi layanan darurat lantas mobil ambulance membawaku ke rumah sakit sedangkan ketiga bandit ditangani langsung oleh pihak Kepolisian Negara…
“Bee..kamu belum kasih tau orang tua aku kan?”,tanyaku saat berada dalam mobil ambulance