NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Kekuatan Endo #4



“Jangan pake alesan…”


“Iya…iya ampun Bee…suer aku gak ulangin lagi…lain kali kalo digoda dan dirayu aku cuekin…aku janji”


“Bener ya?” ; “Iya bener…janji”


“By the way kamu cemburu yaaaaa???”,tanyaku meledek.


“Idih…siapa yang cemburu?,huuuu ke GeeRan!”


“Owya gimana keadaan kamu?,udah sehat?”,Tanya Nesya.


“Alhamdulillah udah mendingan”


“Syukur deh kalo gitu,yaudah bentar lagi jam kuliah dimulai,ayo kita masuk”,ajak nesya lalu kami berdua masuk kelas dengan bergandengan tangan.


Setelah selesai jam mata kuliah aku dan Nesya jalan bareng di sekitaran kampus,kebetulan area kampusku sangat luas memiliki sebuah danau,taman,kebun dan area untuk penelitian,kami berdua berjalan menelusuri luasnya kampus sambil mengobrol dan bercanda riang,saat kami melewati kawasan sepi,aku melihat ada seseorang dibalik pohon sedang duduk bersandar.


“Do itu siapa ya?”


“Mana?” ; “Itutuh orang yang dibalik pohon”


“Aku gak kenal,siapa ya?,yaudah kita samperin”


“Bro…lagi ngapain bro”,tegurku lalu orang tersebut menoleh dan…..ternyata si Entis salah satu mahasiswa di kampusku yang terkenal kutu buku dan agak sedikit aneh-aneh gitu deh tapi pinter…


“Allahu akbar eta kirain teh siapa…keur naon lagi ngapain Tis mojok sendirian di tempat sepi?”


“Ini lagi baca-baca buku”


“Masyaallah..Ennnntisss…emangnya gak bisa apa baca di perpustakaan dari pada di kebon begini?,timpal Nesya.


“Yaaa…lebih enak disini,lebih khusuk”,ujar Entis.


“Eh sini..sini… aku dapat buku ini di perpustakaan kampus,buku ini tanpa judul dan tak tertera siapa penulisnya,setelah aku baca-baca,isinya tuh penuh dengan misteri”


“Misteri apa tis…?,misteri ilahi?”Tanyaku meledek.


“Ihhh…aku serius,buku ini menceritakan dan banyak mengungkap tentang asal usul bumi dan semua unsur misterinya,tapi aku belum baca semua sih”


“Ah mitos itu…eh Entis surentis sekarang teh udah tahun 2016,udah zaman modern,jadi soal gitu-gituan udah gak musim,yang musim sekarang itu…teknologi canggih,sains ilmiah terbaharukan dan fashion jadi jadul bingit deh kalo bahas gituan”


“Iya tuh…lagian juga gak jelas toh siapa penulis buku itu”,timpal nesya


“Hahaha…apa?dunia lain..? kayak acara TV yang ada kuntilanaknya itu?hahaha ada-ada aja kamu tis”,ucapku cengengesan mendengar cerita yang dibacakan si Entis itu.


“Iya nih kamu ada-ada aja,masa bumi tercipta dari benda?,kamu gak percaya tuhan apa?,yang menciptakan semesta alam ini ya tuhan atuh…”,timpal nesya.


“Ihhh…iya aku juga tau itu mah,tapi kan tuhan menciptakan sesuatu juga melalui proses,seperti halnya bayi yang terlahir ke dunia ini …yang prosesnya itu dari perjodohan dua insan manusia kemudian melakukan perkawinan lalu melendung lalu owa owa jadi orok...kitu tah maksudna,mungkin hal yang sama juga waktu bumi tercipta,gak langsung ujug-ujug cling langsung jadi bumi”


“Hmmmmm…”,aku cuma bisa garuk-garuk kepala mendengar penjelasan Entis.


“Terus ini nih….kalian tahu kan tentang sebuah giant asteroid yang menumbuk bumi kira-kira 60 juta tahun yang lalu yang meluluh lantahkan hingga memusnahkan seluruh spesies dinosaurus yang ada di muka bumi?,ternyata itu bukan sebuah asteroid melainkan benda ber-aura negatif itu dan menurut buku ini pula benda itu akan kembali bangkit dan akan menciptakan kekacauan bahkan kehancuran lagi pada planet bumi ini,menurut yang tertera di buku ini *kaping parantos duapuluh opat purnama nusantara dipingpinan ku pamingpin nu katujuh dina wengi sasih ka genep*, itu berarti tidak lama lagi benda itu akan segera bangkit“, jelas Entis dengan mimik muka serius.


“Halah…halah…tis tis,edan maneh percaya sama buku itu”


“Kok kamu kayaknya percaya banget sih tis sama tuh buku”,Tanya nesya.


“Yaaa..gak tau kenapa,mungkin karena apa yang tertulis disini sepemikiran denganku,selebihnya just feeling”


“Hadeuhh…udah ah,ayo Bee kita jalan lagi”,ajakku ke nesya.


Kami berdua pun melanjutkan jalan-jalan mengelilingi area kampus…


“Queen Bee…” ; “ Iya…?” “Hmmmm…gak jadi deh”


“Ikhh..kok gak jadi,kamu mau ngomong apa?”


“Aku mau bilang….?,cuma mau bilang….aku lupa mau ngomong apa hahaha”


“Gak jelas”,ketus nesya.


Sebenarnya aku mau ngomongin mengenai kemampuanku kepada nesya namun urung kulakukan karena setelah di pikir-pikir lagi sepertinya belum saatnya,takutnya dia malah merasa ilfeel .


“Oh ya…gimana kamu diterima magang di BMKG?”,tanyaku untuk mengalihkan pembicaraan.


“Alhamdulillah diterima,OMG…emang aku blom kasih tau ke kamu ya?,maaf ya honey”


“Hmmmm…,terus kapan mulai magang disitu?”


“Minggu depan” ; “minggu depan?,terus rencana kita ke Merapi lagi?”


“Oh soal itu…ya nanti kita atur lagi aja deh waktunya”