My Sexy Wolf In Qatar

My Sexy Wolf In Qatar
Bab 76 Kalung itu..



Sementara itu..


Rombongan kawanan serigala jantan tiba di pack saat menjelang malam hari..


Mereka berpencar dan kembali ke sarang masing masing untuk membersihkan diri kemudian berkumpul untuk makan malam di lapangan tengah pack.


Louvei sengaja menunggu kedatangan Jacobs di depan sarangnya..


Serigala jantan yang tampak keren dengan peluh dan kotor darah ditubuhnya, sangat terlihat bagaimana Jacobs pasti mengalami pertarungan hebat dengan musuhnya. pujaan hatiku, Jacobs..


si betina Louvei terpesona lagi dan lagi..


"Jacobs. !! Aku senang kamu kembali dengan selamat, aku sengaja menunggu kamu disini" ucap Louvei bersemangat melambaikan tangan.


"Aku lelah dan ingin membersihkan diri, pergilah bantu betina lain menyiapkan makan malam," Jacobs melewati Louvei begitu saja dengan ekspresi datar.


Louvei mengikuti langkah Jacobs namun terhenti didepan pintu saat serigala jantan itu menutup dengan keras didepannya.


huft..


aku kan cuma ingin memastikan kamu baik baik saja..


Louvei mencibikkan bibirnya lalu kembali menemui para betina dewasa yang sedang menyiapkan makan malam.


Didalam sarangnya, Jacobs hanya mencuci kotoran dan sisa darah yang menempel ditubuhnya , tidak berniat untuk membersihkan seluruh badan karena rasa kantuk yang melanda tak tertahankan.


kemudian Jacobs langsung berbaring di atas ranjangnya, rasa lelah dan kantuk lebih mendominasi saat ini sampai sampai Jacobs tertidur dan melewatkan makan malam bersama para kawanan.


Louvei mencari keberadaan Jacobs selama acara makan bersama , tapi jantan itu tidak muncul sampai acara makan selesai,


"Mungkin Jacobs terlalu lelah.. Baiklah aku akan bawakan daging domba panggang ke sarangnya."


Setelah membantu para betina membereskan sisa makanan Louvei membawa sebungkus daging ke rumah Jacobs,


Louvei tiba dan mengetuk pintu rumah Jacobs beberapa kali..


Tidak ada jawaban lalu..


ceklek..


Louvei membuka pintu yang tak terkunci dan meletakkan bungkusan daging di sebuah meja kemudian Louvei mencari keberadaan Jacobs yang ternyata berada didalam kamarnya.


Memberanikan diri mendekat Louvei mencoba membantu membenarkan posisi tidur Jacobs, nafas teratur menunjukan Jacobs benar benar nyenyak terlelap,


saat itu juga netra Louvei melihat sesuatu yang tampak familiar baginya .


"benda ini mirip dengan .." gumam Louvei


Oh astaga !! Louvei mundur beberapa langkah sambil membekap mulutnya.


Bagaimana benda ini bisa ada ditangan Jacobs ? Apa yang sebenarnya terjadi. ? I.. Ini tidak mungkin !!"


Saat Louvei ingin keluar kamar tanpa sengaja membentur sudut meja membuat Jacob yang tidur langsung bangun lantaran terkejut dengan suara Louvei.


"apa yang kamu lakukan disini betina. ?" sayup Jacobs membuka mata


glek.. Louvei menelan kasar ludahnya


"membawakan kamu makanan, kamu tidak hadir di lapangan tadi jadi aku pikir akan membawakanmu sedikit"


apa aku harus bertanya tentang kalung itu sekarang


Jacobs bangun dari tidurnya dan berjalan mendekati Louvei, tatapan mata mengintimidasi tidak suka,


"ini terakhir kali aku peringatkan untukmu jangan sekali kali masuk kedalam ruang pribadiku tanpa ijin atau aku tidak akan segan untuk bersikap kasar padamu , MENGERTI !!"


bentakan Jacobs terdengar menakutkan membuat Louvei gemetar dan mengangguk terbata.


"a.. aku hemm.. aku akan meunggu diluar saja " Lovei mendorong Jacobs meskipun tubuh jantan itu tidak sedikitpun bergerak tapi Louvei berhasil keluar dari kamar Jacobs.


astaga dia menakutkan sekali tadi huhuhuuu...


Louvei tidak sempat membawa kalung tadi, dia harus mencari tahu darimana Jacobs mendapatkan kalung itu.


di dalam sarang Jacobs kembali mendengus kesal saat aroma tubuh betina kecil tadi mengganggu indera penciuman nya. Jacobs berjalan menuju ruangan depan sambil mengumpat,


astaga.. menyebalkan sekali bagaimana bau betina itu tidak hilang haish !!


Jacobs duduk lalu membuka bungkusan yang ada diatas meja kemudian membukanya, aroma asap daging bakar menyeruak memancing cacing cacing di dalam perutnya untuk segera memakan daging itu.


Jacobs makan dengan lahap karena dirinya memang sudah menahan lapar sejak patroli kemarin.