NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Jauh sebelum bumi tercipta #14



"Ibunda…?mengapa kau lakukan ini..?,mengapa kau berbuat setega ini pada kerajaanmu sendiri?,ucap Ra Bali sangat menyesalkan perbuatan sang ibunda.


"Aku terpaksa lakukan ini karena aku sangat mencintai putra-putraku termasuk dirimu Bali,ibu mana yang tega melihat anaknya yang seharusnya berdiri gagah disinggasana menjadi Suhu pewaris kerajaan malah mendekam ditempat yang sangat amat mengerikan",ujar Maluku yang kini berhasil menguasai istana bersama Ra Toba.


"Tapi itu karena memang Ra Toba melakukan perbuatan yang begitu keji sehingga dia layak mendapatkan hukuman itu",timpal Ra Bali.


"Ra Toba tidak akan berbuat demikian jika Ayahandamu itu mengerti perasaannya dan keinginannya maka semua ini tak semestinya harus terjadi…,sudahlah Bali tak perlu berbasa-basi lagi,sekarang kau mau ikut denganku atau melawanku…??",tegas Maluku.


Mendengar perkataan ibundanya tersebut Ra Bali terdiam,terpaku,air matanya mulai menetes dan tertunduk jatuh dengan kedua telapak tangannya menyentuh tanah ,ia tak berdaya menghadapi situasi seperti ini…kebimbangan melanda hatinya…apakah tetap teguh menegakan keadilan di kerajaan yang ia cintai dan harus melawan ibundanya sendiri ataukah bergabung dan harus mengkhianati kerajaannya….


"Ra Bali…Ra Bali…..apakah kau mendengarku…?,aku butuh bantuanmu lekaslah ke Gapura,Kutai kembali menyerang dan ingin merebut pusaka kerajaan",Ra Bali mendengar suara sang ayahanda Suhu melalui telepati.


Mendapat kabar tersebut Ra Bali yang masih dalam keadaan diri penuh kebimbangan lantas berusaha berdiri,lalu tanpa berpikir lagi ia bergegas menuju Gapura dan meninggalkan percakapannya dengan sang ibunda begitu saja.


"Bali…!!,mau pergi kemana kau…?!",Teriak Maluku tapi Ra Bali tak menghiraukannya dan bergegas pergi.


"Sepertinya dia menerima panggilan telepati dari Madura yang kewalahan berhadapan dengan Kutai Ibunda",ucap Ra Toba yang sedari tadi ada disamping Maluku.


"Kalau begitu cepat kau ikuti dia dan halangi dia jangan sampai dia membantu Madura",seru Maluku.


"Baik Ibunda",jawab Ra Toba.


***


Madura yang sedang bertempur habis-habisan dengan pasukan Kutai yang kembali ingin merebut ke-8 Kora di Gapura ,dan dengan sekuat tenaga serta mengeluarkan semua jurus dan kesaktiannya Madura berusaha mempertahankan pusaka Kawaratu tersebut, namun sekuat dan sesakti apapun Madura dan pasukanya jumlah mereka kalah banyak dibandingkan kubu lawan serta Kutai yang dibantu oleh kedua putra Madura Ra Java dan Ra Jaya jelas membuatnya tambah kewalahan .


"Hahaha…wahai Madura sang Suhu kerajaan Kawaratu….sungguh kasihan sekali engkau….dikhianati ,ditusuk dari belakang oleh anak dan istrinya…hahahah sungguh malang kau ini…!!,ejek Kutai.


"Tutup mulutmu…!!,hadapi aku satu lawan satu,dasar pecundang..!!",timpal Madura.


"Sudahlah jangan kau banyak bicara lagi Madura..!!,jangan kau halangiku lagi untuk mengambil pusaka itu,lebih baik kau bersimpuh kepadaku lalu kau akan kubiarkan hidup",ucap Kutai.


"Kurang ajar..!!,beraninya kau bicara seperti itu..!!,langkahi dulu mayatku Kutai…!!",tegas Madura.


"Ooouu…jadi kau lebih memilih mati konyol rupanya,baiklah…!!,Seraaaaaaaaaaaaang!!!",seru Kutai.


"Ra Java,Ra Jaya..!!,aku ini ayahmu,kenapa kalian menyerangku?!!,kenapa kalian ini..!!?",ucap Madura.


"Semenjak kau memenjarakan kami,kau bukan lagi ayahku dan bukan lagi Suhuku..!!",timpal Ra Java.


