
[Detik-detik terakhir sebelum Semarang Tewas]
Dalam perjalanan menuju istana Semarang yang saat itu sedang kritis sempat sadarkan diri dan menyampaikan sesuatu kepada Ra Bali….
"Raden Bali…"
"Iya paman …aku disini paman"
"Aku sudah tak kuat lagi Raden"
"Aku mohon paman ..bertahanlah,paman pasti kuat"
"Kau adalah satu-satunya harapan paman,kelak kau akan menjadi pemimpin dan penyelamat galaksi ini",ucap semarang terbata-bata.
"Maksudnya apa paman?,sungguh aku tidak mengerti"
"Dalam Indrajagatku….kau akan segera memulai petualanganmu yang akan menjadikanmu sesuatu…,sesuatu yang aku pun tak tahu"
"Sudahlah paman,kondisi paman sudah semakin lemah,seharusnya jangan terlalu banyak bicara dulu"
"Terimalah ini ,kau layak memilikinya",Semarang tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari dalam mulutnya berupa keristal berwarna hijau".
"Ini pusaka NATURA salah satu pusaka yang suatu saat akan bermanfaat dan akan membantumu,telanlah raden….biarkan pusaka itu menyatu dengan jiwa dan ragamu"
Kemudian Ra Bali menelan pusaka yang bernama Natura tersebut dan bersamaan dengan itu Semarang menghembuskan nafas terakhirnya.
"Demikian sedikit cerita yang dapat hamba sampaikan,mungkin bisa membantu mengungkap jati diri Raden yang sesungguhnya",ujar Cembul.
Aku yang masih kebingungan oleh apa yang dikatakan makhluk tersebut hanya terdiam dengan memasang ekpresi wajah melongo…
"Bila kau belum juga mengerti",ucap Cembul dan dengan secepat kilat telapak tangannya menghantam bagian dadaku sebelah kiri tepat dimana letak jantung berdetak "JLEBBB…!!",kumparan energi berwarna hijau yang mengalir dari tangan Cembul langsung menyambar keseluruh tubuhku seketika aku mengalami halusinasi atau bayangan semua kisah yang terjadi di kerajaan Kawaratu dan tiba-tiba dalam halusinasiku seseorang yang mengaku bernama Madura datang menghampiriku lalu berkata …
"Wahai anak bumi….dengarkan aku…,aku adalah Madura sang Suhu kerajaan Kawaratu,mungkin saat ini kau belum menyadari siapa kau sesungguhnya tapi cepat atau lambat kau akan mengetahui jati dirimu yang sebenarnya…., kau adalah reinkarnasi dari jiwa putraku Ra Bali…,aku datang untuk memberimu titah… jaga dan lindungilah bumi ini dan seluruh kehidupannya dari Santeta sang benih kejahatan dan kegelapan yang tidak lama lagi akan segera bangkit…,jangan kau biarkan benih tersebut merenggut kedamaian dan menyebabkan kehancuran semesta alam ini,bumi ini membutuhkanmu…,jangan pernah berhenti sebelum jantungmu berhenti berdetak…,aku percaya kepadamu….kelak kita akan bertemu kembali wahai putraku…"
Lalu halunasi itu membuyar perlahan hilang bagai asap diterpa angin…aku pun mulai tersadar namun belum sepenuhnya tersadar dengan nafasku yang masih terengah-engah…
"Engkaulah Natura,sang penguasa Tilu,sang penjaga bumi,kau akan menjadi bagian dari bumi,bumi adalah jiwamu,setiap angin yang berhembus adalah nafasmu,kau pengendali cuaca,kau pengendali semua elemen yang ada dibumi,tanah,air,udara,api,batu,tumbuhan serta semua bahasa yang ada dibumi adalah bahasamu",ucap Cembul memotong ucapanku dan seketika ia kembali menghantam dada kiriku,tapi kali ini energinya terasa begitu kuat,terasa sangat panas dan menyakitkan seperti membenamkan sesuatu ke dalam tubuhku,dalam sekejap tanpa kusadari lubang besar nan dalam menganga tepat dibelakangku entah darimana asalnya tiba-tiba lubang itu muncul begitu saja lantas ia mendorongku hingga membuatku terjatuh kedalam lubang tersebut…
"Apa yang kau lakukan?..ja….ja…jangan…Arrrrrgggghhhhh",aku berteriak.
