NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Kekuatan Endo #12



[Bumi, 10 Juni 2016]


Berikutnya aku kembali beraksi…kali ini aku memutuskan untuk membekuk para pelaku kejahatan dengan level setingkat lebih tinggi yaitu para Geng motor brutal,Begal dan Perompak. Satu persatu aku menangkap dan meringkusnya lalu kuserahkan pada pihak yang berwajib…


[Bumi, 11 Juni 2016]


Melanjukan aksi kemarin…. hari ini aku ingin mencoba meringkus para pelaku kejahatan dengan level lebih tinggi lagi seperti Gembong narkoba,Mafia sampai Koruptor yang merugikan Negara namun setelah melakukan itu semua atau selama tiga hari beruntun ini aku berjibaku dan menggunakan seluruh kemampuan yang kumiliki untuk melawan para penjahat,entah mengapa aku sangat merasakan lelah,letih dan lunglai…,aku lemah tak bertenaga sering merasa pusing dan aku kehilangan semangatku…


Merasakan itu aku pulang ke rumah untuk beristirahat…mungkin aku memang butuh istirahat cukup namun baru saja kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur…


Tok..Tok..Tok…“Endo…!!,ada Nesya tuh nungguin di bawah..!!”,teriak ibuku sambil mengetuk pintu kamar.


“Iya Iya….sebentar”,dengan sedikit malas aku bangun dan langsung menemui Nesya.


“Ya ampun Do…kamu pucet banget”,ucap Nesya cemas.


“Iya nih gak tau kenapa”


“Udah periksa ke dokter?” ; “Belum” ; “Ya periksa dong..!!,takutnya nanti tambah parah”


“Nanti ajalah,lagian tadi aku udah minum vitamin kok,mungkin cuma kecapekan aja”


“Jangan bandel deh..!!,ayo sekarang aku anterin kamu ke dokter…kebetulan aku lagi bawa mobil”


“Iya iya…tunggu bentar ya aku ganti baju dulu.


Aku dan Nesya pergi ke Klinik yang jaraknya tak begitu jauh dari komplek rumahku,sesampainya disana aku langsung diperiksa,kebetulan kliniknya sedang sepi jadi aku tak perlu menunggu lama atau antri lagi…


“Mas Endo sering bergadang ya?”,Tanya dokter


“Saya tidak pernah bergadang dok”


“Hmmm…bagaimana dengan pola makannya?”


“Pola makan saya cukup teratur dok,sehari 3x ,ya kadang-kadang cuma 2x”


“Mas Endo tidak memakai jenis Narkoba?”


“Gak lah dok…jangankan Narkoba,merokok juga enggak”


“Memangnya saya kenapa dok?”,tanyaku penasaran.


“Setelah saya periksa secara intensif mas Endo kekurangan cukup banyak sel darah merah atau yang biasa kita sebut Anemia tapi saya belum tahu apa penyebabnya,makannya saya menanyakan hal-hal seperti tadi, baiklah kalau begitu ini saya berikan resep obat dan multivitamin untuk diminum sesuai dengan aturan yang tertera,Mas Endo harus banyak istirahat,jangan dulu melakukan aktifitas yang berat,makan yang banyak dan makan makanan yang bergizi ,mengandung zat besi dan banyak nutrisi”


“Baik dok,terimakasih ya”


“Iya sama-sama….Oh ya!,kalau dalam seminggu tak banyak perubahan dan kondisi Mas Endo masih seperti ini,Mas Endo datang kesini lagi ya” ; “Baik dok”.


Setelah itu Nesya mengantarkan lagi aku pulang ke rumah…


“Apa kata dokter tadi,kamu sakit apa Do?”,Tanya Nesya sambil mengemudi.


“Anemia” ; “Ohhh,kok bisa?” ; “Iya gitu deh aku juga bingung”


“Yaudah…kamu banyak-banyak istirahat aja”


“Tapi …aku kan udah janji sama kamu kalau besok kita hiking?”


“Ohh itu,kebetulan juga aku mau ngasih tau kamu kalau besok aku ada acara mendadak”


“Acara apa?”


“Kemarin ada panggilan dari BMKG,katanya aku besok harus datang untuk mengikuti test”


“BMKG…?” ; “Ituloh tempat aku magang nanti,kayaknya aku pernah bilang deh”


“Ooooo…iya iya maaf lupa, jadi…??”


