My Sexy Wolf In Qatar

My Sexy Wolf In Qatar
Bab 32 Menyusup kedalam kota



Aleea dan Romain mengamati sekitar bukit tempat mereka mendarat barusan, daerah perbukitan dan sejauh pandangan hanya ada padang rumput hijau.


persis seperti tempat menggembala domba..


pada bagian tepi terdapat pohon pojon besar seperti hutan,


Aleea yang ragu tampak berjalan dibelakang tubuh Romain, membiarkan pria mate nya menemukan jalan.


Barusaja melangkah beberapa meter, terdengar suara derap kaki hewan dari arah bawah bukit. Semakin lama terdengar semakin cepat dan nampaklah segerombolan manusia serigala besar mengejar sekumpulan domba.


Romain menarik Aleea untuk bersembunyi di balik pohon besar di tepian bukit.


gerombolan itu bergerak mirip manusia dengan dua kaki berukuran besar berbulu dan tangan memegang senjata mirip tombak, manusia serigala itu mengepung sekawanan domba yang berhasil terjebak


aaauuuuwwww !!!!!


Seekor jantang berwarna hitam menyerukan lolongan panjang, lalu diikuti lainnya dan dengan serentak mereka menyerang sekumpulan domba itu dengan tombak.


seketika darah memuncrat dari setiap domba yang berhasil tertangkap, Satu persatu domba diikat kemudian dibawa berarak menuruni bukit.


Romain dan Aleea menelan ludah kasar, saat ini wujud keduanya adalah dua manusia normal yang asing.


Kedua insan tersebut mengendap endap menuju gerbang kota, mereka harus bisa bertemu sang penguasa bagaimana pun caranya.


"Gerbang kota dijaga sangat ketat, mana mungkin kita bisa menyusup tanpa ketahuan Romain ??" ucap Aleea.


Kini mereka tengah bersembunyi diantara semak semak, mengamati penduduk setempat yang keluar masuk gerbang mendapat pemeriksaan dari penjaga.


Romain berliku keras bagaimana caranya dia bisa masuk tanpa ketahuan ???


Saat berpikir netra Romain melihat sekumpulan manusia serigala membawa gerobak besar di belakangnya, seperti nya gerobak besar itu berisi hasil panen dan hewan buruan yang akan dipersembahkan untuk sang penguasa.


Rombongan dibelakang sana tampak seperti membawa upeti, kita akan menyusup diantara mereka.


bagaimana caranya ??


sebentar...


Romain memindai kesekitar mereka dan melihat lembaran kain goni tak terpakai, Romain diam diam mengambil kain goni entah milik siapa.


ini sangat bau hewan.. kita pakai ini Aleea..


Ayo kita gegas menyusup kedalam rombongan itu..


Rombongan manusia serigala yang berasal dari wilayah lain tampak semakin dekat, Kain goni tersebut berbentuk jubah yang menutupi wajah Aleea dan Romain .


aroma hewan juga mendominasi, membuat mereka terkamuflase dengan baik.


Saat rombongan yang membawa iringan gerobak itu mendapatkan pemeriksaan penjaga gerbang, Aleea dan Romain hanya diam menunduk, sama seperti yang lainnya.


hanya nampak seseorang yang berada didepan menjelaskan sesuatu pada penjaga.


Kemudian dua penjaga gerbang mulai memeriksa barang bawaan didalam gerobak, sedangkan dua lainnya memeriksa peserta rombongan.


Aleea dan Romain berada di barisan paling belakang, para penjaga semakin dekat kearah mereka.


hanya berjarak beberapa langkah, seorang penjaga bertanya pada dua peserta rombongan paling belakang,


"Kalian penduduk baru ??" tanya seorang penjaga


Romain dan Aleea menunduk menjawab dengan anggukan, aroma manusia mereka tersamarkan dengan sangat baik.


Penjaga itu membiarkan Romain dan Aleea melewatinya, namun naas..


saat sudah masuk kedalam kota melewati gerbang, hembusan angin cukup kencang entah dari mana memnyibak kain goni yang dipakai Romain dan Aleea.


"PENYUSUP !!!!" teriak salah satu penjaga saat melihat dua sosok asing diantara rombongan.


ooo sialan kita ketahuan Romain !!


lari Aleea. . ikuti aku !!!


Romain berlari didepan Aleea membuka jalan dengan mendorong rombongan manusia serigala didepannya,


Berlari sangat cepat melewati jalanan sempit entah menuju kemana tapi saat ini mereka hanya berharap tidak tertangkap.


