NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
CHIXRED



***


[Kantor Pusat Badan Penelitian Kawah Chicxulub/ "CHIXRED" Chicxulub Crater Research Department ,Yucatan,Mexico]


Disaat yang bersamaan dengan kejadian yang baru saja menimpaku,sebuah insiden terjadi jauh dari kota Jakarta Indonesia tempatku berada tepatnya di kawah Chicxulub yang berada di kota Yukatan peninsula,Meksiko.


"Prof terjadi gempa dititik kordinat CC363",ujar Maja salah satu crew lab.


"Berapa kekuatan gempanya?",Tanya Professor DURMAN,professor Durman adalah salah satu professor berbakat berasal dari Indonesia karena keahliannya yang sudah tidak diragukan lagi ,10 tahun yang lalu prof Durman dikirim ke chicxulub meksiko untuk melakukan penelitian hingga saat ini ia di percaya dan menjadi kepala badan penelitian tersebut.


"Sekitar 7 skala richter prof"


"Baiklah aku dan yang lainnya akan menuju lokasi tersebut,kamu...terus pantau perkembangannya"


"Baik prof",jawab Maja sambil terus mengutak-ngatik program yang ada di mejanya untuk memantau.


Profesor Durman bersama dengan 4 crew lab lainnya bergegas menuju titik CC363 ,dan setibanya di lokasi mereka menemukan retakan.


"Retakan apa ini?"ucap prof Durman sambil menatapi dan menelusuri seberapa panjang retakan tersebut.


"Tolong kamu cek hasil riset bulan lalu apa retakan ini sudah ada atau belum",perintah prof Durman kepada salah satu crew lab dan dengan sigap crew lab tersebut langsung memeriksa.


"Prof sepertinya hasil riset atau data-data sebelumnya tidak menampakan adanya retakan,kemungkinan retakan ini baru saja terjadi prof",jawab salah satu crew lab.


"Profesor …lihat prof,retakan itu membuat seismometer roboh",timpal crew lab lainnya menginfokan.


"Astaga…baiklah kalau begitu kamu ikut aku memperbaiki seismometer sedangkan kalian bertiga coba amati terus dan buat dokumentasi retakannya"


"Baik prof"


Tak seberapa lama kemudian tiba-tiba terjadi lagi gempa…


"Maja, cepat pantau dimana asal gempa berpusat",perintah Prof Durman kepada Maja yang ada di lab melalui alat komunikasi Radio.


"Prof gempa itu berpusat tepat dimana professor berdiri"


"Seberapa kuat guncangannya?"


"Kali ini meningkat guncangan gempa mencapai 7,8 skala ricther",jelas Maja


"Profesor..profesor…sekarang gempa terdeteksi menyebar luas dibeberapa titik dan sepertinya semakin besar,saya sarankan professor segera meninggalkan tempat itu",tegas Maja memberi peringatan.


"Maja….maja…halo…halo..",suara professor nampak terputus-putus karena gangguan signal.


Sedangkan di lokasi prof Durman dan keempat crewnya terlihat panik,mereka semua berlarian ketempat yang aman namun prof Durman masih bertahan karena ingin menyelamatkan sebuah rekaman alat penelitian yang sudah dia tekuni selama kurun waktu 10 tahun,jadi dia mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan rekaman data riset tersebut dan tiba-tiba "KRAKKK" retakan yang semula tak begitu lebar kini semakin terbuka lebar hingga menciptakan sebuah lubang jurang yang sangat dalam,prof Durman pun terpelanting masuk kedalam jurang retakan akibat gempa tersebut.


"Aaaarrrggghhh tolooooong…." Prof durman terus meluncur kejurang hingga dia melihat sekilas cahaya mengkilap kemerah-merahan seperti lava yang membara dan ternyata cahaya itu berasal dari Pusaka Santeta yang telah lama terpendam dan kawah Chicxulub adalah letak persis tempat dimana puluhan juta tahun yang lalu pusaka tersebut menumbuk bumi hingga menciptakan kepunahan dan kehancuran pada zaman dinosaurus. Tubuh prof Durman akhirnya menumbuk pusaka tersebut BRAKKK!!….


*Endo…..Santeta telah bangkit!,dia datang!,dia telah bangkit,dia akan datang!,Endo…..!!,Endo....!!*


"Endo…!!,Tok…Tok…Tok !!,suara ibuku memanggil sambil menggedor pintu.


"Kamu lagi ngapain dikamar mandi?!,kok lama?!! Endo buka…!!,itu Nesya udah bete nungguin kamu"


Aku yang baru saja mengalami halusinasi sesaat sontak terkejut mendengar gedoran pintu dan teriakan ibuku itu.


"Iya bu…sebentar",jawabku lalu kembali menghampiri Nesya.


"Bee kayaknya kita gak jadi pergi deh,aku gak enak badan nih..gak tau kenapa tiba-tiba aku ngerasa lemes sama meriang begini"


"Serius kamu do?!"


"Iya…bisa sih maksain tapi….gimana kalo kita undur aja jadi minggu depan ?"


"Yaaaahhh…, terus gimana ini?"keluh nesya sambil menunjukan semua packingan peralatan dan logistik yang sudah dipersiapkannya.


"Ya kalo soal barang-barang kamu…sementara taruh disini aja,jadi minggu depan kamu gak mesti repot-repot siapin atau bawa-bawa lagi"


"Hmmmm..yaudadeh kalo gitu,kamu istirahat aja….kesehatan kamu lebih penting…., lagian kalo dipaksain juga takutnya nanti kamu kenapa-kenapa"


"Beneran nih…kamu ikhlas?"


"Iya bener,atau mau aku anterin ke klinik?"


"Gak usah…gak perlu repot-repot,aku cuma masuk angin aja kayaknya,minum obat warung aja bakalan sembuh kok"


"Oooo yaudah cepet minum obat terus istirahat sama jangan telat makan"


"Makasih ya sayang…" ; "Makasih untuk apa?"


"Ya makasih untuk pengertian dan perhatiannya"