
***
[“CHIXRED” Chicxulub Crater Research Department ,Yucatan,Mexico]
Beberapa saat setelah gempa…
“Kamu tidak apa-apa?”,Tanya salah satu crew kepada crew lainnya.
“Uhuk…uhuk…!!,ya aku tidak apa”
“Dimana Professor?”
“Aku tidak tau,terakhir kulihat dia mencoba menyelamatkan data riset”
“Ya tuhan…dia tak mungkin selamat”
“Crew 1…copy,Crew 2 copy…,3…,4…apakah kalian bisa mendengar suaraku?,check….check…”,terdengar suara Maja di perangkat HT milik salah satu Crew.
“Iya kami disini”
“Bagaimana kondisi kalian?,lalu dimana professor?”
“Kondisi kami berempat not so bad,tapi Professor…dia terperosok kedalam retakan yang diakibatkan oleh gempa,kemungkinan untuk ia selamat sepertinya sangat kecil”
“Ya tuhan…aku masih berharap semoga saja Professor selamat,baiklah aku akan mengirimkan tim Rescue kesana”
Saat keempat Crew tersebut sedang menunggu pertolongan…KRAKK!!,terdengar suara puing bergeser lalu tak lama kemudian seseorang berusaha keluar dari dalam puing bekas reruntuhan yang letaknya tak jauh dari keberadaan keempat Crew tersebut,mereka memperhatikan sejenak ingin mengetahui dan memastikan sosok apakah yang keluar dari dalam puing itu…setelah beberapa saat mereka bereempat baru sadar dan mengenali bahwa sosok tersebut tak lain adalah Professor Durman…
“Professor….itu Professor”,kata salah satu Crew memberitahu.
“Ayo cepat kita bantu dan tolong dia”,timpal Crew lainnya.
Para Crew Chixred bergegas menghampiri sang Professor….
“Professor?,Professor tidak apa?,syukurlah anda selamat…kami kira professor tak akan selamat…sungguh sebuah keajaiban”.
Sang professor terlihat sangat berbeda…raut wajahnya tampak datar tak berekspresi,pucat,dan saat ditanya-tanya dia hanya terdiam tak menjawab atau berbicara sepatah kata pun,tak lama kemudian tim Resque datang dengan jumlah personil 8 orang menggunakan helicopter…., deru suara mesin helicopter terdengar keras dan hempasan angin dari baling-baling membuat debu dari puing reruntuhan di bawahnya berhamburan…
“Kalian tidak apa-apa?” ; “Ada yang terluka parah?”,Tanya salah satu personil dari tim rescue yang baru saja tiba.
“Aku baik-baik saja tapi temanku ini sepertinya mengalami patah tulang”
“Baik temanmu akan segera kami beri pertolongan”
“Halo Prof…anda baik-baik saja?,ada yang bisa kami berikan pertolongan?”,Tanya tim rescue namun seperti tadi Professor hanya terdiam tak menjawab.
“Hei ada apa dengan Professor?,apa yang terjadi?”,tim rescue yang penasaran bertanya kepada salah satu Crew.
“Entahlah aku juga heran..sedari tadi dia hanya terdiam tak bicara sepatah kata pun”
“Mungkin dia masih trauma”
Saat para tim rescue tengah bersiap untuk membawa semua Crew naik ke helicopter…
Mendengar itu semua mata tertuju padanya dan tiba-tiba seluruh bagian bola mata Prof Durman berubah menjadi hitam pekat…lalu pada saat itu juga ia menghembuskan nafas yang berupa asap berwarna hitam pekat dan dalam sekejap hembusan nafas tersebut terhirup oleh semua orang yang ada disana...hingga membuat para tim Rescue dan Crew yang ada disana seperti terhipnotis dan diiringi pula dengan bola mata mereka yang ikut berubah menjadi berwarna hitam …
“Wahai 12 pasukan SILBI…lakukanlah tugas kalian masing-masing,buatlah kekacauan lalu hancurkanlah…lenyapkanlah seluruh kehidupan di planet ini agar aku bisa dengan mudah merebut pusaka Kora”,perintah Prof. Durman.
Ternyata dia bukanlah Prof. Durman yang sesungguhnya,ia sebenarnya telah tewas saat tubuhnya jatuh dan membentur keras Pusaka Santeta yang berada di dalam kawah Chicxulub kemudian Pusaka tersebut mengeluar energi yang adalah merupakan jiwa dari sang Suhu Kawadomas Kutai lalu energi itu menggantikan jiwa Prof. Durman yang telah pergi…
[Bumi pukul 13:00, 13 Juni 2016]
Selepas mata kuliah pertama selesai aku pergi ke kebun yang terdapat di area belakang kampus....entah mengapa tiba-tiba aku merasa butuh kedamaian dan ketenangan saja saat itu,seperti biasa aku yang hanya seorang diri duduk bersandar di batang pohon beringin yang rindang sambil mendengarkan musik dengan menggunakan earphone yang terhubung langsung ke ponsel milikku…#BRAAKK sesuatu dari atas pohon jatuh tepat dihadapanku…
“Aduh…sakittt…tolong aku tak bisa menggerakkan kakiku”,seekor tupai meringis kesakitan.
