
“Iya iya bang…”,aku menghentikan sepeda motorku di tepi jalan kemudian tanpa aba-aba dengan sigap aku mengelak dari ancaman pisau belati yang di arahkan pemuda tersebut kepadaku, tak puas menggunakan pisau belati pemuda tersebut kembali mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya,kali ini dia mengeluarkan sebuah senjata api lalu dia langsung mengarahkannya kepadaku…#KRAKK terdengar suara tarikan pelatuk dari pistol pemuda tersebut namun belum sempat dia menembak,aku yang kini telah memiliki kemampuan merasakan benda-benda yang terbuat dari metal dan bisa mengendalikannya lantas aku membuat ujung pistol tersebut menjadi bengkok tanpa menyentuhnya,mengetahui pistolnya bengkok sang begal nampak terkejut dan terheran-heran sambil menggaruk-garuk kepala namun kejadian tersebut tak menyurutkan niatnya untuk menyerangku dan perkelahian pun tak bisa terhindarkan lagi #BAK BIK BUK 2x…!!,aku yang sebelum-sebelumnya tidak pernah berkelahi bahkan tidak tahu caranya berkelahi tiba-tiba jadi mahir berkelahi secara otomatis,beberapa gerakan aku praktikan seperti salto melayang,tendangan berputar,dan berbagai macam jurus beladiri lainnya dan kebetulan kedua pemuda begal tersebut memiliki kemampuan beladiri yang cukup hebat pula,jadi perkelahian antara aku melawan kedua begal tersebut berlangsung cukup sengit dan berimbang,sampai aku menyadari perkelahianku tersebut mengundang banyak perhatian orang,mereka menyaksikan dengan seksama bahkan ada yang merekam video dengan telepon genggam,mengetahui itu aku ingin langsung segera menghindar,dengan satu pukulan yang sedikit menggunakan kekuatan angin #JLEBB…!!, kedua begal itu terpental jauh kira-kira 10 meter lalu terkapar…, aku pun mengakhiri pertarungan tersebut…
“Pak tolong kedua orang ini di laporkan ke pihak yang berwajib ya,ini begal pak”,pintaku kepada seseorang yang ada di TKP. Lantas aku bergegas pergi…
Gara-gara kejadian itu aku jadi telat kuliah,aku pun memutuskan untuk kembali lagi ke rumah karena selain penampilanku lusuh dan kucel usai berkelahi tadi …kalau pun aku lanjutkan pergi ke kampus juga percuma …,yang ada nanti malah diomelin dosen…
Sesampainya di rumah…,aku melangkah menaiki anak tangga menuju kamarku yang ada di lantai dua namun baru saja sampai di pijakan anak tangga kedua terdengar suara ibuku memanggil…
“Endo….!!” ; “Iyaaaa..” ; “Lah kok?,kamu gak kuliah?” ; “Enggak bu,aku lagi gak enak badan?”
“Gak enak badan?,gak enak badan kunaon?”
“Meriang nih,kayaknya mau Flu,yaudah ya bu… aku mau istirahat dulu”
“Eleuh..eleuh,seriusan kamu teh sakit?,cepet minum obat atuh”
“Iyaaa bu…”,ucapku sambil melangkah…,namun baru saja selangkah…
“Eh Endo!” ; “Apa lagi buuuu..?”
“Do…itu bukannya kamu do..?,itu lihat…!”,ucap ibuku sambil menunjukan ke arah telivisi yang menayangkan breaking news.
