
Aleea dan Amer kembali kerumah tetua suku menjelang malam, beberapa warga sudah menyiapkan hidangan makan malam spesial,
domba bakar adalah yang paling disukai kaum serigala, dan untuk Ortiz mereka menyiapkan tiga ekor .
fisik Ortiz menjadi pusat perhatian, namun sepertinya dia tidak peduli, masih setia dengan ekspresi datarnya.
Aleea makan disebelah Ameer, mereka ingin. meghabiskan malam terakhir bersama, Dimitry duduk disamping Ortiz, semua orang makan dengan tenang,
hanya sesekali Ameer yang menatap Dimitry entah apa yang dia pikirkan.
Makan malam selesai, setiap orang beristirahat di kamar masing masing,
Ortiz lebih memilih berada di luar bersama beberapa tetua suku membicarakan sesuatu, Aiden sudah terlelap sedangkan Aleea, Ameer dan Dimitry berada disebuah ruangan.
"Seharusnya aku tidak setuju untuk membantumu mencari buku kuno jika tahu kamulah biang masalahnya" ketus Ameer menatap Dimitry
"Jangan salahkan takdir Ameer, semua terjadi karena takdir menginginkan ini terjadi, apa kamu pikir aku sengaja merebut Aleea darimu heh ??" tak kalah ketus Dimitry membalas tatapan Ameer.
Meskipun Aleea sudah menceritakan semuanya, tapi Ameer tetap belum terima jika harus berakhir seperti ini.
"Rasanya ingin sekali aku menghajarmu, serigala tengik !!"
"Jaga ucapan mu Ameer, apa kamu merasa menjadi manusia paling suci heh ??"
Seperti kilatan petir saat netra keduanya kembali beradu, entah siapa yang memulai duluan tapi kini Ameer dan Dimitry sudah saling menghajar satu sama lain.
Aleea sengaja tidak memisahkan keduanya, disatu sisi Ameer adalah satu satunya keluarga yang dimiliki, kalau diposisi Ameer pasti aku juga akan bersikap begitu.
disisi lain, Dimitry adalah mate sejatinya, mereka terikat sangat kuat dan tidak bisa hidup tanpa pasangan.
Aleea mengikuti arah kedua itu berkelahi, Ameer mendorong Dimitry hingga keluar rumah, menghajar wajahnya hingga lebam,
bukannya Dimitry tidak melawan tapi kekuatan orang yang sedang emosi memang lebih menyeramkan,
seperti saat Ameer menubrukkan tubuh Dimitry pada batu besar, Dimitry membalas serangan saat Ameer terlebih dulu menyerang menggunakan alat berbahaya.
Dimitry menarik tubuh Ameer masuk kedalam kawasan gudang beriisi bahan pokok makanan warga suku Canis.
bbruukk.. bbrrakkk !! bugh.. bugh.. bbrrakk !!
Gudang bahan makanan berantakan, kekacauan yang tak terhindarkan,
perkelahian berpindah masuk kedalam area hutan,
didalam hutan kedua pria kekar itu sama sama membalas dan menangkis serangan, sudut bibir Ameer berdarah, pelipis Dimitry juga sama memgeluarkan darah segar.
Oh astaga
"Amer !!! Dimitri !!!! kalian ini kenapa heh ? bisakah Kalian hentikan missi menyakiti diri sendiri ??"
Aleea benar benar frustrasi daat kedua pria itu semakin brutal memberi dan menerima pukulan.
suara keributan yang berasal dari perbatasan pemukiman membuat beberapa orang tertarik menghampiri, berusahan memisahkan satu sama lain.
Ameer dan Dimitry ngos ngosan, darah segar membasahi pakaian mereka. keduanya sama sama hanya diam, sesekali saling melirik ketus.
urusan kita belum selesai !!
menjelang tengah malam, Ameer berada didalam kamar ditemani Aiden dan Aleea. sedangkan Dimitry ditemani Ortis dan seorang tetua suku.
"Aku tidak melakukan apapun, dia yang memulai semuanya duluan.. harusnya kamu biarkan salah satu dari kami mati !!"
PLAKK !!
keras Aleea menampar pipi Ameer, kurang ajar sekali berani mengatakan hal seperti itu.
"Aku tahu kamu tidak ingin semua ini terjadi tapi tolong pakai akal mu Ameer !!! Kalian sama sama berharga bagiku, aku mencintai Dimitry dan aku juga menyayangi kamu !! aku tidak mau salah satu dari kalian mati konyol hanya karena mempertahankan aku, pilihan ku sudah final, aku harap kamu paham !!"