Tubuhku melayang terjun disebuah lubang yang sepertinya tak memiliki dasar,tak lama kemudian aku melihat cahaya menyilaukan seperti sinar matahari dan disaat bersamaan tubuhku merasakan panas seperti terbakar,ternyata aku meluncur ke inti Bumi/Kora Tilu ,aku yang terus meluncur hingga bisa kulihat dasar lubang tersebut…hampir mendekatinya….semakin dekat….semakin dekat,tumbukan antara inti bumi dan tubuhku akan segara terjadi…..tak ada yang bisa kuperbuat saat itu,aku yang sangat ketakutan dan berusaha memejamkan mata dan berteriak….
"Arrrrrrgggghhhhhh…...tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk!!", BRAKKK!!,tubuhku jatuh ke dasar lubang itu yang merupakan pusaka Kora Tilu inti dari bumi lalu terbakar dan melebur bersama pusaka tersebut.
"Endo bangun….Endo…..Endo….Bangun do…!!",Teriak ibuku berusaha membangunkanku.
[Bumi pukul 08:00,5 Juni 2016]
"Endo bangun….Endo….Bangun do…!!",Teriak lagi ibuku terus berusaha membangunkanku..
"Do Bangun do…kamu ditungguin Nesya tuh didepan,bukannya hari ini kamu mau berangkat ke Merapi?"
Setika aku terbangun dan terkejut mendengar suara ibuku…
"Apa??,ternyata itu hanya mimpi?",dalam benakku.
Dengan nafas tersenggal-senggal dan sedikit linglung aku berusaha untuk berdiri lantas aku berjalan sedikit sempoyongan ke depan rumah menghampiri Nesya…
"Kamu baru bangun?!",Tanya Nesya ketus.
"Iya…,Hoaaaammm",aku menjawab sambil menguap .
"Gimana sih kamu?,aku udah dari tadi tau nungguin…!!,ditelepon gak diangkat-angkat diSMS gak dibales-bales terus aku kemari eh ternyata kamu masih enak-enakan tidur..!!,jadi gak sih kita berangkat!!",kesal Nesya.
"Iya…iyaaa,iya jadi…sebentar ya aku mandi dulu",jawabku yang masih setengah sadar dan dengan mata yang belum terbuka lebar.
Aku yang masih dilanda kebingungan langsung melangkah menuju kamar mandi dan sesampainya di kamar mandi sambil menggaruk-garuk kepala dan bertanya-tanya dalam benakku apa yang sebenarnya terjadi,mengapa mimpi itu terasa begitu nyata…sambil mengucek-ngucek mata dan menatap cermin … aku membasuhkan air ke wajah dengan kedua tanganku lalu membuka baju dan *JRRREEENGGG…!!*,bagai disambar petir disiang bolong aku terkejut bukan kepalang melihat ada sesuatu menempel di tubuhku tepatnya di bagian dada sebelah kiri,sesuatu yang menyerupai sebongkah Kristal berwarna hijau dengan ukuran sebesar kepalan tangan,saat kuperhatikan benda itu ternyata tertanam menyatu ditubuhku dan saat itu juga aku merasa panik tak tau apa yang harus kulakukan…
"Ya tuhan apa yang sebenarnya terjadi padaku…ternyata mimpi itu…?? mimpi yang selama ini yang ku alami dan hadir disetiap malam bukan sekedar mimpi biasa,sumpah aku heran… aku sangat bingung dengan keadaan ini?",aku menghela nafas….