
Pertandingan babak perempat final piala dunia telah selesai, seluruh penonton mulai meninggalkan stadium utama khalifa, kedua tim baik Maroko maupun Portugal sama sama kembali ke ruangan masing masing sebelum kembali ke penginapan.
Ruang ganti timnas Portugal ..
kesedihan dan kekecewaan masih menyelimuti para pemain, termasuk Antonio Silva yang bermain gemilang menyumbangkan satu gol, sulit dipercaya kami kalah dari Maroko..
setiap pemain saling menguatkan, Christiano Ronaldo adalah yang paling hancur, di musim terakhir nya membawa negara Portugal maju ke piala dunia namun gagal memperoleh kemenangan,
Aku ingin meninggalkan kesan yang indah di pertandingan piala dunia terakhir ku, tapi semua itu telah sirna..
Sedangkan diruang ganti timnas Maroko..
semua orang saling mengucapkan selamat atas kemenangan malam ini. Maroko kembali membuktikan jika meskipun negara kecil tapi mampu bersaing mengalahkan tim negara besar,
saat ini timnas Maroko adalah ancaman bagi lawan..
Malam ini adalah malam yang sangat istimewa bagi Romain seiss, karena bisa ikut tampil dan mencetak gol, dalam hati Romain merasa plong dan sangat lega,
kutukan itu sudah hilang, aku adalah manusia bebas sekarang !!
Beberapa pria anggota federasi menghampiri masuk bersama pelatih dan Asisten beserta jajarannya. Mereka mengucapkan selamat secara langsung pada para pemain terutama Romain seiss,
"Selamat Romain, aku sangat kagum dengan permainanmu malam ini" sir Fernandez mengulurkan tangan mengucapkan selamat.
"Thanks sir.. sebuah kehormatan anda bisa berada disini dan mendukung kami.. " tersenyum sopan.
"Aku berminat untuk menawarkan kontrak kerja sama denganmu dan juga Achmed, aku yakin kalian akan lebih gemilang jika bergabung di klub milikku.. "
"sebuah kehormatan yang sulit ditolak sir.. "membungkuk hormat dan sopan.
Melanjutkan perbincangan sebentar, sir Fernandez menghadiahi timnas Maroko menikmati liburan selama dua hari , supaya mereka lebih siap untuk pertandingan berikutnya..
"orangku sudah menyiapkan lokasi liburan untuk kalian semua, semoga hadiah kecil dariku bisa membuat semangat bertanding kalian meningkat.. " ucap sir Fernandez.
sementara itu di ruang tindakan,
hanya ada dua insan didalam ruangan, Achmed saat ini sedang beristirahat ditemani Jasmine.
"Aku kecewa pada diriku sendiri Jasmine.. " raut wajah sedih yang tidak ditutupi.
"Kamu sudah bermain bagus Achmed, timnas Maroko menang kamu dengar kan tadi suara riuh dari dalam stadium ?"
"Iya.. tapi sejujurnya aku ingin lebih berkontribusi pada tim, seharusnya aku tidak terluka begini"
"kamu sudah melakukan yang terbaik, Maroko bangga padamu, aku juga bangga padamu.. " tersenyum sangat manis seperti biasa.
Achmed yang masih terbaring di ranjang pasien merentangkan tangan ,saat ini dirinya ingin memeluk wanita yang baru beberapa hari jadi kekasihnya..
Mereka berpelukan hangat menyalurkan perasaan sayang satu sama lain.
Sementara itu di sebuah ruangan khusus security..
"aku hanya sedikit membuat hiburan pak, anda lihat kan seluruh penonton menyukainya.. " alibinya saja padahal jelas jelas bukan itu tujuan sebenar nya.
pura pura bodoh agar bisa selamat dari interogasi..
"Kami akan menahan anda disini sampai besok tuan, selanjutnya anda akan di black llist dari nama pengunjung dan tidak diijinkan menonton pertandingan yang akan datang, sampai acara piala dunia selesai !" Tegas salah satu pria yang merupakan ketua security.
pria kepercayaan itu tentu saja berakting seolah olah malu dan menyesal, meskipun kenyataannya dia tidak peduli sedikitpun tentang pertandingan,
saat ini aku lebih khawatir bertemu bos besar...
Pikirannya kembali teringat bagaimana cara dia mendapatkan flash disk yang di yakini berisi video saat Romain seiss berubah menjadi sosok makhluk manusia serigala.
flashback beberapa hari yang lalu..
sebut saja Abdul, nama pria kepercayaan itu yang saat ini sedang memantau penginapan timnas Maroko,
tanpa sengaja melihat seorang wanita membawa flash disk yang dia cari dan sepertinya wanita itu menuju ke suatu tempat.
ada kode angka pada flashdisk dan itu sangat sesuai dengan yang hilang tempo hari,
wanita itu !! awas saja kamu !! geram Abdul tanpa lengah memantau lewat teropong kecil canggih miliknya,
menunggu saat yang tepat,
Sabrina keluar dari penginapan menggunakan mobil, Abdul mengikuti kemana mobil Sabrina menuju.
mereka seperti sepasang kekasih, jangan jangan..
