
"Apa…?!!!,siapa yang telah membunuh adikku?!",Tanya Madura lantang dengan mata yang memerah menahan amarah yang memuncak.
"Ini semua ulah Ra Toba..!!,dia sengaja meracuni paman dengan memanfaatkan Ra Java & Ra Jaya yang berpura-pura menjadi hamba dan Ra Bintan..!!",jawab Ra Bali tegas.
"Apa…!!!,Ra Toba..??!,benarkah yang kau katakan itu..??!!",Tanya Madura
"Benar Paduka",jawab Ra Bali.
Mendengar itu Madura murka,ia lantas memerintahkan semua prajurit untuk menangkap ketiga putranya tersebut.
Disaat situasi kerajaan Kawaratu sedang genting karena kematian Semarang Samarinda alias Manokwari sang putri tunggal Kutai diam-diam kembali mengunjungi Kawadomas…
"Sembah sujudku yang mulia",ucap Manokwari bersimpuh.
"Hamba ingin memberikan informasi keadaan Kawaratu terkini yang mulia", ujar Manokwari
"Katakanlah",singkat Kutai.
"Hamba telah berhasil menjalankan perintah yang mulia… kini sang penjaga Gapura telah tewas ditangan keponakannya sendiri ",ucap Manokwari
"Semarang tewas..??!,benarkah?,apa kau melihatnya?",Tanya Kutai
"Benar yang mulia hamba melihat dengan mata kepala sendiri",jawab Manokwari.
"Bagus…kau memang putriku yang bisa aku andalkan!!,berarti ini saatnya kita menyerang Gapura dan mengambil ke-8 pusaka itu",ujar Kutai.
"Tapi yang mulia ayahanda …Madura sudah mengetahui Ra Toba yang telah meracuni Semarang,bahkan dia memerintahkan seluruh prajurit untuk menangkap ketiga putranya itu",jelas Manokwari.
"Kalau begitu kita harus bergerak secepatnya sebelum penyamaranmu diketahui,tugasmu sekarang adalah membuat gaduh istana kerajaan dengan memprovokasi Ra Toba agar ia melawan ayahnya sendiri…dengan begitu perhatian mereka ke Gapura akan teralihkan ",ucap Kutai bersiasat.
"Baiklah yang mulia",singkat Manokwari lalu kembali ke Kawaratu untuk menjalankan rencana sang Suhu Kawadomas tersebut.
Sementara itu di Gapura Ra Bintan yang sedang menjaga pusaka 8 Kora seorang diri tiba-tiba ia didatangi segerombol pasukan Kawadomas,memanfaatkan keadaan Gapura yang kini tak lagi dijaga oleh Semarang…. Kutai memerintahkan Borneo untuk menyerang kembali Gapura…
"Berhenti…!!,mau apa lagi kau datang lagi kemari Borneo?!,Tegas Ra Bintan.
"Hehe..dasar bocah bodoh..!!,mau apa kau bilang?,sudah pasti aku mau merebut ke-8 pusaka itu..!!",jawab Borneo.
"Kalau begitu langkahi dulu mayatku!",ujar Ra Bintan.
*** Ra Toba yang kini menjadi buronan kerajaan sedang berada di suatu tempat persembunyian
"Toba…",panggil Samarinda pelan
"Dinda..?,bagaimana kau tahu aku ada disini?",Tanya Ra Toba.
"Ya tahu dong…hampir semua kebiasaanmu,kesukaanmu termasuk tempat yang sering kamu datangi ketika ada masalah..yaa seperti sekarang ini",jawab Samarinda.
"Mengapa kamu menemuiku?,aku ini sekarang seorang buronan… jadi pergilah!,untuk saat ini jangan temui aku dulu,aku takut kamu terbawa kedalam masalah ini dan terjadi apa-apa denganmu",ujar Ra Toba.
"Oh rupanya sekarang kamu sudah menjadi seorang pengecut..!!",ucap Samarinda.
"Apa maksudmu..??!,aku bukan pengecut",bantah Ra Toba.
"Kalau bukan pengecut…lalu apa namanya kalau seseorang yang hanya bisa bersembunyi dari masalahnya?,ksatria?,calon Suhu kerajaan?,bukan….bukan keduanya..,kamu cuma seorang pengecut!!"ujar Samarinda.
"Cukup dinda!!,aku bukan pengecut..!!",tegas Ra Toba.
"Kalau begitu buktikanlah….buktikan padaku bahwa kamu bukan seorang pengecut",ucap Samarinda.
"Baiklah akan kubuktikan",ucap Ra Toba.
Ra Toba berusaha mengumpulkan sisa-sisa para prajurit yang loyal dan ingin ikut bergabung bersamanya,hingga suatu hari ia dan para prajuritnya menuju istana untuk melakukan kudeta namun belum sampai di istana meraka sudah dihadang oleh pasukan kerajaan dan Ra Bali sebagai komando.
"Berhenti..!!",teriak Ra Bali menghentikan rombongan.
"Ada apa ini…?!,mengapa kau menghalangiku…!?,Tanya Ra Toba marah.
"Maaf Ra Toba,aku terpaksa…karena sekarang kamu adalah buronan,aku harus membawamu kehadapan Suhu untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu",jawab Ra Bali.
"Tunggu sebentar..!!,apakah kamu sadar?,aku ini kakakmu..!!,dengarkan aku….aku ini calon Suhu kerajaan ini…kau harus mendukung,jika kamu membantuku aku akan menganngkatmu sebagai panglima perang Kawaratu…bagaimana kamu mau itu?"ucap Ra Toba.
"Aku tidak haus akan kekuasaan sepertimu…!!,yang aku mau sekarang kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu atas kematian paman Semarang dan Ra Bintan…!!,kau harus dihukum Ra Toba..!!",tegas Ra Bali.
"Kala itu Ra Bintan sedang bertempur seorang diri melawan ratusan pasukan yang dipimpin Borneo,dengan kekuatan yang tak seimbang jelas ia kewalahan mempertahankan pusaka kerajaan walau pada saat itu sang Suhu beserta prajurit-prajurit kerajaan sempat datang membantu dan turut ikut berperang namun sang Suhu hanya berhasil mempertahankan ke-8 Kora tapi tidak dengan Ra Bintan,nyawanya tak tertolong lagi ia menghembuskan nafas terakhir setelah tertusuk tombak milik Borneo tepat di jantungnya dan karena ulahmu juga Ra Java dan Ra Jaya harus menanggung hukuman mendekam di kerak kerajaan karena bersekongkol denganmu untuk membunuh Semarang",Ra Bali menceritakan.
Tanpa banyak bicara lagi Ra Bali dan pasukannya mengepung dan menyerang rombongan Ra Toba,lantas perang saudara pun terjadi kedua kubu silih berganti melancarkan serangan namun karena kubu Ra Toba kalah jumlah maka tak perlu waktu lama bagi Ra Bali menaklukan Ra Toba dan pasukannya,setelah itu Ra Bali membawa kakaknya tersebut kehadapan sang Suhu untuk diadili.