
"Yaiyalah kita emang udah pernah kesini,yaa hampir setahun yang lalu kan?
"Bukan…!,bukan itu maksud aku,tapi tempat ini,pohon ini…"
"Maksud kamu apaan sih do,aku gak ngerti"
"Iya kita udah pernah istirahat ditempat ini"
"Kapan do?,aku gak inget,seinget aku tahun lalu pun kita gak pernah istirahat di tengah-tengah Post kayak sekarang ini,biasanya kita selalu istirahat di trek-trek yang tersedia kan?"
"Iyaya,tapi entah kenapa aku merasa belum lama ini aku kesini,berasa dejavu gitu"
"Astagfirullahaladzim..!!"
"Kenapa do,kamu bikin aku deg-degan deh!"
"Itu bee…!,kamu liat itu…burung elang diatas bukit sebelah sana…",jariku menunjukan ke suatu arah.
"Iya do banyak banget burungnya"
"Bukan soal berapa banyak burungnya Bee,tapi aku baru sadar kalau kejadian ini,tempat ini dan burung-burung elang itu sama persis dengan mimpiku semalam"
"Kamu yakin do?"
"Iya aku yakin seyakin-yakinnya,ya tuhan…semoga ini bukan pertanda buruk"
"Amin",timpal nesya.
"Ayo kita kesana,aku penasaran sebenarnya apa yang terjadi",ajak aku.
"Janganlah do udah biarin aja paling mereka lagi pesta kawin,lagian aku kan masih cape do,masa suruh jalan lagi…mana gak ada jalurnya lagi masih semak-semak gitu,takut ada uler ah "
#JRENGGG…!!
"Bee…??,aku ingat betul kalimat yang baru aja kamu ucapkan itu sama persis dengan kalimat yang kamu ucapkan di mimpiku semalam"
"Serius kamu do?" ; "Aku serius aku gak lagi becanda"
"Berarti …?" ; "Betul seperti yang semalam aku ceritain kalau kita terusin mendaki akan terjadi gempa setelah kita sampai puncak nanti,itu yang terjadi di mimpi"
"Ikhh amit-amit jangan sampai terjadi ya allah",ucap nesya dengan mimik wajah ketakutan.
"Do…kita balik lagi ke basecamp aja yuk"
"Yaaahh masa balik lagi?,aku bener-bener penasaran nih"
"Bee…jangan lebay begitu ah,mungkin aja ini semua suatu kebetulan aja"
"Yaudah kalau kamu takut,kamu balik aja ke basecamp sendiri,aku tetap mau ke bukit itu",aku pun mulai melangkah menuju bukit yang di penuhi ratusan elang jawa tersebut.
"Do..kamu kok gitu sih!,do..!!,tungguin do,yayaya aku ikut kamu,do tunggu jangan tinggalin aku"
Aku dan Nesya menelusuri dan menembus semak belukar karena untuk menuju kesana memang belum terdapat jalur untuk pejalan kaki,langkah demi langkah semakin jauh kami berjalan diantara semak-semak dan rumput ilalang yang rimbun ,melewati tanah yang licin dengan permukaan kadang menanjak dan terkadang menurun…namun belum juga nampak sebuah bukit tandus yang dipenuhi elang-elang tersebut…
"Do Kok kita belum sampai-sampai?"
"Iya aku juga heran,padahal kamu liat sendiri kan letak bukit itu gak terlalu jauh dari tempat kita beristirahat tadi?"
"Terus gimana ini do...??,aku udah capek banget….udah hampir 2 jam loh kita jalan-jalan tanpa arah!,mana banyak nyamuk lagi…!!,ugghh gatel..!!"
"Diem..!!,kamu bawel banget sih!,aku juga lagi bingung ini….mana HP gak ada sinyal,HP kamu ada sinyalnya gak?"
"Sama…HP aku juga gak ada sinyal,Kamu tadi pake kompas gak sih?"
"Aku gak pake kompasnya ketinggalan di basecamp,tapi aku yakin banget emang arahnya tuh kesini"
"Kamu gimana sih…?!,yaudah kita balik lagi aja!",kesal nesya.
"Udah nanggung bee…lagian emang kamu tau arah balik kemana?"
"Lah bukannya …?kamu juga gak kasih tanda?"
"Eeeenggak,aku lupa karena tadi saking excited pengen tau….burung"
"Astagfirulahhh Endooo..!!kok kamu jadi teledor gini sih!,gak seperti biasanya!"
"Iya maaf,aku juga gak nyangka bakalan nyasar begini,gini aja deh dari pada kita berdebat terus ,mendingan kita terusin dulu jalan ke arah sana siapa tau bukitnya ketemu"
Kami berdua pun melanjutkan perjalanan tanpa arah tersebut,hari sudah semakin petang tetapi bukit penuh elang itu tak kunjung kami temukan hingga kami berdua memutuskan untuk kembali mencari jalan keluar menuju basecamp,sialnya kami malah semakin tersesat jauh di tengah hutan belantara…
"Hiks…hiks..hiks…",nesya menangis
"Kamu kenapa Bee?,kok nangis?"
"Aku takut do…aku mau pulang",ucap nesya dengan lirih
"Iya..iya sabar yah,aku juga lagi berusaha, kita pasti akan temukan jalan keluar",aku menenangkan nesya dan mengusap air mata yang membasahi pipinya lalu memeluknya
Matahari pun mulai terbenam hingga tak lagi menampakan sinarnya,aku dan nesya yang sudah mulai kelelahan dan kebingungan mencoba untuk tetap tenang walau dalam benak kami masing-masing sangat panik dan ketakutan melihat kondisi yang saat itu berada di tengah hutan dalam keadaan gelap gulita…