
Memasuki kawasan perbatasan negara Maroko, matahari sudah berada diufuk barat, pertanda sore telah tiba dan sebentar lagi senja..
Aleea mengerjap beberapa kali kemudian tersadar dimana dirinya saat ini berada, didalam mobil dengan dua pria berada di depan.
"Sudah bangun Leea ?" tanya Ameer menoleh kebelakang sambil tersenyum khawatir.
"Berapa lama aku tertidur Ameer, apa kamu menyuntikkan obat penenang sialan heh ?" Kata Aleea masih bersuara serak khas bangun tidur.
memijit pelipisnya, saat ini Aleea masih merasa pusing.
"Kapsul ajaib tidak mempan jadi aku suntik sedikit dosis lebih tinggi, lihatlah keluar Aleea.. " Ameer menunjuk kearah luar,
Mengikuti perkataan sepupu Ameer , saat ini mereka sudah berada kembali ke negara Maroko. jalanan yang Aleea sangat hafal diluar kepala,
"Kita akan pulang ya hhmm. . lalu Romain ??? astaga kenapa kamu ikut ?? bukankah ada pertandingan final piala dunia yang harus kamu ikuti ???"
Aleea kaget tidak menyangka jika Romain rela meninggalkan semuanya justru memilih tetap berada disisi nya.
"Mana mungkin aku meninggalkan dirimu Leea, bukankah kita adalah satu jiwa ?? " Romain tersenyum getir menatap lewat spion.
jujur saja ada sedikit rasa kecewa karena tidak bisa ikut bertanding, apalagi ini laga Final..
Aku menukar seluruh masa depan ku yang gemilang dengan memilih jalanan terjal berliku bersama Aleea, belahan jiwaku.
Senja telah berganti malam saat Romain mengemudikan mobil melaju pelan memasuki gerbang kediaman keluarga Godet,
Bangunan rumah klasik yang terbilang sangat luas dengan dominasi warna putih dan kayu,
Mobil terparkir didalam garasi..
Sepupu Ameer, Aleea dan Romain berjalan beriringan memasuki pintu utama, tidak ada seorangpun disini kecuali beberapa pelayan yang bertugas membersihkan dan menjaga keamanan.
"Selamat datang tuan dan nona muda... " Pelayan wanita membungkuk hormat menyambut dua majikan tersebut,
"Tolong siapkan satu kamar untuk tamu kita, " ucap Aleea.
Pelayan wanita itu mengangguk hormat kemudian menatap sosok tampan tinggi dan gagah berdiri disamping nona muda.
mirip seseorang yang terkenal, seperti nya aku pernah melihat di televisi..
batin pelayan wanita saat otaknya bekerja keras mengingat siapa sosok pria disamping Aleea.
Kini ketiga orang dewasa itu tengah berada di sebuah ruangan..
"Sebaiknya kita istirahat dahulu, kita melakukan perjalanan jauh belasan jam" kata sepupu Ameer yang bersandar pada sofa.
"Aku akan menemani Romain sebentar, setelah itu kita berkumpul lagi saat makan malam.. "ucap Aleea.
"Sure.. karena situasi ini aku sampai membatalkan tiket untuk nonton Argentian di final" kata Ameer malas melangkahkan kaki untuk beranjak.
"Aku juga kehilangan banyak hal tapi aku tidak menyesal selama masih bersama Aleea.. " ucap Romain lirih.
beberapa waktu kemudian.. usai berbincang beberapa hal, setiap orang kembali ke kamar masing masing, beristirahat sebelum waktu makan malam tiba.
di Malam yang sama..
stadium Utama khalifa berada pada puncak acara pertandingan utama yaitu final piala dunia.
Malam ini seluruh penduduk bumi akan menjadi saksi siapakah negara yang akan mendapatkan kehormatan atas tropy paling bergengsi dalam dunia persepakbolaan.
apakah Argentina ??? Negara yang menyandang beberapa kali juara piala dunia..
atau kah Maroko ??? Negara kecil yang baru kali ini mendapatkan kesempatan berlaga di final..
Siapapun yang keluar sebagai juara dan membawa tropy kemenangan, nama mereka akan tercetak dalam sejarah abad ini.
pertandingan piala dunia paling penuh kejutan abad ini.
Babak pertama berlangsung alot, kedua tim bergerak mencoba menebus pertahanan lawan, setiap operan bola mampu dihalau secara epic,
salah satu pemain mengoper bola ke arah Lionel messi dan GOL !!!
gol. pertama diraih oleh timnas Argentina, kedudukan di babak pertama saat ini 1 - 0
Timnas Argentina memimpin sisa babak pertama dengan serangan yang cukup membuat para pemain timnas Maroko kewalahan.
beberapa kali pemain Maroko melakukan kesalahan dan berbuntut hadiah penalty untuk timnas Argentina,
keberuntungan masih memihak timnas Maroko, bola membentur mistar gawang dan berhasil dihalau jauh kearah barisan belakang.
kesempatan untuk menyamakan kedudukan, Achmed berlari maju kearah gawang lawan menunggu rekan tim megoper bola,
pada saat bola ditendang mengumpan kearah Achmed, pemain timnas Argentina melakukan sliding, membuat Achmed terjatuh dan gagal mencetak gol.
saat ini seluruh pendukung timnas Maroko mempertanyakan dimana sang bintang utama Romain seiss..
