
“Waduhh susah dik…kakak gak bisa manjat pohon ini …soalnya batang pohonnya terlalu besar terus tinggi banget lagi,kakak belum terlalu mahir kalo manjat-manjat pohon besar begini”
“Kenapa harus cape-cape manjat kak?,kenapa kakak tidak menyuruh tupai itu saja,bicara padanya terus minta tolong ambilin balonku,gampangkan?”ucap anak itu #JRENGG!,
Mendengar ucapan anak itu aku terkejut setengah mati…
“Maksud kamu…??,siapa kamu sebenarnya?,tanyaku dengan terbata-bata.
Lalu anak kecil itu tiba-tiba menjadi hitam pekat,badannya membesar dan berubah wujud menjadi sesosok makhluk yang pernah kutemui di mimpiku semalam yaitu kaum Arma…
“Ini aku Raden…aku Cembul”
“Ka…kau?,ma...mau apa kau?”,ucapku terperangah.
“Aku hanya ingin menegaskan lagi,yang terjadi padamu saat ini sekarang adalah nyata,kau bisa bertemu dan berkomunikasi denganku hanya melalui mimpimu karena mimpi adalah suatu cara untuk memfasilitasi dan menyatukan energi kita yang berbeda karena kita dari alam yang berbeda. Aku ingatkan sekali lagi…kau adalah Natura..kau adalah anak semesta alam ini,kau memiliki kekuatan yang tak dimiliki manusia-manusia lain di bumi ini,
kau dapat mengendalikan semua unsur elemen yang ada di muka bumi ini,Air,Api,Angin,Tanah dan Metal termasuk menghijaukan kembali tumbuhan yang telah layu dan kering,mempercepat pertumbuhan akar ,ranting dan dedaunan semua jenis tumbuhan,
kau dapat mengerti dan mengucapkan semua bahasa yang ada di bumi ini tak terkecuali bahasa hewan,
kau mampu berenang dan menyelam layaknya ikan tanpa khawatir kehabisan nafas,
kau bisa mengendalikan cuaca disemua penjuru bumi ini sesuka hatimu,
kau juga memiliki kemampuan untuk bertelekinesis,berkamuflase,pendengaran super,mengendalikan gaya gravitasi bumi sehingga kau bisa terbang melayang bebas bagaikan burung,
dan yang paling inti adalah kau akan berubah wujud menjadi sesosok pria gagah perkasa dengan seukuran tubuh bangsa Agan apabila mengucapkan kalimat ajimat dan kau akan memiliki kemampuan bertarung dengan ditunjang tubuh yang kokoh bagai batu karang,tulang yang kuat bagai baja dan kulit yang tak mudah tergores bagai berlian”,jelas Cembul.
“Tapi satu hal yang harus kau ingat,suatu kekuatan besar akan memiliki tanggung jawab yang besar pula”,lanjut Cembul.
“Apa kau mengerti semua yang aku katakan?”,Tanya Cembul dengan tegas.
“Me…mengerti..iya aku mengerti”
“Baiklah…sekarang kau pejamkan matamu”,perintah Cembul lalu aku pun memejamkan mataku….
“Permisi……Permisi…..!!,mas bangun mas..!!”
“Hah….siapa kamu…?!”,teriakku kaget.
“Aku penjaga taman hutan kota ini mas,mas ketiduran ya?,sudah malam mas…kami mau tutup”
“Ohh…iya iya,makasih ya”,ucapku berusaha berdiri sambil mengucek-ngucek mata.
Ternyata sedari tadi aku ketiduran di bangku taman tersebut dan lagi-lagi aku mengalami mimpi hal yang serupa,lalu aku pun berjalan pergi meninggalkan tempat itu. Dalam perjalanan pulang tiba-tiba aku merasa perutku sudah keroncongan,aku yang tak kuasa menahan lapar memutus untuk berputar arah menuju ke tempat mangkal tukang nasi goreng langgananku jaraknya lumayan jauh kira-kira 500 meter dari taman hutan kota,langkah demi langkah ku telusuri jalan trotoar kota Jakarta ditemani hingar bingar lalu lalang kendaraan serta para pedagang kaki lima di kanan kiri jalan membuat pemandangan jadi agak semerawut namun apa boleh buat…beginilah kota Jakarta saat ini, setelah melewati jalan trotoar yang sangat ramai aku berniat memotong jalan dengan melewati jalan-jalan kecil atau yang biasa di sebut gang,suasana di gang berbanding terbalik dengan suasana di jalan raya,suasananya begitu sepi sedikit mencekam…
“Tolong….tolong….!!”,terdengar suara teriakan seseorang.