"Ciaaaaattttt…!! Bakbikbuk bakbikbuk..jegerrrr..!!",kedua Raden itu menerjang Madura dengan jurus-jurusnya,dengan terpaksa Madura pun membalas serangan serangan yang dilakukan kedua putranya tersebut,dan tak berapa lama kemudian rombongan pasukan yang dipimpin Ra Bali tiba di Gapura bersamaan dengan rombongan pasukan yang dipimpin Ra Toba yang sedari tadi mengejar…


Untuk kedua kalinya perang saudara pun tak terhindarkan lagi,kerajaan yang sejak dulu damai,aman & sejahtera kini porak poranda,tangis dan kematian melanda para Agan disana,disamping itu dengan sekuat tenaga suhu Madura mempertahankan pusaka kerajaan agar tak jatuh ketangan lawan ,dalam sengitnya pertarungan tiba-tiba datang lagi segerombolan pasukan kerajaan Kawadomas lainnya yang telah bersekutu dengan suhu Maluku ikut menyerang…


Dengan terus bertambahnya pihak lawan membuat Madura dan Ra Bali terdesak,mengetahui bahwa ia tak akan sanggup bertahan dan akan kalah dalam pertempuran,akhirnya Madura menyarankan Ra bali untuk melakukan


RAGAJAGAT (jurus melebur diri dan melepas jiwa untuk melontarkan ke-8 Kora) demi menyelamatkan pusaka planet/kerajaan dari pihak Kutai yang ingin merebutnya.


"Ra Bali…,kita tak akan bertahan lama lagi,kita harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan kerajaan ini",ucap Madura sambil sibuk menghalau serangan-serangan lawan.


"Benar Paduka kita tak akan sanggup menahan para pasukan lawan yang semakin banyak,lantas apa yang harus kita lakukan?",Tanya Ra Bali yang juga sibuk menghalau.


"Ragajagat,karena itu satu-satunya cara yang bisa menyelamatkan pusaka ini",jawab Madura.


"Apakah kau bersedia melakukannya putraku?",Tanya Madura.


"Demi kebaikan kerajaan dan para Agan yang hidup di kerajaan ini hamba siap melakukannya",jawab Ra Bali.


"Baiklah kalau begitu mari kita lakukan",seru Madura.


"Tapi Paduka…,hamba belum menguasai betul ilmu Ragajagat karena belum sempat lagi hamba menyempurnakannya apalagi paman Semarang kini telah tiada…jadi tak ada lagi yang mengajari hamba",ujar Ra Bali.


"Tak usah kau khawatir,selagi kau yakin,kau pasti bisa",ucap Madura meyakinkan Ra Bali.


Dengan penuh jiwa ksatria dan sebagai Suhu kerajaan Kawaratu Madura tak ingin kaumnya menderita atas ulah istri & ketiga anaknya yang berkhianat dan tak ingin pula membiarkan Kutai memiliki pusaka tersebut, karena menurutnya apabila itu terjadi ,akan ada bencana besar dan kehancuran seluruh galaksi Alian…,Madura dan Ra bali bersiap untuk melakukan Ragajagat lalu mereka berdua mengucapkan ajimat secara bersamaan….


"Tak akan pernah seribu kejahatan menghancurkan satu kebajikan,meleburlah….,menyatulah… jiwa dan raga ini untuk selalu menjaganya",dalam sekejap mata mereka berdua melebur menjadi suatu kumparan energi yang besar dan KABOOM…!!,kumparan energi Ragajagat meledak membuat seisi kerajaan bergetar dan ke-8 Kora pun terlontar sangat jauh keluar galaksi dan tidak akan ada seseorang pun tahu keberadaannya…


Melihat kejadian itu semua mata yang ada di Kawaratu tertuju dan terperangah tanpa bisa berkata-kata seakan terbius oleh dahsyatnya energi jurus Ragajagat tersebut,Kutai yang mengetahui itu lantas bergegas menyiapkan sesuatu…,dan ternyata Kutai memiliki sesuatu yang tak pernah diketahui oleh para Agan di seantero Alian sebelumnya,ia memiliki beberapa benih berupa kristal berwarna hitam pekat,Kristal itu mampu membuat semua jenis makhluk hidup tunduk akan perintahnya dan benda itu bernama Kristal pusaka SANTETA,Kutai yang tak ingin membiarkan ke-8 Kora hilang dan lenyap begitu saja,ia pun akan melakukan hal yang sama yaitu menggunakan jurus Ragajagat dengan maksud agar bisa melontarkan pusaka Santeta miliknya untuk mengikuti kemana arah perginya pusaka 8 Kora.