“Jadi…ya besok gak jadi hiking,kapan-kapan aja “


“Oh syukur deh,aku ngerasa gak enak aja sama kamu kalau aku batalin lagi”.


“Kamu gak mampir dulu?”


“Aku langsung pulang aja ya,kan kamu harus istirahat,kalau ada aku entar malah ganggu”


“Yaudah,kamu hati-hati ya bee…,makasih yah udah anterin aku,I love u”


“Iya Dodo…kamu juga cepet sembuh yah….i love u too”,kata Nesya sambil berlalu pergi.


***


“Raden….Raden Bali…kamu mendengar suaraku?”


“Cembul…?,tolong jangan memanggilku dengan nama itu lagi…namaku Endo”


“Tapi Raden….,Endo hanyalah raga Raden…sedangkan jiwamu adalah Bali”


“Aku tidak merasakan itu Cembul..!!,yang aku rasa aku adalah seorang anak manusia yang dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orangtuaku”


“Suatu saat nanti kau akan menyadari itu Raden…suatu saat nanti…”


“Terserah apa yang kau katakan,lantas ada apa kau menemuiku?”


“Aku hanya ingin memberi satu hal penting yang harus kau tau….,ini tentang kekuatanmu”


“Ada apa dengan kekuatanku?”


“Seperti yang kau tau..kekuatanmu sangat luar biasa ….tidak ada satu pun manusia bumi yang sanggup menandinginya namun walau demikian kau tetap mempunyai kelemahan”


“Apa kelemahanku Cembul?”


“Kelemahanmu adalah….setiap kali kau menggunakan kekuatanmu setiap kali itu pula akan menguras darahmu karena semua energi kekuatan yang datang itu mengalir dari darahmu…maka semakin sering kau pergunakan kekuatanmu semakin berkurang pula darah yang ada dalam tubuhmu…sedangkan ragamu adalah raga manusia…kau tahu sendiri akibat bila seorang manusia kehabisan darah?”


“Jadi….??,kekuatanku akan membunuhku bila sering aku pergunakan?”


“Benar Raden…Kelemahanmu adalah Kekuatanmu”


“Pantas saja…setelah aku beraksi menggunakan kekuatanku dalam tiga hari ini aku mulai merasakan lelah yang teramat…ternyata itu penyebabnya”


Tok…Tok…Tok…”Endo…..bangun do!,udah maghrib jangan tidur…pamali..!!”,teriak ibuku membangunkan sambil mengedor pintu.


Aku yang terkejut akan suaranya langsung terbangun “Iya Iya…ini udah bangun”.


“Kalau udah bangun cepet ambil wudhu,kamu ditunggu bapak dibawah…kita sholat berjamaah katanya”


“Iya…” dengan mata yang masih layu serta menguap aku membuka pintu kamar.


“Kumaha?,udah agak mendingan?”,Tanya ibuku.


“Lumayan,tapi masih tetep kerasa lemes pisan”.


Malam minggu malam dimana biasanya aku berkunjung ke tempat Nesya,ku ambil ponsel lalu mencari nama My Queen Bee di layar ponselku lalu kutekan panggil dan terdengar nada sambung….


“Halo Do…”,Nesya menjawab.


“Iya halo Bee” ; “Iya Do ada apa?”


“Enggak…aku cuma mau ngabarin malam ini aku gak bisa main kesitu”


“Ohh..yaudah gapapa kok,aku ngerti… kamu masih butuh banyak istirahat”


“Makasih ya…Ohya kamu gak kemana-mana?”,tanyaku.


“Enggak Do,aku gak kemana-mana,di rumah aja”


“Yaudah kalau gitu…met malem honey…wassalamualaikum”


“Malem juga…waalaikumsalam”.


Malam semakin larut…aku yang masih terjaga duduk dihalaman depan rumah sambil menikmati segelas kopi,kopi yang kuseduh sekitar dua jam yang lalu namun masih tetap terasa panas seperti baru saja diseduh...itu terjadi karena aku menggunakan sedikit kemampuanku…hanya dengan menggenggam gelas dengan tanganku yang mengeluarkan energi panas. Aku yang ceritanya saat itu sedang dirundung kegalauan akan apa yang terjadi beberapa hari ini terutama masalah yang kini aku ketahui akan kelemahanku,inginku terus menggunakan kemampuanku untuk menolong,menjaga dan memperbaiki semua hal yang ada di muka bumi ini tapi apa daya…bila semua itu kulakukan maka akan mengancam keselamatan diriku sendiri…