Tak tega melihatnya…”kamu kenapa?,sini aku bantu”,aku pun memijat-mijat kaki tupai tersebut dan ternyata tulang kakinya patah lalu aku mencoba berkonsentrasi tanpa di duga kaki si tupai dalam sekejap bisa sembuh dan pulih,si tupai kembali normal seperti sediakala melompat lompat di antara batang pohon…
“Wah kakiku sudah sembuh,senang sekali rasanya”,ujar si tupai gembira.
“Kamu memang sakti…,selain kamu bisa memahami bahasa kami…kamu juga bisa menyembuhkan”,lanjut si tupai dan aku hanya menjawab dengan senyuman. Namun tak lama kemudian seekor tupai lainnya mendatangiku dengan menggeret sesuatu,astaga…ternyata tupai itu membawa seekor tupai yang telah mati kehadapanku yang tak lain adalah sang kekasih tupai tersebut.
“Tolong….tolong hidupkan kembali kekasihku…aku mohon….aku tak bisa hidup ini bila tanpa kekasihku”,pinta tupai dengan memelas.
Mendengar itu hatiku pun luluh dan kembali berusaha dan mencoba agar seekor tupai yang telah mati itu bisa hidup lagi. Namun setelah beberapa saat aku mencoba tak ada tanda-tanda kehidupan sampai tubuhku terasa sangat lemas dengan nafas sedikit sesak.
“Maafkan aku…sepertinya kekuatanku tak mampu menghidupkan kembali kekasihmu ini”,kataku sambil menghela nafas.
“Ayo coba terus….kamu pasti bisa”,ujar si Tupai.
“Aku sudah berusaha keras namun tetap tidak bisa,yang ada malah darahku terkuras habis jika terus kupaksakan”
Namun karena diriku tidak tega melihat si tupai bersedih aku pun kembali mencoba dan terus mencoba sampai kemudian keadaan tubuhku menjadi lemas,kepala pusing,mata berkunang-kunang serta nafas tersenggal dan akhirnya aku pingsan tak sadarkan diri…
“Raden…kau tak bisa menghidupkan kembali yang telah mati”
“Kenapa demikian?”
“Karena ketika makhluk yang hidup telah mati maka dia tak lagi memiliki sukma,sukma itu telah pecah dan tak bisa lagi diisi dengan suatu energi,bila diibaratkan seperti botol kaca berisi air, sebelum botol itu pecah maka kau bisa mengisinya dengan air terus dan terus berulang kali namun bila botol itu pecah maka sia sia saja meski seribu kali kau tuang air kedalamnya tetap saja terbuang kecuali kau menggantinya dengan yang baru,itu suatu hal yang mustahil karena sukma adalah ciptaan Sang Penguasa”
“Tapi…mengapa aku bisa menumbuhkan dan menghidupkan tumbuhan yang sudah layu dan kering?”
“Tumbuhan tidak memiliki sukma raden”
“Baiklah Cembul,sekarang aku jadi mengerti,terima kasih telah memberitahukan hal ini kepadaku”
“Ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu Cembul”,lanjutku bertanya.
“Silahkan Raden bertanyalah…”
“Tempo hari sewaktu aku dan Nesya diserang para preman di Taman Hutan Kota ada kejadian aneh yang menimpaku,saat aku tersungkur jatuh ketanah karena dihajar preman tak lama kemudian aku mengalami halusinasi seakan aku mendengar suara dari dalam kepalaku lantas memanggilku dengan sebutan kakak dan menyebutku seolah-olah namaku adalah Ra Bali,kemudian dia memberiku bayangan yang menggambarkan dua orang pemuda yang sedang bertarung melawan seorang lelaki setengah baya lalu dua pemuda tersebut menggunakan suatu jurus yang bernama Ajisukma,setelah halusinasiku hilang lalu aku memperagakan jurus tersebut untuk melawan para preman itu dan berhasil aku langsung mahir menggunakan jurus tersebut”,
“Tapi yang membuatku heran dan penasaran adalah aku merasa suara orang itu tidak asing lagi ditelingaku seakan aku sangat mengenalnya…,tapi siapa??”,Ungkapku dengan ekspresi wajah orang kebingungan.
“Ra Bintan”,jawab Cembul singkat.