Sir Fernandez kecewa saat ini dirinya kehilangan yang benar benar kehilangan pemain incarannya.
Apa yang sebenarnya terjadi.. apakah kamu seorang pecundang ? Romain seiss??
Anggota federasi yang lain mulai melepaskan harapan atas timnas Maroko, mereka lebih tertarik oleh permainan para timnas Argentina.
Pprriittt... wasit meniup panjang peluit tanda pertandingan babak pertama selesai.
kedua tim keluar dari lapangan dan masuk ke ruang ganti, mengadakan briefing kilat untuk menghadapi sisa pertandingan di babak kedua.
ruang ganti timnas Argentina..
"kita sudah unggul satu poin, saat ini kita harus lebih memperketat pertahanan, dan usahakan untukbisa mencetak gol kedua" ucap pelatih timnas Argentina.
"Aku melihat timnas Maroko tidak siap untuk pertandingan malam ini, sesuatu pasti terjadi didalam tim mereka, kalian pasti juga memperhatikan bagaimana upaya mereka mencetak gol selalu gagal.. "
"Aku tidak yakin tapi saat ini seperti nya timnas Maroko kehilangan satu pemain andalan, dia tidak ada di barisan pemain cadangan, ada yang mengatakan jika pemain itu tiba tiba masuk rumah sakit karena terpeleset, "
"bisa saja itu hanya alibi mereka dalam mengatur strategi, bukan kah pada babak semifinal waktu itu pemain andalan mereka baru masuk lapangan saat pertengahan babak kedua ?"
di ruang ganti timnas Maroko..
"Maafkan aku karena masih gagal mencetak gol, aku benar benar tidak berguna.. " ucap Achmed menunduk lesu.
"Kamu bermain bagus Achmed, kita membutuhkan keberuntungan untuk bisa menyamakan kedudukan.. setidaknya ayo berusaha menjebol gawang mereka"
"Tidak ada harapan untuk menang jika kita pesimis, come on setidaknya kita harus bertanding dengan bangga.. "
"apapun hasilnya, selama kita maksimal menunjukkan kualitas bermain kita maka tidak akan pernah ada kata penyesalan nantinya.. "
Babak kedua dimulai..
Kali ini timnas Argentina menjaga pertahanan dengan sangat luar biasa, setiap operan bola gagal menembus mendekati gawang timnas Argentina.
Para pemain Maroko menunjukkaan ambisi dalam permainan babak kedua ini meski hasil nya masih zonk namun para pemain tampak mengeluarkaan energi dan stamina yang sangat maksimal, membuat para penonton terutama para pendukung timnas Maroko merasakan euphoria tersendiri.
saat kedua tim sama sama semakin alot dalam permainan, Lionel messi mendapatkan bola lalu menggiring mendekati gawang timnas Maroko, terkepung dan tidak menemukan celah untuk melakukan tendangan langsung ke gawang.
Lionel messi sangat licin, setiap gerakan nya terblokir oleh pemain lawan, saat melihat sedikit celah untul mengoper bola,
Lionel Messi mengoper bola tajam kepada salah satu rekan tim nya.
dan satu gol kembali tercipta,
Para pendukung timnas Argentina bersorak sorai di dalam stadium, kemenangan yang sudah pasti !!
Sisa sepuluh menit pertandingan dan kedudukan tidak berubah, hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan selesai.
Aargghh !!!!
Romain yang menyaksikan siaran langsung merasa ikut emosional.. sementara sepupu Ameer yang memang mengunggulkan Argentina merayakan kemenangan dengan menyesap segelas fermentasi anggur,
"Timnas Maroko bermain bagus, namun hanya ada juara satu hanya untuk Argentina, setidaknya Maroko menduduki podium kedua lalu prancis podium ketiga.. " sepupu Ameer menepuk pundak Romain seiss lalu pergi kembali ke kamarnya.
Romain merasakan jika semua ini adalah Salahnya..
seandainya aku ada disana.. setidaknya kami bisa menvetak satu gol.. aarrgghhh !!!
Aleea duduk disebelah Romain, mengusap halus punggung pria belahan jiwanya itu.
"Romain... aku minta maaf ya.. " netra Aleea berkaca kaca tampak sekali kesedihan didalamnya.
"Aleea... " Lirih Romain menarik tubuh Aleea kedalam pelukan.
Keduanya saling meneteskan air mata...
maaf..