*Baru saja kami mendapatkan berita yang cukup menghebohkan yang terjadi di jalan Tanjung Barat pagi ini,seorang pemuda yang belum di ketahui namanya berhasil melumpuhkan kawanan begal yang selama ini menjadi buronan polisi dan sering meresahkan warga sekitar,menurut saksi yang sempat melihat dan merekam kejadian tersebut pemuda misterius itu sangat mahir beladiri,ia bisa mengalahkan dua orang begal yang bersenjatakan pisau dan pistol hanya dengan tangan kosong,saksi menduga pemuda itu bukan orang biasa karena caranya berkelahi seperti adegan di film-film laga Jaka tingkir maupun wiro sableng dengan jurus sekali tendang sang musuh terpental jauh,saat ini kedua begal tersebut masih belum sadarkan diri dan kini sedang ditangani oleh aparat kepolisian setempat,kami masih mencari tau siapakah pemuda misterius tersebut?,saya Eha Julaeha melaporkan dari TKP*
#JRENG!! Dengan mata terbelalak aku sangat terkejut melihat tayangan breaking news tersebut,tayangan yang memberitakan tentang kejadian yang baru saja aku alami…
“Aduuuh…bagaimana ini,jangan sampai ibuku tahu bahwa aku memiliki kekuatan”,dalam benakku.
“Endo jawab atuh…itu teh yang di TV kamu atau bukan?”
“Iyaya…kamu kan cemen,mana mungkin bisa jago berantem kawas kitu,tapi kok bisa mirip pisan ya?,bajunya juga?”
“Yaelah bu ngapain di pikirin atuh…?,semuanya itu kebetulan dan kebetulan…,bener kata ibu tadi…aku tuh memang cemen…cemen pisan lah pokona mah”
“ Hmmmm…yaudah sana istirahat katanya sakit? tapi ngoceh wae!”
“Idihhh siapa yang ngoceh? huuuu”,langsung menuju kamarku.
“Hampir saja aku ketahuan…hufffsss bisa-bisa shock kalau seandainya ibuku tahu keadaanku sekarang seperti ini”
Setelah kejadian tersebut aku mulai berpikir untuk kedepannya kalau saja nanti aku melakukan hal-hal yang harus menggunakan kemampuan dan kekuatanku sebaiknya aku menyembunyikan identitasku, termasuk menutup wajahku agar tak bisa di kenali oleh siapapun.
***
Hari sudah semakin siang terik matahari pun mulai menyengat,aku yang sedari tadi berdiam diri di dalam kamar mulai merasakan gerah…,maklum di kamarku tidak terpasang AC cuma ada sebuah kipas angin …itu pun kondisinya sudah butut dengan daya putar sudah tidak maksimal jadi gerah pun masih terasa, aku keluar kamar dan langsung menuju pekarangan rumah ,aku pun duduk di kursi yang ada disana berniat mencari angin segar karena diam di dalam kamar terasa pengap tapi ternyata suasana di luar rumah lebih terasa gersang dan panas….
“Hufffss panas banget…kayaknya sebentar lagi bakalan ujan nih”,ucapku lalu beranjak dari kursi yang aku duduki namun sebelum aku memutuskan untuk kembali masuk ke dalam rumah aku melihat sesuatu….!,sesuatu yang tak nyaman untuk dilihat….,ya aku melihat salah satu tanaman hias yang berada di pot pekarangan depan rumah itu layu hampir mengering akibat panasnya terik matahari ,melihat itu lagi-lagi terlintas di pikiranku tentang apa yang dikatakan Cembul sehingga aku yang dibuat penasaran akan hal itu dan ingin membuktikannya lagi akan kebenaran kekuatan atau kemampuan super yang aku miliki sekarang ini,perlahan kusentuh batang tanaman layu tersebut dengan jari telunjuk lalu kufokuskan pikiran dan berusaha untuk yakin seyakin-yakinnya dengan apa yang kulakukan dan #JRENGG!! Benar saja tanaman hias tersebut mulai bergerak tumbuh,subur dan menghijau kembali…
“Endo…kamu lagi ngapain?”,tiba-tiba ayahku datang dari arah belakang.
“Eh ayah…bikin kaget aja,ini lagi benerin pot tadi hampir mau jatuh”
“Oh…,itu kamu dipanggil sama ibu katanya suruh makan siang”
“Yaudah kalau begitu yuk kita makan siang bareng”
“Huh…hampir saja”,dalam benakku.