
“Halo Do…,kamu masih disana?,halo…,Dodo…kamu gak kenapa napa kan…halo…Do …koq gak jawab sih…haloooo?!”,suara Nesya terdengar di telepon selular milikku
“Iya Bee..udah dulu ya,bye”,ucapku langsung menutup percakapan
“Iihh..koq dimatiin sih?!”,kesal nesya setelah percakapan seluler tersebut mendadak aku akhiri
Dengan perasaan panik dan tak memikirkan apa apa lagi,aku bergegas mengambil switer dan masker lalu pergi menuju Mall tersebut…
Sesampainya disana,aku melihat banyak sekali aparat yang berjaga membentengi area Mall dan sedang bersiap melakukan aksi penyelamatan.
Jeritan para sandera dan letusan senjata api terdengar dari dalam Mall tersebut membuat suasana disana begitu mencekam.
“Permisi Pak,boleh saya lewat…didalam Mall ada Orangtua saya Pak”,pintaku berusaha melewati brigade para aparat keamanan
“Maaf anda tidak boleh kesana karena sangat berbahaya,serahkan pada kami”,jawab salah satu Aparat
“Tapi Pak….”, “Sudahlah jangan memaksa lebih baik kamu tunggu disana”,tegas Aparat tersebut sambil menuntunku menjauh dari area tersebut
Dengan perasaanku yang campur aduk antara takut,panik serta bingung memikirkan bagaimana caranya menyelematkan kedua orangtuaku, yang mungkin saat ini jadi sandera para GEN-Damn tersebut. Lalu aku mendapatkan ide untuk menyelinap masuk ke dalam Mall dengan memanfaatkan kekuatan yang aku miliki.
Aku yang memiliki kemampuan bertelekinesis berusaha untuk merobohkan sebuah pohon besar yang berada tidak jauh dari brigade para Aparat tersebut…
#KRRREKEK…bunyi batang pohon yang hampir roboh…
“Awas..!,awas…!,menyingkir kalian semua...pohon itu akan tumbang”,teriak salah satu Aparat yang menyadari sebuah pohon yang akan tumbang…
#GEDEBUKKK!!,pohon tersebut roboh dan menimpa beberapa kendaraan Aparat hingga ringsek.
Kekacauan pun terjadi hingga membuat para Aparat sedikit lengah dan aku memanfaatkan itu untuk menyelinap ke dalam Mall…
Akhirnya aku berhasil menyelinap masuk ke dalam Mall tersebut,lalu bergegas mencari lokasi keberadaan orangtuaku namun baru saja berjalan beberapa langkah…aku melihat dua orang yang diduga anggota GEN-Damn sedang berjaga di pintu masuk menuju area koridor utama lantai dasar Mall,dengan memegang senjata api laras panjang jenis AK-47 mereka terlihat sedang mengawasi di area pintu masuk tersebut.
Tanpa berpikir lama…,aku menggunakan lagi kemampuan telekinesis untuk menyingkirkan senjata api dari tangan kedua anggota GEN-Damn itu lalu aku berlari secepat kilat ke arah mereka lantas menghajarnya,dengan masing masing mendapatkan satu pukulan telak di wajah, mereka berdua langsung tersungkur dan tak sadarkan diri,namun selang beberapa detik kemudian…
#DORRR…DORRR!!,dua buah peluru mengarah kepadaku tapi meleset…sial!,ada yang menembaki aku dari lantai atas… ternyata aksiku tadi terlihat oleh salah satu rekannya,dengan sigap aku melompat dan #WUZZZ!,lompatanku meluncur layaknya sebuah batu kecil yang dilesatkan dengan ketapel dan langsung memberi pukulan telak di wajah anggota GEN-Damn yang berada di lantai tiga ,dan lagi aksiku tersebut diketahui oleh rekan rekannya namun kali ini ada sekitar lima orang mengepungku dari lantai yang sama…
Mereka semua membidikku dengan senjata api yang ada ditangan mereka dan terus mendekat…”Wah ini gawat”,merasa ragu untuk berhadapan dengan mereka semua atau sedikit paranoid, aku memutuskan untuk menghindari mereka, lalu masuk ke salah satu ritel pakaian yang ada didalam Mall untuk bersembunyi…
“Cepat kesini…!,dia masuk kedalam sana”,seru salah satu anggota GEN-Damn yang sepertinya melihat saat aku masuk ke ritel tersebut
Tak seberapa lama kemudian…,para anggota GEN-Damn itu memasuki ritel tempat aku bersembunyi. Aku mengintip dari sela sela rak pakaian,dan aku melihat ada lima orang pria berbadan tegap lengkap dengan senjata AK-47 ditangan mereka masing masing dan mengenakan penutup wajah berwarna hitam.