Aku langsung menghentikan langkahku dan terdiam sejenak memastikan dari arah mana suara minta tolong tadi berasal.
“Tolong….tolong…!,terdengar lagi teriakan itu,kali ini aku sudah mengetahui arah asal suara tersebut,tanpa berpikir panjang lagi aku bergegas berlari menuju sumber suara teriakan itu karena ingin tahu apa yang terjadi dan setelah ku hampiri ternyata seorang nenek berusaha menyelamatkan tas miliknya yang sedang ditarik-tarik oleh dua orang laki-laki mengendarai sepeda motor dengan wajah sangar berambut gondrong,bertubuh kekar dengan penuh tato mirip preman yang tak lain adalah jambret ,melihat itu aku tak bisa berdiam diri dan langsung mengejar kedua penjambret itu..
“Woi…!!!,berhenti…!!,jambret…jambret…!”,teriakku sambil terus berlari mengejar menghampiri sang jambret.
Mendengar suara teriakanku kedua jambret pun panik lalu mereka tega menendang sang nenek lantas menarik paksa tas miliknya dan langsung bergegas pergi dengan mengendarai sepeda motor,aku terus berusaha mengejar dan seketika salah satu penjambret yang di bonceng mengeluarkan sesuatu yang tak lain adalah senjata api lalu penjambret tersebut mengarahkan moncong pistolnya tersebut kepadaku…”DORRR!!”,tembakan dilepaskan sang jambret,secepat kilat aku langsung mengelak dan peluru yang ditembakan pun meleset,entah apa yang terjadi mengapa aku bisa melakukan hal demikian dan yang paling mengherankan lagi adalah tiba-tiba saja aku reflek melakukan suatu gerakan tangan seperti menarik sebuah tali yang terikat di sepeda motor penjambret tersebut padahal tidak ada apapun hingga membuat kedua penjambret itu terjungkal dari sepeda motornya,aku yang saat itu tidak ingin memikirkan dulu hal tersebut karena pada saat itu yang terpenting adalah menangkap para penjambret tersebut,setelah terjungkal dari sepeda motor yang mereka kendarai lalu aku dan orang-orang yang sudah berdatangan karena mendengar teriakanku tadi langsung meringkus kedua penjambret yang sudah tak berdaya tersebut kemudian membawanya ke pihak yang berwajib.
“Ini nek tasnya…”,ucapku mengembalikan tas milik sang nenek yang dijambret.
“Alhamdulillah…terima kasih ya mas…untung ada mas nya jadi uang pensiunan nenek untuk biaya pengobatan cucu nenek aman,sekali lagi nenek ucapkan terimakasih banyak”
“Sama-sama nek,oh cucu nenek lagi sakit?,sakit apa?”
“Iya mas cucu nenek sedang sakit dia didiagnosis menderita hydrosefalus dan harus segera menjalani operasi”
“Ohh..aku turut prihatin nek,aku gak bisa bantu apa-apa,aku cuma bisa bantu doa semoga dengan uang pensiunan nenek yang kini aman dari penjambretan tadi bisa membantu dan menyembuhkan penyakit cucu nenek,amin….,yaudah kalau begitu aku permisi dulu ya nek”
Setelah kejadian barusan yang merupakan pertama kalinya aku menggagalkan penjambretan rasanya semakin tak kuasa menahan lapar dan aku pun melanjutkan perjalananku menuju tempat mangkal nasi goreng favoritku.
“Bang biasa ya…”,setelah sampai aku segera memesan sepiring nasi goreng pedes gila.
“Ok!,sendirian aja A si tetehnya gak di ajak?”ujar Kang Rakhmat penjual nasi goreng menanyakan nesya karena biasanya aku makan kesini berdua sama nesya.
“Iya nih sendirian”