NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Jauh sebelum bumi tercipta #13



"Baik,tapi ingat aku menerima tawaranmu bukan karena apa-apa,ini mutlak demi putra-putraku dan satu hal lagi yang mesti kau ingat,setelah kau mendapat yang kau inginkan jangan pernah lagi menganggu kerajaanku dan jangan sekali-sekali berani menampakan wajahmu dihadapanku lagi!,tegas Maluku.


"Ou..ou..ou aku tak boleh menemuimu lagi?,apakah kau tidak akan merindukanku…??hahaha",Tanya kutai menyindir masa lalu.


"Cukup Kutai..!!,pergilah dari hadapanku..",bentak Maluku.


"hahaha..kau terlihat sangat cantik bila sedang marah hahaha",ujar Kutai lalu pergi dalam sekejap menggunakan gerbang portal.


Beberapa hari setelah percakapan itu Maluku mulai menjalankan rencana yang disarankan sang Suhu Kawadomas tersebut,Maluku yang memang seorang permaisuri kerajaan serta dibantu Kutai yang juga sakti dan penuh tipu muslihat membuat rencana itu berjalan dengan mulus dan akhirnya ketiga putra Maluku pun berhasil kabur dari Kerak kerajaan tak terkecuali Samarinda alias Manokwari yang diam-diam juga di bebaskan Kutai tanpa sepengetahuan Maluku,setelah bebas Maluku dan ketiga putranya itu harus memenuhi perjanjian kerjasama kepada Suhu Kutai,dengan predikat yang kini sebagai buronan Kawaratu tentu tak ada pilihan lain,mau tidak mau Maluku,Ra Toba,Ra Java dan Ra Jaya sepakat bergabung dan bersekutu dengan Kutai.


"Yang Mulia,hamba hanya ingin berterimakasih karena telah sudi membebaskanku",ucap Manokwari bersimpuh.


"Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai ayahmu,tak perlu kau berterimakasih…yang kau perlu lakukan sekarang adalah tetap dalami peranmu sebagai Samarinda dihadapan mereka … bangsa Kawaratu, jangan sampai penyamaranmu terbongkar…!,karena sebentar lagi mereka akan aku manfaatkan untuk mencapai tujuanku…hahahaha",ujar Kutai.


"Baik yang mulia..hamba akan melaksanakannya dan tidak akan membuat yang mulia kecewa",ucap Manokwari.


*** Sementara didalam istana kerajaan Kawaratu…


"Sembah sujudku kepada Paduka Suhu,ampun beribu ampun sebelumnya… hamba ingin menyampaikan… ada kabar buruk paduka",ucap Ra Bali menghadap Suhu Madura.


"Kabar buruk apa yang hendak kau sampaikan putraku?",Tanya Madura.


"Ada Kabar dari Kerak Kerajaan bahwa Ra Toba,Ra Java,Ra Jaya dan Samarinda telah melarikan diri,dan menurut saksi orang terakhir yang berkunjung ke penjara adalah …. ibunda permaisuri paduka",jawab Ra Bali perlahan.


"Apa…!!??,bagaimana bisa itu terjadi..??!",teriak Madura yang terkejut mendengar kabar tersebut.


"Mohon maaf paduka …hamba benar-benar tidak tahu,hamba juga heran karena selama ini tak ada seorang pun yang bisa kabur dari penjara Kerak kerajaan",timpal Ra Bali.


"Cepat panggil Suhu permaisuri,suruh dia menghadapku",suruh Madura.


"Baik Paduka",ucap Ra Bali lalu pergi mencari sang ibunda.


Setelah mencari ke berbagai sudut istana Ra Bali belum juga menemukan sang ibunda,ia pun kembali menghadap sang Suhu.


"Maaf ayahanda paduka…hamba sudah mencari ibunda permaisuri kemana-mana tapi beliau tidak ada",ucap Ra Bali.