#BAKBIKBUK…BAKBIKBUK!!....BRAKKK,aku menghajar mereka satu persatu tanpa terlihat namun untuk kali ini mereka tak langsung terkapar,mungkin karena mereka memiliki postur badan yang tinggi besar serta kekar maka tak cukup membuat mereka roboh hanya dengan sekali pukulan.
Mereka bangkit dan tanpa aba-aba…,mereka mengokang senjata api lalu menembak secara membabi buta kesegala arah …
#DRRRREDEDED…DRRRRREEDEDEDED JEDERRRR!!,riuh rentetan suara tembakan menggema disekitaran Mall bahkan terdengar jelas oleh semua orang yang berada di luar.
Mendengar kegaduhan tersebut membuat semua orang di dalam maupun di luar Mall panik serta ketakutan, dan seakan akan terpancing hampir semua para anggota GEN-Damn menuju tempat kejadian,demikian juga aku yang sadar akan hal itu…,tak ingin lagi membuang buang waktu,lantas mengeluarkan semua kemampuan yang aku miliki.
#HIYYYAATT….BAKBIKBUK….BAKBIKBUK ZAPP…ZAPPP BRAKKK!!,DRRREDEDED…BAKBIKBUK…DORR…DORR … ZAPZAP GEDEBUKK!!,gemuruh suara pertempuran epic antara aku seorang diri dengan belasan anggota GEN-Damn disertai balasan tembakan tembakan mereka yang tak tentu arah,dan terkadang para anggota GEN-Damn tersebut mengenai rekannya sendiri karena aku beraksi dengan tak terlihat seperti Invisible Man,dan lagi satu persatu dari mereka berhasil aku lumpuhkan tapi kali ini mereka langsung terkapar karena aku menggunakan pukulan sambil melakukan lompatan dengan sedikit mengandalkan kekuatan dorongan angin, yang kalau diumpamakan kekuatan pukulanku itu setara dengan terjangan kedua kaki belakang seekor kuda.
“Apa yang sedang terjadi?”,tanya Pemimpin GEN-Damn kepada bawahannya.
“Sepertinya Tim Khusus Anti Teror berhasil masuk”,jawab sang anak buah yang salah mengira .
“Habisi mereka…!!,kerahkan semua pasukan yang ada”, “Baik,laksanakan!”
Belum selesai aksi diriku yang menghajar sejumlah anggota GEN-Damn tadi,kini datang lagi tambahan segerombolan anggota GEN-Damn mencoba membantu mengatasi yang sebenarnya tak tahu apa yang mereka hadapi,mereka hanya melihat rekan rekannya terpental,tersungkur dan terkapar dengan sendirinya.
Singkat cerita aku berhasil mengalahkan hampir semua para GEN-Damn tersebut dan bergegas mencari tempat dimana mereka menyembunyikan para sandera termasuk kedua orangtuaku yang menjadi tawanannya…
“Lapor Ketua…!!,sepertinya ada yang tidak beres”,ucap salah satu anak buah menghadap dan melaporkan kepada pimpinannya setelah berlari dari tempat pertempuran dengan diriku.
“Apa yang tidak beres!?”,tanya pimpinan GEN-Damn
“Maaf Ketua,hampir semua pasukan kita…. telah dilumpuhkan oleh sesuatu…sesuatu yang tidak terlihat”,jawab sang anak buah tersenggal dengan nafas terengah-engah.
“Apa Maksudmu sesuatu yang tidak terlihat?”
“Baru saja saya menghadapi seseorang namun ia tak terlihat dan dengan mata kepala saya sendiri,nampak pasukan kita terpental seperti ada yang menyerangnya. mungkin itu T.K.A.T yang menggunakan teknologi Stealth atau semacamnya”
“Baiklah kalau begitu…,mari kita akhiri permainan ini….,aktifkan semua Bom yang telah terpasang di seluruh bangunan ini”,tegas pimpinan GEN-Damn dan ucapannya terdengar oleh para sandera yang ada didekatnya…
#Jangan…jangan…jangan…Tolong…tolong…tolong bebaskan kami…kami mohon jangan lakukan itu,pekik suara teriakan para sandera histeris ketakutan setelah mendengar perkataan pimpinan GEN-Damn tersebut.
Mendengar teriakan para sandera tersebut, aku langsung menuju sumber suara itu berasal. Tanpa ancaman, secara otomatis aku kembali normal dan bisa lagi terlihat oleh orang lain. Setelah hampir mendekati tempat mereka menyembunyikan para sandera tiba tiba….,tanpa sengaja kaki ku menendang kaleng minuman kosong hingga menimbulkan suara berisik…#KLONTRRRANG!!
“Woi…!!,siapa itu…?!!,jangan bergerak atau kutembak!!”,teriak anggota GEN-Damn yang melihat keberadaanku sambil menodongkan senjatanya.