NATURA Son Of Earth

NATURA Son Of Earth
Buku Misterius #5



Seakan memiliki banyak nyawa..,Khamar masih tegak berdiri meskipun tubuhnya terkena ledakan sebuah granat serta dihujani ratusan peluru…


“Sihir…Sihir…Pemberontak itu menggunakan sihir”,teriak salah satu Nipong dan #BRAKK..!! Khamar menghajar dengan kepalan tangannya ,pukulannya tersebut telak mengenai bagian rahang Nipong yang berteriak tersebut seketika tersungkur lalu tak sadarkan diri...,lantas dengan segera Khamar merebut senjata api milik Nipong tersebut…


#DORR…!! DORR..DORR..DORR!! giliran Khamar yang menembaki para Nipong tersebut hingga tak ada lagi yang berkutik…


Keheningan disekitar area pertempuran pun terjadi sesaat setelah rentetan suara tembakan tersebut dan pertempuran pun selesai semua Nipong tewas ditangan seorang Prajurit Pejuang…, begitulah cerita yang diberitakan oleh warga kampung tersebut….


Khamar yang kembali ke rumah Umayah dengan pakaian compang camping dan tubuhnya berlumuran darah…,namun itu bukan darahnya bahkan ia tak terluka sedikitpun


“Khamar apa yang terjadi?”,tanya Umayah yang baru keluar dari tempat persembunyian


“Kamu lihat saja”,singkat Khamar dengan gestur menunjuk ke arah jendela


Dengan rasa penasaran Umayah langsung menuju jendala dan dari balik jendela rumahnya itu ia melihat ke arah luar…,terlihat bekas kekacauan terjadi,banyak mayat para Nipong tergeletak…


“Kamu yang melakukan itu semua?”,tanya Umayah heran


“Iya…aku yang melakukannya”,


“Lalu darah yang ada disekujur tubuhmu?”


“Ini bukan darahku,aku tak terluka sedikitpun”


“Bagaimana bisa..?”


“Kau sudah pernah melihatnya saat aku melukai telapak tanganku…,seperti yang kamu tau aku ini seorang Suhu Kerajaan Kawaratu yang juga merupakan seorang Agan, beberapa Agan yang ada di Galaksi Alian memiliki kesaktian atau jurus jurus tertentu guna melindungi Kerajaannya dan dengan kemampuanku tersebutlah aku melawan para Nipong yang hendak membunuh warga dan membakar kampungmu ini…,mereka menyebut kesaktianku dengan kata ‘Sihir’ “ ,jelas Khamar menjawab pertanyaan Umayah


“Apakah para warga melihatmu beraksi?”,ucap Umayah kembali bertanya


“Ya…sebagian warga melihatnya,tapi yang mereka lihat hanyalah seorang Prajurit Pejuang …mereka tidak akan mengenaliku karena aku menggunakan ini…!”,jawab Khamar sambil menunjukan sebuah masker yang selalu digunakan Umayah saat jadi seorang Perawat


Keesokan harinya….


Riuh warga dipagi hari yang membicara kejadian semalam membuat geger kampung tersebut


“Pagi…”,sapa Umayah yang baru saja keluar dari kamar


“Pagi..”,jawab Khamar yang sedari tadi sudah berada di kursi yang biasa ia duduki


“Tidak..aku tidak bisa…maksudku dari semalam aku belum tidur…,tak perlu khawatir itu biasa kulakukan”


Setelah Umayah membersihkan diri…Umayah mendatangi Khamar lalu mereka berdua duduk bersama dan mulai berbincang membicarakan…


“Semua warga kampung sedang membicarakanmu,mereka seakan sangat senang,kamu memberi mereka harapan Mar…,harapan untuk segera mengakhiri semua penindasan dan penderitaan yang selama ini mereka alami”,ucap Umayah terenyuh


“Maksudmu..?”


“Maksudku...dirimu dan kemampuan yang kamu miliki menjadi sebuah harapan…harapan bagiku..,bagi warga kampung ini…,atau bahkan bagi negeri ini untuk lepas dari kehancuran yang disebabkan oleh penjajahan dan peperangan ini…,kamu bisa membuat negeri ini merdeka…,kamu bisa menciptakan kedamaian di negaraku ini… bahkan kedamaian di seluruh dunia…,ya duniaku yang aku sebut Planet Bumi…”,jelas Umayah dengan semangat


“Apa gunanya kedamaian yang kau maksud itu bila Planet Bumi ini binasa..?”,celetukan Khamar memadamkan api semangat Umayah


“Bukan Penjajah ataupun Peperangan yang mestinya kau takutkan…tapi Santeta”,ujar Khamar menatap tajam ke arah Umayah


“Iya…aku mengerti….kamu punya tujuan yang lebih besar dibanding hal yang kusebutkan tadi…,Selamatkanlah duniaku ini…”,ucap Umayah yang sekarang sadar bahwa ancaman Santeta lebih serius


“Tapi bagaimana cara kamu menghentikannya..?,apakah kamu tahu keberadaan Santeta sekarang?”,tanya Umayah


“Aku tidak tahu...,dan sebenarnya aku masih bingung…,seharusnya Santeta sudah berhasil menghancurkan Planet Bumi ini saat tumbukan itu terjadi,tapi…,ya seperti yang kamu tahu bahwa kita berdua masih ada disini…di planet ini!,berarti tumbukan itu tak berhasil dan Santeta gagal membuat planetmu binasa”,jawab Khamar lalu menjelaskan


“Tapi…mengapa hal itu bisa terjadi...?,hal itulah yang membingungkanku dan terus memikirkannya sampai membuatku tak bisa tidur”,ucap Khamar


“Ya..mungkin saja Bumi punya kekuatannya sendiri untuk memulihkan kehancuran tersebut”,timpal Umayah menerka


“Tidak mungkin!,mustahil itu terjadi…,Pusaka Kora hanya bisa membuat wadah perlindungan seperti membentuk menjadi sebuah Planet tapi tidak bisa membuat kehidupan,termasuk seluruh bentuk kehidupan yang ada di Planet Bumi ini,kecuali…”


“Kecuali apa Khamar?”,tanya Umayah


“Kecuali….”,ucap Khamar lalu terhenti untuk berpikir sejenak


“Kecuali terdapat Pusaka Kehidupan yang keberadaannya juga ada di planet ini”,ucap Khamar melanjukan perkataannya


“Pusaka Kehidupan?”,Umayah terperangah


“Benar…,hanya Pusaka Kehidupan atau biasa kami sebut …’NATURA’…yang bisa melakukan hal tersebut…”,terang Khamar lalu terhenti sejenak


“Astaga…Ra Bali,aku baru ingat…,mungkin Ra Bali!”,sambung Khamar melanjutkan kembali ucapannya, namun belum sempat ia melanjutkan..