NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Kekuatan Endo #11



“Selamat pagi semua”,sapa Pak Mijan kepada semua muridnya mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kelas.


“Selamat pagi Pak Dosen”,sahut semua murid.


Tak lama setelah itu sang Dosen mengarah pandangannya ke arahku…


“Eh Cendol..!!,kenapa kemarin kamu bolos?”,Tanya sang Dosen diiringi dengan gelak tawa para siswa.


“Endo pak bukan Cendol”


“Halah ya mirip sedikitlah…udah jawab kenapa kemarin kamu bolos?”


“Sakit Pak” ; “Kenapa kamu tidak kasih kabar?” ; “Gak ada pulsa Pak” ; “Kenapa gak beli pulsa?”


“Kan lagi sakit Pak”


“Pinterrr..kamu bikin alesan ya…!,ya sudah lain kali sebisa mungkin kalau tidak bisa masuk kuliah kamu harus kasih kabar,ini berlaku untuk kalian semua....,baiklah kita mulai pelajaran hari ini adalah bagaimana cara mendeteksi lokasi panas bumi tanpa menggunakan alat bantu”.


Empat jam kemudian….


Jam mata kuliah pertama sudah selesai,aku yang masih penasaran akan kejadian tadi pagi mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi?,apakah memang hanya sebuah kebetulan Pak Mijan tak melihatku karena dia sedang berjalan sambil melamun atau memang aku memiliki kemampuan lain?. Dengan rasa penasaran itu aku pergi ke toilet,sesampainya disana aku menghadap cermin lalu aku mundur kebelakang sampai mepet tembok,lalu aku kembali memikirkan andai aku tak terlihat….,namun setelah beberapa kali aku mencobanya tidak terjadi apapun…aku masih terlihat di cermin,dalam pikirku mungkin kejadian tadi hanya sebuah kebetulan saja karena Pak Mijan yang sedang melamun saat berjalan di sampingku,namun baru saja aku mau keluar toilet aku mendengar suara obrolan para mahasiswi yang terdengar semakin mendekat….semakin dekat… dan membuka pintu toilet…ternyata mereka akan masuk ke toilet yang saat itu kuberada….,dengan perasaan panik aku pun bertanya-tanya mengapa mereka masuk toilet pria?,atau jangan-jangan…?,OH MY GOD!! Aku salah masuk…ternyata saat itu aku berada di toilet wanita,dengan perasaan takut karena mereka akan menuduhku pengintip bahkan cabul, saat itu aku tak bisa berbuat banyak dan lagi-lagi hanya bisa memikirkan andai aku tak terlihat dan #JRENGG!! bersamaan dengan mereka para cewek-cewek kampus yang sepertinya habis melakukan latihan cheer memasuki toilet…


“Eh kita berempat foto selfie dulu yuk…” ; “Ikh masa selfie di toilet sih..ada-ada aja” ; “Ya gapapa keles…kekinian tau”, mereka berempat tengah asyik mengobrol tanpa menyadari keberadaanku,aku yang heran akan hal itu langsung melihat cermin dan benar saja….aku tak nampak di cermin toilet itu…jadi kesimpulannya hal yang sama kembali terulang persis dengan kejadian dimana pagi tadi Pak Mijan tak melihat keberadaanku padahal saat itu aku ada tepat di hadapannya. Aku melihat mereka beroto-foto ria tak lama setelah itu mereka satu persatu melepaskan pakaiannya masing-masing….


“Ya tuhan…gimana ini”,ucapku kebingungan karena aku hanya bisa terdiam dan mematung,aku takut bila aku bergerak sedikit saja bisa membuatku jadi nampak terlihat,aku berusaha memejamkan mataku untuk tidak mengintip, Tapi jujur saja…. sekuat apapun aku menahan mata ini untuk tak melihat mereka yang sedang berganti pakaian… aku tetap lelaki normal yang akan terpancing gairahnya bila melihat bagian intim wanita. Saat itu mau tidak mau aku melihat bagian tubuh keempat cewek kampus tersebut, dengan mata yang terkadang memejam terkadang pula mengintip....maklum aku bukan termasuk lelaki yang kuat iman menahan godaan ajimumpung peristiwa saat itu sehingga masih ada sedikit pikiran mesum di otakku…hehe namanya juga anak kampus. 15 menit telah berlalu….para cewek kampus yang telah selesai berganti pakaian keluar dari toilet…


“Hufffss akhirnya”,tarik nafasku yang menahan pegal karena diam mematung selama di toilet.


[Bumi, 9 Juni 2016]


Hari yang cerah…kebetulan hari ini aku tidak ada jadwal kuliah…jadi aku berinisiatif memanfaatkan kemampuan dan kekuatanku untuk menolong orang yang membutuhkan bantuan sekaligus memberantas para pelaku kejahatan. Dengan penampilanku yang memakai sweater bertudung berwarna hijau tosca, celana jeans,sepatu jogging,wajah ditutupi masker dan berkacamata hitam,sengaja aku berpenampilan demikian agar tak ada seorang pun yang bisa mengenaliku. Maka hari ini adalah hari dimana petualangan heroikku yang sesungguhnya dimulai….


Pertama-tama aku beraksi di sekitaran pasar yang tak begitu jauh dari tempat tinggalku…,belum lama aku berada disana aku melihat seorang pria bertubuh gempal sedang memalak seorang pedagang…


“Ada apa ini Bu?”,tanyaku kepada ibu pemilik lapak yang berjualan sayuran.


“Tidak ada apa-apa Mas”,jawab ibu itu dengan nada seperti orang ketakutan.


“Ohya Mas ini lagi malak Si Ibu ya?,tanyaku kepada yang menurut dugaanku adalah seorang preman pasar.


“Siapa yang malak?,jangan ngomong sembarangan lo !,ini memang sudah jatah harian”


“Jatah apa?,emangnya resmi dari pihak pengelola pasar?”


“Wah cari mati lo ya?,lo belom tau siapa gue!?”


“Ibu ngasih berapa tadi bu?”,tanyaku kepada ibu pemilik lapak.


Belum sempat Ibu itu menjawab pertanyaanku…sang preman tiba-tiba melayangkan bogem mentahnya ke arah wajahku namun dengan cepat aku mengelak…ku lihat tepat di samping kios sayuran milik Ibu tadi ada kios penjual ayam yang kebetulan ada sebuah lilin dengan api menyala yang sebagaimana berfungsi untuk mengusir lalat…lalu dengan kemampuanku aku menggerakkan tangan menjadikan api dari lilin tersebut berpindah ke bokong si preman lalu api itu membesar sehingga bokongnya terbakar dan si preman pasar pun lari terpontang panting kepanasan,setelah itu aku membekuk preman tersebut lalu berteriak memberi pengumuman…


“Kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang berjualan di pasar ini…sekarang berjualanlah dengan tenang karena preman pasar yang sering memalak atau melakukan pungli sudah saya lumpuhkan…kini saya meminta bantuan kepada siapa saja tolong bawa preman ini ke kantor polisi,terima kasih”.


Selanjutnya aku pergi ke Terminal untuk melumpuhkan copet-copet yang berkeliaran kemudian menjelajah pasar-pasar atau terminal lainnya yang ada di Kota Jakarta untuk melakukan hal yang sama yaitu memberantas penyakit-penyakit masyarakat yang menurutku belum terlalu di perhatikan oleh pihak yang berwajib…mungkin bagi beberapa dari mereka tidak begitu menguntungkan bila mengatasi penjahat kelas teri tapi bagiku sekecil apapun bentuk kejahatan akan sangat merugikan masyarakat apalagi rakyat kecil.