NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Buku Misterius #4



Setelah percakapan itu Khamar menarik nafas dalam dalam…


“Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu?”,tanya Umayah


“Ya…aku sedang berpikir bagaimana cara menghentikan Santeta”


“Santeta?,apa itu?”,tanya Umayah bingung


“Santeta adalah sebuah Pusaka milik Suhu Kutai dari Kerajaan Kawadomas yang iri melihat kejayaan di Kerajaanku,Pusaka tersebut memiliki kekuatan jahat yang dapat menghancurkan duniamu ini”,jawab Khamar


“Sebelum jiwaku terjebak ditubuh ini…jiwaku juga pernah terjebak disuatu dimensi…suatu tempat tanpa ruang dan waktu…saat itu aku melihat duniamu masih dihuni oleh makhluk makhluk raksasa yang kalian sebut dinosaurus,dan dari sana aku menyaksikan Santeta datang menghantam dan melenyapkan semuanya…,lantas jiwaku ikut terlempar keluar dari dimensi tersebut karena suatu ledakan energi yang disebabkan oleh dahsyatnya hantaman Santeta saat menumbuk duniamu,lalu tanpa terasa dan kusadari…sekarang aku berada disini”,terang Khamar menjelaskan


“Berarti kamu terbebas dari dimensi tanpa ruang dan waktu karena kejadian itu?”


“Benar..bisa dibilang demikian”


“Lalu mengapa kamu harus menghentikan Santeta?,bukannya pusaka tersebut hancur saat menghantam Bumi?”,ujar Umayah


“Tidak…Pusaka itu tidak akan bisa hancur…,Santeta hanya akan berhenti saat ia berhasil menyelesaikan tugasnya yaitu….menghancurkan duniamu yang kau sebut Bumi…”


“Mengapa Santeta ingin menghancurkan Bumi?”,tanya Umayah lagi


“Karena Bumi adalah wadah dari salah satu Pusaka milikku yaitu Pusaka Kora Tilu...”


Ditengah percakapan tersebut terdengar sesuatu dari arah luar…


#Tung…Tung…Tung Tung!! Suara kentongan peringatan berbunyi


“Nipong …Nipong…ada Nipong…cepat bersembunyi!!”,sayup sayup teriakan warga terdengar dari luar


“Ada apa..?,apa yang mereka ributkan?”,tanya Khamar bingung


“Nipong…mereka datang!”, “Nipong?”


“Iya Nipong..sebutan untuk tentara jepang, sebaik kita cepat bersembunyi”


“Tidak...tidak perlu..aku disini saja,aku ingin tahu apa yang akan mereka lakukan”


“Kamu jangan bercanda!,mereka sangat berbahaya”


Sementara diluar rumah rombongan tentara jepang berjalan ketengah pemukiman dengan membawa beberapa warga yang kaki dan tangannya diikat salah satunya seeorang anak kecil perempuan…


“Kalian para Budak dengarkan ini baik baik!”,teriak salah satu tentara jepang dengan aksen orang jepang yang kental


“Kami mendengar bahwa di kampung ini kalian mengobati dan menyembunyikan para pemberontak!”


“Sekarang kami perintahkan kalian untuk menyerahkan para pemberontak tersebut dan katakan siapa yang bertanggung jawab atas semua ini…,kalau tidak kami tidak segan segan membunuh anak ini dan membakar kampung kalian!,tegas tentara jepang tersebut mengancam


“Maaf Tuan…Warga di kampung ini tidak pernah mengobati atau menyembunyikan orang yang Tuan maksud…mungkin Tuan salah mendengar”ucap seorang lelaki tua sambil bersimpuh dikedua kaki Nipong tersebut,yang diketahui lelaki tua itu adalah sesepuh Kampung


“Hey Pak tua..!!,kau pikir aku tuli ya…?,kau pikir aku bodoh..!!,asal kau tau Pak tua saya mendapatkan info itu dari seorang warga di kampung ini…!!!”


Tanpa berpikir lama Nipong tersebut lalu menembak kepala Sang Sesepuh tersebut dengan senjata api yang ia pegang...#DORR!!


Sejumlah warga yang menyaksikan aksi keji itu pun terkejut dan sangat ketakutan.


Di balik tirai jendela.. Khamar mengintip dan melihat kejadian tersebut dan seolah tak bisa berdiam diri ia berniat melakukan sesuatu…


“Kalian sudah tahu akibatnya jika coba coba berbohong!!,cepat serahkan mereka..!!,saya hitung sampai tiga…jika tidak maka anak ini akan saya tembak!!,teriak Nipong kembali mengancam


Saat Nipong sedang menghitung sampai dengan hitungan kedua…


“Kalian mencariku?,aku ini pemberontak dan akulah yang bertanggung jawab!”,ucap Khamar keluar dari rumah Umayah dengan mengenakan kembali pakaian Prajurit Pejuang yang sebelumnya ia pakai hanya saja sekarang ia menambahkan sebuah masker untuk menutupi wajahnya agar tak dikenal, kemudian ia melangkah menuju sekelompok tentara jepang tersebut


“Oh…ternyata ada Pemberontak yang bernyali besar disini...bersiaplah untuk mati..!!”, #DORR!...DORR! Letusan senjata api terdengar…


Nipong menembak Khamar dua kali dibagian dadanya dan…#JRENGG!! Terdapat dua peluru yang bersarang ditubuhnya.. Khamar hanya menunduk beberapa saat lalu ia bangkit dan berlari menuju ke arah para Nipong tersebut…


Perkelahian pun terjadi,hanya dengan tangan kosong Khamar menghajar Nipong yang menembaknya secara brurtal hingga tewas, melihat temannya mati ditangan pemberontak semua Nipong yang ada disana langsung menyerang dan mengeroyok Khamar,tidak cukup sampai disitu mereka juga menghujani Khamar dengan peluru…#DORR…DORR…DORR!!


Bising suara senjata api menggema di Kampung tersebut membuat suasana semakin mencekam…


Salah satu Nipong merasa heran dan tak puas dengan hanya menembakan senjata api miliknya tersebut karena seolah targetnya tak mempan dengan peluru, kemudian sang Nipong mengambil sesuatu dari rompi yang ia kenakan…ternyata sebuah granat,lantas ia melempar granat tersebut ke arah Khamar..,namun lemparannya meleset dan granat tersebut melayang menuju ke arah para warga dan anak kecil perempuan yang terikat…,tanpa berpikir panjang melihat benda mencurigakan itu Khamar bergegas mengatasinya dengan melompat lalu menangkap benda tersebut sebelum jatuh mengenai warga dan anak kecil itu…


#BOOM!!! Granat tersebut meledak ditubuh Khamar saat menangkapnya…