
"Oh..,ya itu sih udah kewajiban aku kelesss sebagai pacar yang baik…ya walau agak sedikit gondok juga karena gak jadi pergi hehe"
"Ya maaf,aku janji deh minggu depan aku pastiin gak bakal batal lagi"
"Ok deh kalau begitu…aku pegang janjimu...yaudah aku pulang dulu ya….,cepet sembuh my honey"
"Iya…kamu juga hati-hati ya dijalannya,kasih kabar kalau udah sampai"
"Sippp…bye honey…I love you…mmmuuaaccchh",kiss bye nesya
"Bye…I love you too mmuuaaacchh",aku kiss bye balik.
Setelah nesya pergi pulang aku langsung bergegas masuk kamar dan melepas bajuku untuk kembali memastikan benda aneh yang tertanam didadaku itu,dan ternyata benda itu benar benar masih menempel menyatu dengan tubuhku,aku yang saat itu kebingungan tak tau apa yang harus ku perbuat,saat itu terlintas begitu saja dipikiranku untuk mencongkel benda berupa bongkahan Kristal tersebut dengan obeng,segera ku ambil sebuah obeng dari box perkakas lalu mulai mencoba mencongkel-congkel benda tersebut namun yang terjadi adalah rasa sakit luar biasa yang kurasakan ketika aku berusaha mencongkel keluar benda tersebut dari tubuhku…
"Aduuhhh sakit banget",aku meringis kesakitan dan kulihat darah menetes dari sela-sela pinggiran antara kulit dan Kristal berwarna hijau tersebut,mengetahui itu aku pun mengurungkan niatku untuk mencongkelnya…
"Endoooo…!",suara ibuku memanggil.
"Iya bu….,sebentar",dengan cepat aku kembali memakai baju kaosku lalu keluar kamar menghampiri ibuku.
"Do…hari ini kamu gak kemana-mana kan?
"Enggak ,hari ini aku gak kemana-mana kok,kenapa emang bu?"
"Oh bagus deh kalo gitu…,ibu cuma mau titip…nanti ada orang kirim paket kamu terima terus …ini uang ongkos kirimnya kamu nanti kasih orangnya. Ibu mau pergi kondangan dulu sebentar"
"Oooou..ok bu,ngomong-ngomong paket apa bu?"
"Biasa baju gamis,yaudah ibu berangkat dulu ya do….wassalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
"Sendiri lagi seperti dahulu…tanpa dirimu….di sisiku…."aku melantunkan lagu by nike ardila sambil duduk di sofa ruang tengah ditemani secangkir kopi panas,sebatang rokok dan smartphone untuk melepas jenuh karena sendirian di rumah.
"Hey…pelan-pelan jangan tergesa-gesa nanti kita bisa ketahuan"
"Iya ini aku juga pelan-pelan"
"Sebelah sini…aku mencium aroma makanan yang lezat didalam sana"
"Coba gunakan kukumu itu terus kamu geser kearah samping"
"Kenapa tidak kau saja yang lakukan?"
"Sudah kamu saja…kuku milikmu lebih panjang"
Suara sayup-sayup terdengar seperti seorang wanita dan seorang laki-laki yang tengah berbincang-bincang tentang hal yang menurutku aneh,awalnya aku tak memperdulikannya tapi lama kelamaan suara obrolan mereka semakin jelas terdengar di telingaku dan terlebih lagi suara obrolan tersebut bersumber dari arah dapur rumahku,aku yang saat itu sangat merasa heran karena sedari tadi tak ada siapapun di rumahku cuma aku sendirian,dengan rasa penasaran aku menghampiri sumber suara tersebut "JRENG…!!", sesampai di dapur aku kaget minta ampun karena tak ada seseorang pun disana…yang ada hanya dua ekor kucing peliharaanku si Uci dan si Gareng yang mencoba kabur dengan melompat keluar melalui jendela dapur…
"Ci ayo ci cepat lari …kita ketahuan!"
"Lewat mana lewat mana?!"
"Lewat jendela ci….kabuuurrrr!"
"Oh my god…aku bisa mendengar kucing kucing peliharaanku itu bisa berbicara",Melihat kejadian itu aku langsung menampar-nampar ringan pipiku sendiri ingin memastikan kejadian tersebut benar nyata atau hanya mimpi belaka…
"Aduh sakit..!!,aku lagi gak mimpi kok,ini kenyataan,berarti…..?,benda hijau ini dan wejangan-wejangan dalam mimpi-mimpiku semalam adalah nyata?,ya tuhaaaann…sebenarnya apa yang terjadi?!"
[Bumi pukul 14:00, 5 Juni 2016]
Dengan perasaanku yang gundah gulana aku pergi keluar rumah untuk sejenak menyegarkan dan menenangkan pikiranku dari masalah mimpi yang menimpaku beberapa hari belakangan ini,aku berjalan menuju hutan kota yang tak jauh dari rumahku lalu aku duduk di sebuah bangku yang ada di bawah pohon kemudian aku menarik nafas dalam-dalam merasakan sejuknya udara hutan kota tersebut,sedang enak-enaknya bersandar di bangku sambil memejamkan mata menikmati suasana tenang dan damai…
"Hik…hik…hik..!!",aku mendengar suara tangisan seorang anak kecil,awalnya aku tak memperdulikannya karena dalam pikiranku anak kecil itu pasti ditemani oleh orang tuanya….tapi setelah agak lama tangisan anak itu pun tak kunjung berhenti,aku pun merasa terusik dan membuka mataku lalu mencari anak yang menangis itu,tak lama kemudian aku menemukannya tak jauh dari tempatkku lalu aku menghampirinya ,kulihat anak kecil tersebut menangis tersedu-sedu sambil mendongakkan kepala ke atas pohon dan jari telunjuknya menunjukan sesuatu …
"Dik,kenapa kamu nangis?",tanyaku pelan
"Itu kak…itu…" ; "Itu..??"penasaran lalu aku melihat ke arah yang ditujukan anak tersebut.
"Oh,balon gas kamu lepas terus nyangkut di ranting-ranting pohon?"
"Iya kak…tolong ambilin kak hik…hik..hik.."
"Cup cup cup…udah kamu jangan nangis lagi ..iya ini kakak mau manjat ambilin balon kamu"
"Bismilahirrahmannirahim….!!",hap hap hap aku mulai memanjat pohon tersebut namun baru juga naik sekitar 1 meter aku langsung merosot turun lagi.