NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
SANTETA #2



“Siapa?, Ra Bintan…?,siapa orang itu?”


“Endo…. Endo….Bangun”, Seseorang membangunkanku.


“Huuaahh…”,mataku terbuka lalu menggeliatkan tubuh


Aku pun tersadar dari pingsanku tadi karena seseorang mencoba membangunkanku


“Endo … bangun do…ngapain kamu disini?”


“Eh…tis ,oh mungkin tadi aku ketiduran”,jawabku kepada orang yang membangunkanku yang ternyata teman kampusku si Entis.


“Ketiduran?,tapi aku tadi tidak melihat kamu ketiduran do!”


“Maksud kamu tis?”,aku kaget dan bingung mendengar ucapan temanku itu.


“Maksudku ya kamu gak ketiduran tapi tadi kamu pingsan”


“Pingsan?,serius tis aku gak ngerti apa yang kamu maksud”


“Udahlah do kamu jangan berbohong dan pura pura bingung seolah aku tak tau apa yang terjadi”


“Emang kamu tahu apa yang terjadi?”


“Ya kamu tahu kan aku sering menyendiri dan membaca buku disini…terus aku lihat kamu berjalan sendirian,awalnya aku tak hiraukan tapi setelah aku dengar seakan kamu berbicara dengan seseorang tapi ternyata aku melihatmu berbicara dengan tupai”


“Gila kamu ya tis masa aku bicara sama tupai?,yang bener aja kamu”


“Aku gila…??,maneh nu gelo Do…!!,masa ngomong sama tupai?,bukan cuma itu kamu juga bisa nyembuhin kaki si tupai terus aku juga melihat si tupai membawa salah satu tupai yang udah mati yang mungkin meminta kamu melakukan sesuatu, tapi setelah itu kulihat kamu melemas dan jatuh pingsan,…jadi kamu bukan ketiduran!”


Bagai petir disiang bolong mendengar perkataan Entis tadi aku pun sangat terkejut dan tak tahu apa yang harus aku katakan…


“Ok…!,aku jujur tapi jangan sampai ada yang tahu masalah ini kecuali kita berdua, yang kamu ceritakan tadi memang benar, aku memang mempunyai kemampuan khusus”


“Sejak kapan kamu memiliki kemampuan itu?”


“Tepatnya aku gak tahu kapan aku memilikinya yang jelas aku merasakan aku punya kemampuan sekitar seminggu yang lalu”


“Berarti tak lama setelah aku memberitahukan tentang isi buku misterius yang aku baca tempo hari itu kan?”


“Iya sepertinya begitu” ; “Oh god…berarti apa yang tertulis dibuku itu benar-benar nyata”


“Nyata..??,nyata bagaimana maksudmu tis?”,tanyaku penasaran.


“Iya nyata...apa yang tertulis dibuku itu benar benar terjadi dan terbukti kebenarannya bahkan buku itu seperti sebuah naskah tapi sayang belum tuntas aku membacanya buku itu menghilang entah kemana…,tapi aku masih ingat betul koq tentang isi cerita dibuku itu..ya walaupun cuma sebagian”


“Apa saja yang kamu tahu dari buku itu?”


“Ya seperti yang aku bilang tempo hari itu…, tentang asal usul bumi tercipta terus akan ada marabahaya yang mengancam seluruh makhluk hidup dibumi dalam waktu dekat ini namun dalam waktu yang bersamaan akan tercipta pula sosok yang berasal dari bagian bumi ini menjadi penyelamat dan ternyata sosok itu mungkin adalah kamu do”


“Aku juga masih bingung kenapa harus aku,kenapa bukan kamu atau orang lain?”


“Ya mungkin memang sudah takdir dan pasti ada alasan yang kuat kenapa kamu yang memiliki kekuatan”


“Ngomong-ngomong soal kekuatan aku jadi penasaran apakah kekuatanmu sama persis yang diceritakan buku itu”,ujar Entis sambil menatap ke arahku.


“Yang aku tahu dan alami selama sepekan ini aku bisa berbicara dengan semua hewan,bisa mengendalikan unsur api,air,angin,logam,bisa menghilang,bisa berenang bahkan bernafas didalam air….”,belum sempat aku meneruskan Entis tiba memotong dan melanjutkan perkataanku.


“bisa menyembuhkan diri dengan cepat,bisa melayang di udara,bisa bertelekinetik,bisa membuat tanaman layu subur kembali,mengendalikan cuaca,mendadak jago berkelahi serta mengeluarkan jurus jurus spektakuler tapi semakin sering kamu gunakan kekuatanmu semakin habis pula darahmu hingga mengancam hidupmu betul begitu do?”