Sabrina mengikuti pria itu masuk kedalam lift sepertinya menuju ke sebuah kamar, kemungkinan milik pria berperawakan eropa yang mungkin saja kekasih wanita itu,
Abdul mengikuti diam diam, tujuannya adalah mengambil flash disk dari Sabrina.
Beberapa jam kemudian, Abdul kembali menangkap sosok Sabrina mengarah keluar dengan pakaian yang berbeda, hhmmm sudah pasti mereka baru saja melakukan perbuatan nista.
dasar wanita murahan ..
saat Sabrina membuka pintu mobil dan hendak masuk kedalamnya, Abdul membekap mulut Sabrina dan membawa masuk ke dalam mobil miliknya,
Sabrina memberontak namun kalah tenaga,
didalam mobil Abdul..
"Siapa kamu ??" kata Sabrina panik.
"sssstttt... diamlah nona, kamu memiliki sesuatu benda berharga milikku.. " Abdul mengikat kedua tangan Sabrina, niatnya agar Sabrina tidak memberontak turun paksa dari mobil
"lepaskan aku, tolong lepaskan !!" Abdul tidak pedulu, saat ini mobilnya melaju pergi meninggalkan hotel. menuju ke lokasi lain.
sepanjang perjalanan Sabrina hanya meronta tanpa lantang karena selain mengikat kedua tangan, Abdul juga mengikat kain untuk membekap mulutnya.
Jujur Abdul saat ini menahan sesuatu dalam dirinya, tubuh seksi Sabrina cukup meningkatkan naluri kelaki lakiannya.
mobil Abdul berhenti disebuah pondok kecil diluar kota, sengaja membawa Tawanannya kedalam sebuah kamar yang sepi.
brukk.. Sabrina tersungkur begitu saja di atas kasur
Abdul tidak mempedulikan, justru sibuk menggeledah tas Sabrina dan benar saja, flash disk milik tuan besar ketemu.
benda yang sama dengan kode yang juga sama...
memicingkan mata menatap Sabrina, Abdul seratus persen yakin jika penyusup malam itu adalah Sabrina, yang saat ini terisak menahan suara tangis.
"Kamu wanita penyusup yang merepotkan, aku rasa sedikit hukuman akan menyenangkan nona... "
smirk Abdul mendekat menyentuh permukaaan kulit Sabrina, menyingkap gaun begitu saja dan tangan menjelajah di kedua paha.
ingin menolak tapi tidak bisa, tangan masih terikat mulut juga di bekap, Sabrina hanya menendang nendang berusaha melawan, ekspresi wajahnya ketakutan itu sudah pasti.
bugh.. kaki Sabrina mengenai tubuh Abdul dan itu membuat marah,
plakk !!! Abdul menampar bo kong Sabrina keras, membuat siempunya tersentak.
Dengan paksa Abdul mengikat kedua kaki Sabrina pada setiap ujung ranjang.
posisi yang tidak menguntungkan, Sabrina tidur terlentang dengan tangan dan kaki terikat diujung ranjang.
Dengan kurang ajar mengeluarkan kata kata umpatan yang tidak jelas.
"kamu terlalu berisik nona, aku tidak akan melepaskan kain dari mulutmu.. "
dengan kasar Abdul mengoyak pakaian Sabrina, menyisakan pakaian da lam berwarna putih. Tangan Abdul meraba dari ujung wajah menuruni leher hingga tiba berhenti kedua gundukan sintal.
memainkan ujung jari pada pu ting yang menantang, gerakan memutar menimbulkan sensasi geli.
bergerak turun lagi menyentuh permukaan perut Sabrina yang rata menggoda, lalu semakin turun lagi.
Sabrina sudah merasa terpancing tapi menahan diri, sedangkan Abdul mulai berani, menyingkap kain berbentuk G string itu lalu memainkan jari membelah celah bibir yang entah sejak kapan mulai basah.
dengan gerakan memutar searah jarum jam, lalu sengaja memainkan biji kli to ris Sabrina, membuat wanita itu menggelinjang tak karuan.
semakin terasa basah dan licin dua jari Abdul mengobrak abrik liang dibawah sana dengan liar,
pemandangan indah saat bagaimana wanita itu menikmati tapi pura pura kesakitan,
cih... wanita murahan !! jangan harap aku akan memuaskan mu..
smirk licik saat Sabrina terkulai lemas frustrasi lantaran gagal mencapai puncak nya.
Abdul pergi begitu saja usai memasukkan flash disk kedalam saku jaket kulitnya.