
Sebenarnya aku belum puas rebahan tapi ya gitu deh punya pacar bawel..hufffsss,aku pun mulai menurunkan barang-barang yang ada di mobil tiba-tiba seseorang datang menghampiriku…
"Wengi mas Endo",sapa orang itu dengan logat jawa yang kental
"Malam pak,siapa ya?",aku tak mengenali karena disitu minim penerangan.
"Iki mbah…mbah Min"
"Oalah…mbah toh,tak kirain siapa…,gelap mbah jadi gak keliatan haha",setelah menyebutkan namanya aku baru menyadari kalau itu Mbah Min,ia adalah pemilik rumah yang dijadikan basecamp Barameru.
"Mau kemana mbah gelap-gelapan begini?"
"Nganu mas,mbah mau ke mushola"
"Ooo yowes mau tak anter?"
"Ojo..ojo..rausah repot-repot mas,wis biasa gelap-gelapan"
"Mas Endo besok mau muncak?",lanjut mbah Min bertanya.
"Iya mbah nanti subuh sekalian ada tugas dari kampus"
"O ngono…,sendirian?"
"Berdua Mbah,biasa sama Nesya"
"O sama Nesya,yowes kalian berdua hati-hati,jangan lupa baca doa"
"Siap mbah"
"Yowes mbah ke mushola dulu"
"Monggo mbah,hati-hati yo mbah"
Malam semakin larut udara disekitaran Merapi pun semakin terasa dingin,aku dan nesya masih sibuk repacking mempersiapkan kebutuhan untuk pendakian esok pagi…
"Hiiiii dingin banget ya?,biasanya gak sedingin ini",ujar nesya kedinginan.
"Jelas dingin sekarang kan udah pas tengah-tengah musim kemarau,kalau musim kemarau otomatis suhu didaerah pegunungan kayak disini jadi tambah dingin,kalau waktu terakhir kita kesini itu kan pas di penghujung musim hujan",jelasku.
"Oooo…,aku mau dipeluk",pinta nesya dengan manja.
"Sini aku peluk"
"Ikhhh parah hahaha"
"Hoooaamm,aku udah ngantuk nih",kata nesya sambil menguap.
"Aku juga sama nih,wah pantesan udah jam 22:00, yaudah sebaiknya kita tidur sekarang supaya besok gak kesiangan"
"Emang nanti kita berangkat jam berapa do?"
"Ya seperti biasa…,jam 4 subuh siap tempur"
Kami berdua pun akhirnya pergi tidur dan menuju kamar masing-masing yang letaknya bersebelahan….
***
Suara ayam jantan mulai berkokok terdengar saling bersahutan menandakan sebentar lagi sang fajar tiba,aku dan nesya sudah bersiap untuk memulai pendakian,selain kami berdua ada beberapa rombongan juga ikut mendaki ke puncak Merapi lengkap bersama guide dan porter,seperti biasa sebelum perjalanan dimulai kita berkumpul memutar membentuk lingkaran untuk briefing….
"Bismillahirahmannirahim,sebelum kita memulai pendakian mari kita semua terlebih dahulu berdoa agar kita semua diberi keselamatan dan kelancaran dalam melakukan aktifitas ini",ucap mbah Min yang sudah dianggap sebagai sesepuh disini.
"Mbah juga mewanti-wanti kepada kalian semua agar selalu berhati-hati,waspada,senantiasa menjaga kebersihan dan tidak merusak"
"Satu hal lagi yang mesti kalian perhatikan…,kehidupan di bumi ini bukan hanya manusia sesuai budaya dan kepercayaan disini kita harus selalu menghormati satu sama lain,maka karena itu etika,tata krama serta sopan santun harus senantiasa dijaga selama pendakian",lanjut mbah Min.
"Sekian saja yang bisa mbah sampaikan,mari kita panjatkan doa sesuai kepercayaan masing-masing agar segala hal buruk dan hal hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,berdoa dimulai",tegas mbah Min memimpin doa.
Aku dan Nesya dan para pendaki lainnya memulai perjalanan menuju puncak Merapi,perlu diketahui bahwa sebelum mencapai puncak para pendaki harus melewati 4 trek yang tersedia di jalur pendakian yaitu trek Basecamp Post 1 Post 2 Watu Gajah Puncak Merapi dan masing-masing trek berbeda-beda level kesulitannya,yang pasti semakin jauh semakin dahsyat rintangannya karena jalur yang dilewati akan semakin terjal dan licin ,bila ada salah satu pendaki yang kelelahan mereka biasanya beristirahat atau mendirikan tenda disetiap trek-trek tersebut,dan rintangan pertama yang harus kami tempuh adalah jalur Basecamp Post 1,jalur ini bisa dibilang cukup ringan karena masih ada disekitaran ladang-ladang warga setempat dan sebagian jalurnya sudah beraspal ,setelah berjalan dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam akhirnya kami berdua sampai di Post 1.
"Hufffsss…cape juga ternyata",ujar Nesya dengan nafas terengah-engah.
"Iyaya kali ini berasa cape,padahal ini jalurnya masih landai,mungkin karena kita udah lama gak hiking kali ya?",timpalku sambil menyeka keringat dikening dengan lengan.
"Ho'oh,udah hampir setahun loh kita gak hiking"
"Oiya…nanti kita mau riset dimana?",lanjut nesya bertanya.
"Hmmm..kita riset ditempat waktu kemaren aja,aku mau tau hasilnya beda atau enggak",jawabku.
Mentari pagi yang semakin bersinar menyoroti dan sedikit menghangatkan tubuh kami yang kedinginan,kami berdua pun melanjutkan trek pendakian selanjutnya yaitu perjalanan dari Post 1 Post 2,nah untuk jalur yang akan kami lewati ini lumayan menantang selain terbilang cukup terjal jalan menuju Post 2 juga cukup licin ditambah jurang-jurang curam dikanan-kiri jalur ,jadi para pendaki benar-benar harus ekstra hati-hati,lengah sedikit saja…?, lewat!.
"Do..,bantuin aku donk",pinta nesya yang kesulitan melangkah.