Kesal tapi Aleea tetap mengobati sepupu nya itu, mengoles salep dengan hati hati, namun tidak merubah ekspresi wajah kesal.
Ameer hanya diam,
"ck... tertawalah sepuasmu, ini namanya berkorban demi cinta !!"
aawhhss... sakiit
saat Ortiz menekan luka dipelipis terlalu keras, sengaja..
"manusia memang makhkuk bodoh, dan kamu jadi ikut seperti orang bodoh saat tidak membela diri di hajar manusia bodoh itu hahahaaa !!!"
puas sekali Ortiz tertawa malam itu, hingga keduanya sudah sama sama terlelap didekat api unggun di lapangan desa.
Pagi menyingsing..
Aleea tidak meninggalkan kamar Ameer, bahkan Aleea tertidur sambil duduk memegang tangan Ameer,
Ameer sudah terbangun sejak tadi, Maaf Leea...
Tangan Ameer yang satunya terulur mengusap kepala Aleea lembut.
Aleea Mengerjapkan mata saat merasakan seseorang mengusap dirinya.
"Ameer.. feel better?? " tersenyum manis Aleea
"ya.. berkat kamu.. i am sorry for everything "
"sudah kita lupakan semua kejadian tadi malam"
"Peluk aku untuk terakhir kalinya Aleea.. "
Ameer duduk bersandar pada dashboard ranjang, mereka saling memeluk erat.
Tiba saatnya Aleea, Dimitry dan Ortiz kembali kedunia Serigala.
mereka semua berdiri meunggu gerbang portal terbuka, Ortiz sebelumnya sudah melakukan komunikasi dengan sang penguasa bahwasanya urusan mereka sudah selesai dan siap untuk kembali.
saat gerbang dimensi terbuka lebar,
Semua saling berpelukan, sudut mata berair namun tidak sampai menangis.
Ameer masih mendiamkan Dimitry, tak sudi mengucapkan salam perpisahan, cih..
Sebelum masuk ke dalam gerbang gaib, Aleea memberikan sesuatu untuk Ameer.
"simpan ini baik baik Sepupu Ameer, suatu saat aku akan berkunjung menemui kamu, tetap jalani hidup dan cobalah membuka hati untuk mencari cinta sejati.. i love you bro "
"Akan aku simpan baik baik benda ini Leea, dan yaa mengingat setelah ini aku mungkin akan berhenti meneliti tentang gen serigala karena kapsul ciptaanku sudah tidak berguna, hanya kamu yang membutuhkan kapsul itu bukan hehhee.. dan kamu sudah menemukan sendiri obatmu.. Aku akan jalani hidup dan mencari kekasih mungkin.. "
Kembali berpelukan sebelum benar benar berpisah.
Pinti gerbang gaib tertutup dan menghilang begitu saja.
Suasana perkampungan suku Canis tiba tiba terasa sunyi, Ameer menghela nafas panjang, Aiden memahami apa yang sedang Ameer rasakan, saat ini tersisa mereka berdua di bawah pohon besar tempat gerbang gaib muncul.
para tetua suku Canis terlebih dahulu kembali ke rumah besar.
Ameer dan Aiden memutuskan untuk segera pergi dari perkampungan suku Canis, urusan mereka selesai dan sudah tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain melanjutkan hidup.
Mobil Aiden keluar dari wilayah pedalaman hutan, mungkin beberapa hari ini adalah pengalaman sekali dalam seumur hidup mereka bertemu suku Canis, karena begitu keduanya keluar dari perbatasan gaib suku Canis semuanya menghilang.
"pengalaman yang sangat seru Ameer, aku senang sekali melihat langsung suku tertua yang menghilang dari peradaban manusia dan juga makhluk mitologi senyata itu waow mengagumkan.. lihatlah bahkan tetua suku Canis membawakan kita makanan ringan ini.. "
"Yaa.. makanlah Aiden habiskan saja semuanya, aku tidak lapar. "
Ameer hanya tersenyum tipis saat melihat Aiden terlelap usai menghabiskan makanan dari tetua suku Canis.
Tentu saja dengan mantra ajaib dalam makanan itu akan membuat siapapun yang memakannya akan melupakan segala memory saat berada di perkampungan suku Canis.
maaf Aiden.. aku yang meminta tetua melakukan hal ini padamu.. aku harus menjaga rahasia segala yang berkaitan tentang Aleea dari siapapun..