
Didalam Pack Dimitry..
sejak malam itu, Louvei lebih menjaga jarak dengan Jacobs, menjadi lebih diam tidak banyak bicara juga tidak selalu heboh saat bersama Jacobs.
Yaa meskipun masih sering mengikuti kemana Jacobs pergi tapi Louvei tidak seheboh biasanya,
"Apa kamu sakit Louvei ? tumben sekali kamu lebih banyak diam, biasanya kamu akan sibuk menggangguku saat berburu"
"heemm nggak kok, aku cuma sedang malas saja, eh lihat itu disana ada rusa !"
Saat ini Jacobs dan Louvei sedang melakukan perburuan di hutan, mereka melakukan pengintaian mengincar seekor rusa yang sedang minum di tepi sungai.
Jacobs dan Louvei bersembunyi di balik batu besar, siap membidik dengan tombak beracun, Jacobs sangat fokus sedangkan Lovei tampak siaga di belakangnya.
dengan satu gerakan cepat, secepat angin..
jlebb.. brukk..
Rusa jantan berukuran besar jatuh terkapar ditepi sungai, efek racun membuat rusa itu mati kurang dari semenit.
"kamu benar benar pemburu yang hebat Jacobs, tembakanmu selalu tepat sasaran, " puji Louvei sambil mengacungkan dua ibu jarinya.
"ya.. aku terlahir sebagai pemburu sejati, orang tuaku dulunya juga sebagai pemburu yang tersohor di pack" nada suara Jacobs terdengar membanggakan diri
"hemm.. lalu waktu malam patroli itu, kamu berhasil membunuh makhluk raksasa kan, apa kalung itu berasal darinya ?"
Louvei menunjuk sebuah kalung yang tersemat di leher Jacobs, bagi Jacobs benda itu adalah kebanggaan tersendiri sebagai bukti kemenangan.
"ya.. aku menghunus senjata tepat saat makhluk itu hampir melukai Paul, dan benda ini aku ambil dari tubuhnya saat akan dibakar"
"kalian memusnahkan makhluk itu ?" debar jantung Louvei semakin panik
"yaa.. makhluk itu adalah ancaman bagi pack kita, bisa saja dia menyerang tiba tiba ternak di kandang, "
"tapi apa kalian tidak menginterogasi makhluk itu dulu ? jangan lamgsung dibunuh harusnya kalian cari informasi terkait "
"ya tapi... "
"sstt tidak ada tapi tapian, sekarang bantu aku "
Jacobs meminta Louvei membantu membawakan perlengkapan berburu sementara dirinya memanggul rusa kembali ke pack.
"Jacobs.. sebentar lagi usiaku akan menginjak dewasa dan sudah cukup untuk mengikat mate"
"lalu ?"
"hemm.. karena kamu belum memiliki mate maka aku ingin pada saat malam pendewasaanku ada kamu.. "
"kamu ingin kita mengikat mate betina kecil ?"
"ya.. aku sudah bertekad akan menjadikan kamu mate ku !!"
"bagaimana jika ikatan mate gagal ? kamu akan merugi nanti.. "
"hatiku sangat yakin jika aku pasti bisa mendapatkanmu"
"haish.. aku tidak berminat mengikat mate dengan siapapun kecuali.. "
"kecuali apa ?? katakan.. "
"kecuali kamu berhasil menggodaku untuk menyentuhmu, dan asal kamu tahu Louvei, aku sangat tidak mudah bergairah"
kecuali dengan Elies ku... huft.
"aku anggap kamu bersedia Jacobs, aku akan sangat berusaha untuk menggodamu "
Aku harus mengikat Jantan ini hingga dia bertekuk lutut dan tergila gila padaku.
Sejak hari itu, Louvei semakin giat belajar mempelajari bagaimana cara menjadi betina yang tangguh dan kuat, Louvei giat berlatih bertarung, dia juga mempelajari cara berburu, sesekali Jacobs juga mengajak Louvei untuk terjun dari atas tebing ke danau ditengah hutan, mengasah adrenalin betina Louvei.