Seketika suasana dekat gerbang kota menjadi kacau, seperti target perburuan jumlah penjaga yang mengejar Aleea dan Romain bertambah banyak.


kita akan mati, kita pasti akan mati..


no.. selama ada aku kita pasti bisa selamat..


huft..


Romain dan Aleea mengatur nafas yang ngos ngosan, seperti mereka berlari berjam jam tenaga semakin terkuras dan butuh istirahat.


Romain dan Aleea bersembunyi ditempat sempit hingga malam hari, saat semuanya nampak sepi Mereka berniat melanjutkan perjalanan menuju tempat sang penguasa .


sial..


baru saja mereka melangkah keluar dari lorong, beberapa senjata tombak mengarah ke tubuh mereka.


"Penyusup tidak akan pernah lepas, TANGKAP MEREKA !!" perintah salah satu manusia serigala yang merupakan pemimpin pasukan.


Romain dan Aleea diikat, diarak menuju tempat dimana para penyusup lainnya berada, sebuah tempat mirip sel penyiksaan.


Aleea meronta saat dipaksa, "Tolong lepaskan kami.. kami bukan orang jahat !!"


"kamu makhkuk asing, bersiaplah untuk dieksekusi saat matahari terbit !!"


Romain dan Aleea berada di sel terpisah,


entah bagaimana nasib Romain saat ini, akses telepati kembali gagal.


sisa Malam itu dilewati dengan rasa kesakitan disekujur tubuh didalam sel gelap yang pengap.


Besoknya..


Aleea mengerjap beberapa kali saat mendengar beberapa suara diluar sel nya.


Tampak beberapa manusia serigala berpenampilan lebih gagah dengan berbagai atribut di tubuh mereka mirip seperti yang memiliki pangkat lebih tinggi.


Mereka juga mengenakan pakaian selayaknya manusia hanya saja tidak menutup i fakta jika manusia serigala tetaplah gen serigala dengan bulu menutupi seluruh tubuh.


Seorang yang berpangkat tinggi tampak menatap tajam ke dalam netra Aleea sebelum memerintahkan pengawal untuk membawa tawanan ke sebuah tempat.


Aleea hanya sendirian, masih dengan posisi tangan terikat,


dimana Romain..


Pengawal membawa Aleea tiba di sebuah ruangan yang asing.


Aleea dibiarkan begitu saja, para pengawal mengunci dari luar membiarkan Aleea kebingungan sendiri.


Romain.. kamu di mana hiks.. apa sesuatu terjadi padamu.. hiks.. Aku takut disini...


Bulir air mata menetes begitu saja, Aleea tidak tahu harus bagaimana, semalam seorang penjaga mengatakan jika dirinya akan mati hari ini, Aleea berpikir saat ini Romain pasti sudah terlebih dulu dieksekusi.


Aleea duduk bersimpuh ditengah ruangan asing yang sepi, hanya secercah sinar matahari yang menyusup lewat jendela.


Tap.. tap.. tap..


suara tapak kaki terdengar menggema didalam ruangan, Aleea tidak berani mengangkat wajahnya, dia sangat yakin jika itu adalah suara penjagalnya, malaikat mautnya..


aku belum mau mati.. Tuhan tolong aku... hiks..


Tapak langkah kaki berhenti tepat dibelakang Aleea,


hening...


deg.. deg.. deg.. deg..


Aku kesini bukan untuk mati, aku kesini untuk melepaskan diri dari kutukan !!! hiks.. hiks..


nyesss....


Sebuah tangan kekar berbulu terasa menyibakkan rambut panjang Aleea yang terurai berantakan.


Tubuh Aleea seketika meremang, sebentar lagi pasti kepala nya akan terpisah dari badan.


Satu detik.. dua detik... tiga detik...


pemilik tangan kekar berbulu itu menggeram tepat didekat telinga Aleea, nafas panas terasa memburu menarik Aleea berdiri menghadap nya.


Aleea memejamkan erat netranya, sama sekali tidak punya nyali untuk menatap sosok yang pasti algojo menyeramkan.


Tangan kekar dengan jemari berkuku tajam itu mengelus permukaan wajah Aleea, mengusap pipi yang basah dengan ekspresi ketakutan yang tidak ditutupi,


wajah Aleea pucat pasi sebentar lagi pasti dia akan mati.


"anakku... "