“Bener tis bener banget semua yang kamu bilang barusan,terus apalagi yang kamu tahu?,bagaimana nasibku selanjutnya?,apa saja yang akan kuhadapi nanti?,lalu dimana buku itu sekarang?,aku jadi ingin sekali membacanya!”


“Waduh..!!,mana yang mesti aku jawab?,banyak sekali pertanyaan kamu ini…!,satu persatu lah….”


“Ya maaf…maklum efek penasaran dan saking excitednya jadinya gitu deh”


“Hihi” akupun tersenyum malu.


“Soal buku itu kan tadi aku udah bilang…buku itu menghilang entah kemana…,tepatnya kemarin malam saat aku sedang membaca buku itu sambil tiduran di kamar namun tanpa sadar aku tertidur hingga pagi keesokan harinya buku itu sudah tidak ada,aku sudah cari cari ke semua penjuru rumah tapi tetap tak dapat kutemukan”,cerita Entis


“”Aneh ya…” ; “Ya memang aneh sih…tapi ada yang lebih aneh menurutku”


“Emangnya apa yang lebih aneh?”,tanyaku penasaran.


“Maneh Do……aneh pisan hahahaha”,canda Entis.


“Aneh apanya?,keren tau…aing jadi superhero hahahaha”,balasku dan kami berdua pun tertawa lepas memecah keheningan kebun kampus.


“Eh do ngomong ngomong siapa aja yang udah tahu kamu punya kemampuan super?”


“Gak ada,baru kamu tis yang tahu”


“Serius?”tanya Entis seolah tak percaya.


“Serius!”,tegasku.


“ Nesya?” ; “ yeee..kan udah aku bilang tadi…belum satu orang pun tau sampai hari ini kecuali kamu”.


***


[Kerajaan TAMBORA]


RA Toba menemui Sumatra di kerajaan Tambora…


“Maaf yang mulia ada seseorang ingin menemui yang mulia,ia mengaku bernama RA Toba suhu dari kerajaan Kawaratu”,lapor salah satu prajurit kerajaan Tambora kepada Sumatra.


“Baiklah suruh dia menghadapku”


“Baik yang mulia…”


Tak lama kemudian Ra Toba menghadap Sumatra lalu membungkukan badan


“Salam hormat saya kepada Suhu kerajaan Tambora dan sang Suhu Jagat yang mulia Sumatra”,ucap Ra Toba pelan


“Ada apa gerangan datang ke kerajaanku”,tanya Sumatra tanpa basa basi.


“Ada sesuatu yang hendak saya sampaikan dan tanyakan”,jawab Ra Toba


“Katakanlah apa yang hendak kau sampaikan dan tanyakan?


“Begini yang mulia sebenarnya ini percakapan yang sangat rahasia dan cukup sensitif bila harus didengar banyak orang”,jelas Ra Toba


“Maaf bila saya lancang ,namun saya sangat memohon andai bisa saya ingin membicarakan ini secara empat mata”,lanjut Ra Toba memohon.


“Baiklah… mari ke bilik percakapan”,jawab Sumatra lantas mereka berdua menuju ke bilik percakapan


“Seperti yang mulia ketahui untuk saat ini saya adalah Suhu kerajan Kawaratu…kerajaan yang mungkin sebentar lagi akan binasa”, Ra Toba memulai pembicaraan


“Ya,saya sudah tahu itu…lalu apa yang ingin hendak kau tanyakan?”


“Saya hanya ingin mengetahui keberadaan Pusaka 8 Kora saat ini,karena hanya dengan Pusaka tersebutlah kerajaan bisa diselamatkan”


“Mengapa saya harus menyelamatkan kerajaanmu?”,tanya Sumatra dengan mata menatap tajam kearah Ra Toba


Mendengar perkataan itu Ra Toba diam tertegun dengan tatapan kosong…


“ Bukannya kau sendiri yang menginginkan kerajaanmu hancur… dengan melakukan Kudeta membunuh Pamanmu dan menyerang sang Suhu Madura yang tak lain adalah ayahandamu sendiri?”,jelas Sumatra yang lagi lagi membuat Ra Toba diam tertegun namun kali ini Ra Toba menundukan kepalanya seolah tak berani lagi menatap wajah Sumatra


“Mengapa kau hanya diam?,masih ada yang ingin kau tanyakan?”,tanya Sumatra