
“Jadi Santeta itu Asteroid Chicxulub yang jejak peradabannya sekarang ada di Meksiko?”, ujarku
“Betul…dan mungkin sekarang ini dia telah bangkit lalu menuju kemari nyariin Lo Do”
“Ah yang bener Lo Tis jangan nakut-nakuti gue dong!”
“Lah..ngapain Lo harus takut..?,Lo kan sekarang udah jadi Mamang superhero Do…hhehe”
“Jangan becanda Tis ah…serius nih”, tegasku
“Ok ok gue serius…ya pokoknya seinget gue sih gitu ceritanya…Natura muncul Santeta pun bangkit terus gue gak tau kelanjutannya gimana karena dibuku tersebut gak ada penjelasannya”
“Intinya kalo Santeta bangkit dunia akan ada diambang kehancuran”,terang Entis dengan mimik wajah serius
“Waduh…serem banget,trus gue harus gimana nih?”
“Ya…karena sekarang Pusaka Natura ada didalam diri Lo dan mungkin Lo orang yang terpilih, So….sekarang nyelametin dunia udah jadi tanggung jawab Lo Do”
“What..??!!, nyelametin dunia?,gue nyelametin beberapa orang aja hampir mati Tis keabisan darah…apalagi nyelameti orang sedunia?!”
“Iya juga sih…andai aja buku misterius itu masih ada…,hmmm pake acara ilang segala lagi tuh buku”,timpal Entis.
[Bumi, Agustus 1945]
Pada akhir masa perang dunia ke-2, Jepang sedang gencarnya melakukan agresi militer kesejumlah negara jajahannya termasuk Indonesia, dan melakukan penindasan secara masif kepada Rakyat disana untuk memanfaatkan sumber daya manusia dengan memperkerjakan rakyat tersebut secara paksa, sebagaimana kita ketahui mereka memiliki tujuan yaitu mengeruk sebanyak banyaknya sumber daya alam yang dimiliki sejumlah Negara jajahannya tersebut namun tidak semua rakyat menerimanya kemudian mereka melakukan perlawanan …
Singkat cerita peperangan pun terjadi disejumlah Kota yang ada di Indonesia…
[Kota Subang, Jawabarat]
Beberapa saat setelah pertempuran terjadi…
Terik sinar matahari disiang hari membuat udara di lokasi tempat kejadian menjadi amat sangat gersang…,Puing-puing sisa reruntuhan berserakan…,bangunan disekitar tampak hancur hampir rata dengan tanah…,asap hitam bekas ledakan masih mengepul disejumlah titik… menggambarkan betapa dahsyatnya pertempuran yang baru saja terjadi…
Lalu dari bawah puing sisa reruntuhan bangunan muncul sesosok Pria dewasa…,ia terjebak di bawah puing reruntuhan tersebut dan berusaha keluar,lalu tak lama kemudian ia berhasil keluar…, sekujur tubuhnya dipenuhi debu reruntuhan ia berusaha berdiri…dengan wajah cemong dipenuhi debu pria tersebut sepertinya kebingungan…
“Dimana ini..?,mengapa aku seperti ini?”,ucap Pria tersebut sambil memandangi keadaan tubuhnya dan melihat lihat sekelilingnya lalu mulai melangkah berjalan.
Tak seberapa jauh dari lokasi …Pria tersebut menemukan sebuah pemukiman penduduk lalu dengan mimik wajah yang sepertinya masih dilanda kebingungan ia bertanya kepada salah satu warga disana…
“Maaf…saya hendak bertanya,kalau saya boleh tahu dimana sekarang saya berada?”
