NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Jauh sebelum bumi tercipta #6



“Jika kamu bisa menaklukan Semarang dan memiliki ke-8 kora maka otomatis kamulah Suhu kerajaan ini”,sambung Dinda lagi sambil menatap tajam ke arah Ra Toba.


“Tidak mungkin dinda…!!,mengapa kau sampai berpikiran seperti itu??”,Tanya Ra Toba.


“Kalau begitu kamu memang tak ingin hubungan kita ada,kamu hanya mempermainkanku Ra Toba..!!”,ujar Dinda meluapkan amarah.


“Mungkin aku memang tak pantas menjadi kekasihmu”,sambung dinda lagi sambil meneteskan air mata.


Ra Toba yang saat itu mengalami konflik batin antara mengikuti hawa nafsu atau mendengarkan kata hati nuraninya namun saat ia melihat sang kekasih meneteskan air mata ia menghampirinya dan memeluk erat tubuhnya lalu berkata…


“Aku sangat mencintaimu lebih dari apapun,dan menjadi seorang Suhu adalah impianku sejak kecil”


“Buktikanlah ucapanmu itu Ra Toba”,ucap Dinda.


“Baiklah aku akan menaklukkan paman Semarang,tapi aku tak bisa sendirian…harus ada yang membantuku” ,ucap Ra Toba yang kini sudah gelap mata.


“Semua orang di kerajaan tau paman Semarang adalah salah satu Agan terkuat di Kawaratu ,sangat sakti,berilmu tinggi,jadi tak akan mudah untuk mengalahkannya,belum lagi kita harus menghadapi para prajurit pilihan penjaga Gapura yang juga sangat tangguh”,sambung Ra Toba.


“Jangan buang-buang tenagamu….pakailah akal mu Ra Toba…”,ujar Dinda.


“Maksud kamu…??”Tanya Ra Toba penasaran,Dinda pun menghampiri dan mendekati kuping Ra Toba lalu berbisik….


Senja berganti malam…bulan dan bintang mulai memancarkan cahayanya Ra Java yang kala itu sedang rebahan diatas ranjang tempat tidurnya sambil menatap langit yang indah melalui jendela kamarnya yang terbuka,tiba tiba ia dikejutkan oleh kedatangan Samarinda yang masuk kedalam kamar…


“Sa….Samarindaaa..??,mau apa kamu …??!”,Tanya Ra Java yang salah tingkah.


“Tenang Raden tak perlu gelisah begitu,aku kesini untuk membuatmu bahagia”,ucap Samarinda mendesah dan perlahan menghampiri Ra Java.


“Ja…Jangan Samarinda…jangan lakukan ini,bagaimana kalau ada yang tau”,ujar Ra Java panik.


“Tak usah khawatir Raden…. istana sedang sepi,tak ada siapa-siapa kecuali kita berdua”,jawab Samarinda sambil perlahan melucuti pakaiannya.


“Samarinda….”,lirih Ra Java menelan ludah.


Ra Java yang tak kuasa menolak karena sebenarnya ia juga menyukai Samarinda sedari pertama bertemu waktu itu , dan akhirnya mereka berdua bergumul diatas ranjang.


Saat Ra Java dan Samarinda tengah asyik diatas ranjang tiba-tiba Ra Toba datang mendobrak pintu kamar adiknya itu,dengan wajah yang memerah lalu….


“Apa yang kalian lakukan..?!!!”,teriak Ra Toba dengan mata melotot.


Mereka berdua terkejut bukan kepalang melihat Ra Toba yang tiba-tiba datang memergokinya,seketika mereka berdua melompat ke sebelah ranjang dan berusaha secepat mungkin memakai pakaiannya masing-masing,lalu bersimpuh sujud di hadapan Ra Toba.


“Dasar kau ********..!!,tak tau malu..!!,tega nian kau melakukan perbuatan memalukan ini..!!!”,Bentak Ra Toba lalu memukuli wajah Ra Java.


“Ampun kak Toba …ampun….”,lirih Ra Java kesakitan.


“Ampun Raden…hamba mohon ampun..”,sahut Samarinda yang ada disebelahnya.


“Dasar kau wanita jalang….!!,pergi kau dari hadapanku”,bentak Ra Toba mengusir.


Samarinda langsung pergi meninggalkan kamar dengan pakaian yang masih tercompang camping,kini tinggal Ra Toba dan Ra Java berbicara empat mata….


“Akan kuberitahu semua para Agan di kerajaan ini agar mereka tahu ada seorang Raden meniduri wanita kasta rendah dan jika ayahanda Suhu tahu putranya melakukan perbuatan hina dina ini,kau pasti akan mendapat hukuman berat, dikurung di kerak kerajaan ”,ucap Ra Toba mengancam.


“Jangan kak…ampun kak …..tolong jangan beri tahu ayahanda kak…aku mohon aku mohon…”,ucap Ra Java meratap dengan sedikit mengeluarkan air mata .


“Aku bersumpah akan melakukan apa saja yang kak Toba perintahkan asalkan kakak tidak melaporkan hal ini ke ayahanda…tolong kak aku mohon”,ucap Ra Java kembali memohon.


“Benarkah kau akan melakukan apa saja yang kuperintahkan?”,Tanya Ra Toba menyeringai


“Iya Kak…aku janji kak”,jawab Ra Java.


“Kau harus membantuku merebut pusaka 8 Kora dari penjagaan paman Semarang”,ucap Ra Toba


“Apaaaa…!!,kak Toba sudah gila??!,tidak kak kalau itu aku tidak mau”,ujar Ra Java.


“Baiklah kalau begitu akan kuberitahu ayahanda Suhu”,ancam Ra Toba.


“Ja..jangan…iya iya aku akan bantu”,ucap Ra java yang pasrah karena tak ada pilihan lain.


Mendengar Ra Java bersedia membantunya,Ra Toba pun melangkah pergi meninggal kamar adiknya lalu ia ,menemui Samarinda…


“Bagaimana…??,apakah Ra java bersedia membantumu..??”,Tanya dinda penasaran.


“Iya Dinda…,rencana kita sukses”,jawab Ra Toba tersenyum.


“Terimakasih ya sayang…ini semua berkat ide kamu yang cemerlang,selain cantik kekasihku ini juga jenius beruntungnya aku memilikimu”,sambung Ra toba lagi menyanjung Dinda lalu mencium bibir kekasihnya tersebut.


Ternyata apa yang baru saja terjadi menimpa Ra Java adalah suatu siasat muslihat yang telah direncanakan Ra Toba dan Samarinda ,mereka berdua ingin memanfaatkan kekuatan Ra Java yang akan sangat membantu Ra Toba nanti saat berhadapan dengan Semarang,namun belum cukup sampai disitu mereka berdua kembali melancarkan aksinya dengan memakai siasat yang sama untuk menjebak Ra Jaya, sama seperti Ra Java akhirnya Ra Jaya pun terjerumus dalam perangkap permainan sandiwara Ra Toba dan Samarinda ,dibawah ancaman… Ra Jaya bersedia menuruti apa pun yang diperintahkan Ra Toba.