"Ternyata aura itu…?,kurang ajar…!!,sekarang dia telah membelot dan berkhianat…!!,cepat kerahkan semua prajurit kerajaan untuk menangkap mereka para pengkhianat kerajaan..!!",Madura dengan geram .


"Baik paduka ",jawab Ra Bali lalu bergegas pergi.


Ra Bali langsung mengerahkan prajurit -prajurit kerajaan secara besar-besaran untuk mencari Ibunda dan ketiga saudaranya itu,ia menyuruh para prajuritnya untuk terus mencari ke setiap penjuru kerajaan sampai mereka ditemukan…


"Raden…sebenarnya apa yang terjadi dengan istana?,maaf hamba telah lancang menanyakan ini",Tanya Papua sang penjaga gerbang kerajaan yang memang sedang bersamaan dalam pencarian.


"Entahlah Papua aku juga bingung mengapa semua jadi seperti ini,disatu sisi aku sangat setia sang Suhu dan berpegang teguh pada hukum yang berlaku di kerajaan ini,disatu sisi mereka adalah keluargaku,ibu yang melahirkan dan membesarkanku yang kini harus kutangkap,aku sendiri tak yakin yang kulakukan saat ini benar atau salah",ucap Ra Bali.


"Ya mungkin ini sudah takdir dari sang pencipta,semuanya bisa terjadi tanpa bisa kita duga,tapi Raden …apakah mungkin Suhu permaisuri bertindak seperti itu tanpa ada yang menghasut atau menyokongnya?"ujar Papua.


"Itu dia Papua yang sedang ingin kuselidiki,ya kita lihat nanti..hanya waktu yang bisa menjawab",ucap Ra Bali.


Pencarian mereka terus berlanjut hingga tanpa disadari Ra Bali dan semua prajuritnya berada di tempat yang jauh dari istana dan situasi seperti inilah yang ditunggu-tunggu oleh Kutai dan para sekutu barunya yaitu Maluku,Ra Toba,Ra Java dan Ra Jaya,mereka yang sudah menyusun strategi dan kini siap untuk melakukan serangan…


Kutai yang mengerahkan pasukannya secara besar-besaran dan membagi nya menjadi dua kelompok lalu ia melakukan penyerangan ke dua tempat secara bersamaan,kelompok pertama dipimpin oleh Maluku,Ra Toba ,Samarinda dan ribuan pasukan Kawadomas beserta armada tempurnya yang bertugas mengambil alih atau melakukan kudeta ke istana kerajaan Kawaratu sedangkan Kutai bersama ,Ra Java,Ra Jaya dan Borneo beserta pasukannya melakukan serangan ke Gapura sebagaimana selama ini menjadi tujuan utamanya yaitu berusaha kembali merebut ke-8 Kora.


"Lapor Raden,ada kabar buruk Raden",ujar seorang prajurit Kawaratu sambil terengah-engah.


"Kabar buruk apa prajurit?",Tanya Ra Bali penasaran.


"Istana diserang Raden",jawab prajurit.


"Diserang..??,siapa yang menyerang?",Ra Bali kembali bertanya.


"Benar Raden…!!,istana diserang oleh ribuan pasukan kawadomas yang dipimpin Suhu Maluku",jawab prajurit.


"Apaaa..!!?",bagai disambar petir disiang bolong begitu terkejutnya Ra Bali mendengar kabar tersebut dan tanpa berpikir panjang lagi Ra Bali bergegas lalu memerintahkan semua prajuritnya berbalik menuju istana.


Sesampainya di istana…benar saja kondisi istana sudah porak poranda,Ra Bali terdiam sejenak sambil matanya menatapi kerusakan istana yang selama ini terlihat begitu indah dan tentram…


"Wahai putraku Ra Bali….kemarilah,bergabunglah bersama kami",suara Maluku terdengar dari dalam istana,mendengar itu Ra Bali pun perlahan menghampirinya…