“Sekarang anda berada di Dusun Kasomalang,Kota Subang”,jawab salah satu warga tersebut
“Apa?,Dusun Kasomalang Kota Subang?,dimana itu?”,ia bertambah bingung mendengar jawaban warga tersebut
“Jawabarat”
“Jawabarat?,sepengetahuanku tidak ada tempat yang bernama Dusun Kasomalang Kota Subang Jawabarat di Kerajaanku”
“Maaf..apa tadi yang anda bilang?,Kerajaanmu?”,ucap warga tersebut yang kini dibuatnya bingung
“Iya Kerajaanku…Kerajaan Kawaratu di Galaksi Alian”,jelas Pria tersebut
“Dari baju yang anda pakai sepertinya anda seorang Prajurit Pejuang yang baru saja bertempur,mungkin anda mengalami gegar otak”, ujar warga tersebut seakan mengalihkan pertanyaan si Pria yang membingungkannya tersebut
“Koswara..!!,sini…!”, Teriak warga tersebut memanggil rekannya
“Iya ada apa Pak?” , “Tolong bawa prajurit ini ke Pondok Tabib”, “Baik Pak”
Kemudian Koswara mengajak Pria tersebut dan membawanya ke Pondok Tabib,kebetulan pemukiman tersebut memang menyediakan suatu pondok atau sebuah tempat untuk menampung dan mengobati para Prajurit Pejuang yang terluka
“Permisi Tuan Tabib..,saya membawa seorang Prajurit yang mungkin terluka”,ujar Koswara
Setelah mengantarnya Koswara langsung meninggalkan Pondok dan sang Tabib menyuruh seorang Perawat untuk memeriksa keadaan Pria tersebut
“Umayah…!!,Umayah…”,panggil Tabib
“Iya…,,iya Tuan Tabib”,Jawab Umayah dengan setengah berlari menghampiri sang Tabib
“Tolong kamu periksa keadaan Pria disebelah sana itu”,tunjuk Tabib
“Baik Tuan”,singkat Umayah lalu melangkah menghampiri Pria tersebut
“Maaf …ini handuk basah,silahkan bersihkan dulu wajah anda”, ucap Umayah
Setelah membersihkan wajahnya Pria tersebut kemudian memberikan kembali handuk yang baru saja ia gunakan,lalu Umayah tiba tiba terkejut melihat wajah Pria tersebut dan ternyata ia mengenal Pria tersebut yang tak lain adalah Kekasih hatinya Khamar
“Khamar..??!,bagaimana kamu bisa ada disini?”,tanya Umayah penasaran
“Khamar?,saya bukan Khamar saya adalah…”,jawab Khamar namun belum sempat ia melanjutkan
“Hah…?!,kamu bukan Khamar?,maksud kamu apa sih?”,timpal Umayah heran
“Kau siapa?,apakah kau mengenal saya?”,tanya Khamar dengan wajar datar
“Kamu ngomong apa sih Mar…?”
Mengetahui ada yang tidak beres pada diri kekasihnya tersebut,Umayah bergegas menemui sang Tabib
“Permisi Tuan Tabib…”, “Iya Umayah ada apa?”
“Begini Tuan sepertinya ada yang tidak beres dengan dia”, “Dia siapa Umayah?”
“Dia..,seorang Prajurit yang baru saja Tuan minta aku memeriksanya”, “Baik, ayo kita lihat”,lalu mereka berdua menuju ranjang Khamar
“Kenapa dia Umayah?,apa yang tidak beres”,tanya Tabib sambil memeriksa seluruh bagian tubuh Khamar
“Dia tidak mengenaliku Tuan”
“Tidak mengenalimu?,siapa Pria ini Umayah…?,apa kamu mengenalnya?”
“Iya Tuan aku mengenalnya…namanya Khamar…dia Kekasihku”
“Oh…jadi Pria ini kekasihmu”
“Khamar…. apa kamu benar benar tidak ingat sedikit pun tentang dirimu?,tanya Tabib serius
“Saya ingat semuanya…,tetapi nama saya bukan Khamar”,tegas Pria tersebut
“Lalu siapa namamu?”
“Saya adalah Madura,Suhu dari kerajaan Kawaratu”
“Madura dari kerajaan Kawaratu?”,ucap Tabib mengernyitkan dahi
“Benar..!,sepertinya saya terlempar dan tersesat ke dunia ini lalu saya terperangkap didalam jasad yang bernama Khamar seperti yang kau bilang tadi”,jelas Khamar yang sebenarnya adalah reinkarnasih dari jiwa Madura
Mendengar perkataan tersebut sang Tabib dan Umayah terperangah terheran heran bingung dibuatnya
“Umayah…sepertinya kekasihmu itu mengalami Amnesia atau penyakit hilang ingatan akibat cedera otak, tapi tadi pada saat saya periksa… tidak ada sama sekali luka atau memar di kepalanya,jangankan di kepala…saya cek di seluruh bagian tubuhnya tak ada lecet sedikit pun”,ucap sang Tabib pelan sambil melangkah sedikit menjauh agar Khamar tak mendengarnya
“Yang lebih membuat saya bingung lagi…,setahu saya penderita amnesia itu tidak bisa mengingat semua kenangan bahkan mengingat tentang dirinya sendiri…,tapi dia ingat semuanya…..ya walaupun ia meracau mengatakan bahwa dia adalah oranglain”,sambung Tabib menjelaskan kebingungannya
“Apa penyakitnya bisa sembuh Tuan?”,tanya Umayah