My Sexy Wolf In Qatar

My Sexy Wolf In Qatar
Bab 33 Sang penguasa bangsa serigala



"Anakku.."


Suara berat yang menggetarkan hati, Aleea memberanikan diri membuka mata dan terkejut.


sosok manusia serigala yang saat ini berdiri tepat dihadapannya, hanya berjarak sejengkal saja..


Manusia serigala yang sangat sangat sangat gagah.



Tersenyum menampilkan deretan gigi tajam dan hei, dia adalah seorang jantan paling tampan yang pernah Aleea lihat,


selain Romain tentunya..


sorot netra keduanya seperti terkunci, Aleea tidak mampu mengucapkan sepatah katapun saat ini, Ruangan tempat mereka berada saat ini adalah sebuah aula milik sang penguasa, yaitu sosok yang berdiri dihadapan Aleea.


"A.. ay.. ayah ??? ka.. kamu ayahku ??? astaga.. " Aleea benar benar speechless saat ini.


"Aku senang melihatmu tumbuh menjadi wanita cantik, anakku Aleea... "


Sang penguasa bangsa serigala itu menarik Aleea ke dalam dekapan, bulu bulu halus yang terasa hangat, sangat menunjukkan jika tubuhnya di rawat dengan sangat baik.


sang Ayah mengusap lembut pucuk kepala putrinya, menepuk kecil pada punggung dan menghirup dalam dalam aroma tubuh yang sangat mirip dengan sang ibu.


beberapa saat kemudian..


"Mari nak.. ayah ingin mendengar kisahmu, apa yang membuat kamu bisa tiba di dunia ini ?"


"Ceritanya sangat panjang dan hhmm aku kehilangan temanku disini.. "


"Maksudmu pria yang tertangkap bersama mu? "


"iya.. dia temanku dan sekarang mungkin dia sudah tewas di eksekusi oleh algojomu.. "


sang Ayah mengajak Aleea naik ke lantai atas kastil, menuju sebuah kamar, saat dibuka Aleea kembali terkejut sebuah ruangan yang sangat mewah dengan berbagai ornamen khas bangsa serigala.


"sekarang ini kamarmu.. istirahat lah dulu karena sebentar lagi beberapa pelayan wanita akan membantu membersihkan tubuhmu.."


"tunggu.. tunggu.. tunggu... i.. ini bukan candaan kan ?? maksudku, aku benar benar tidak akan di eksekusi setelah membersihkan diri kan ??"


"Hahahaa.. tentu saja tidak anakku.. Aku akan menjawab semua pertanyaan mu nanti.. "


Sang ayah tampak menuntun Aleea untuk duduk ditepian ranjang, memastikan Aleea duduk dengan nyaman kemudian menunggu sampai beberapa pelayan datang.


"Lakukan tugas kalian jangan sampai melukai putriku !" kata sang ayah kepada para pelayan Yang juga berwujud manusi serigala wanita.


"Baik tuan... " jawab para pelayan serentak.


para pelayan mulai melakukan tugasnya usai sang penguasa keluar dari kamar Aleea.


para pelayan wanita berwujud manusia serigala, meskipun tampak lemah gemulai tapi tetap saja ukuran tubuh mereka lebih besar dari Aleea .


"mari tuan putri, " seorang pelayan membungkuk hormat dekat kamar mandi,


ragu Aleea melangkah, namun saat masuk kedalam kamar mandi yang dimaksud Aleea terkesima, sebuah bak mandi besar seukuran kolam renang, ditaburi aneka bunga warna warni nan wangi.


Aleea risih saat harus melepas setiap kain yang menempel ditubuhnya, seorang pelayan meyakinkan jika semua akan baik baik saja.


Sementara Aleea menikmati berendam dalam kolam yang wangi, salah satu pelayan mencuci rambut panjang Aleea, merasakan relaksasi saat kepalanya dipijit.


satu pelayan lain menggosok permukaan kulit tubuh Aleea, memastikan sang putri benar benar wangi dan bersih .


sesi membersihkan tubuh berlangsung hampir satu jam. Aleea keluar dari kamar mandi mengenakan sebuah kain yang dililit ditubuh.


Kemudian duduk disebuah sofa, dan para pelayan kembali melakukan tugasnya seperti mengoles sejenis minyak diseluruh permukaan kulit, kemudian merapikan kuku yang panjang agar tampak rapih dan lentik.


Mereka tidak semenyeramkan wujudnya, bahkan mereka sangat lembut saat melayaniku..


Seorang pelayan masuk kedalam kamar membawa pakaian bersih untuk sang putri, baru saja Aleea seslesai mengeringkan rambut dengan handuk


"Silakan kenakan gaun ini putri, kami akan membantu.." membungkuk lalu dengan cekatan memakaikan pakaian untuk Aleea.


Menyisir rambut panjang Aleea ,merapikan sedikit penampilan lalu mempersilakan Aleea mematut diri di cermin.



"Mari tuan putri.. " Ajak pelayan lain yang siap di dekat pintu,


Aleea berjalan gugup, pikiran akan kematian masih terbesit dan hal itu cukup membuat dirinya saat ini ketakutan namun ditahan


melewati lorong panjang dengan pilar pilar tinggi menjulang.


AULA BESAR..


sang Raja sudah berada diatas singgasana, menantikan kedatangan sang putri,


Saat Aleea memasuki ruangan, setiap manusia serigala memberi hormat mempersilakan Aleea untuk berdiri disamping sang ayah.



Ayah Aleea mengenakan pakaian resmi seorang raja dengan sorot mata yang tajam lalu tersenyum penuh wibawa,


"kemarilah anakku Aleea... "


Sang penguasa turun menyambut sang putri hendak memperkenalkan dihadapan seluruh rakyatnya.


Aleea malu malu canggung saat berdiri dihadapan sang ayah


netra Aleea menatap sosok lain didalam ruangan, anak buah sang ayah berpenampilan seperti pengawal khusus.


bukankah dia adalah yang menemui aku di sel waktu itu ?? kalau begitu dia pasti yang menghabisi Romain, Aleea mengepalkan tangan.


Dirinya masih merasa sedih bercampur geram jika mengingat Romain, dalam dirinya bertekad pasti akan membunuh siapa saja yang mengeksekusi Romain.



Sosok itu memiliki sorot mata yang menyeramkan, sesuai dengan jabatan nya, dia hanya tunduk dihadapan sang ayah.


Manusia serigala berpenampilan jendral perang itu bernama Ortiz, selalu berada di samping sang ayah layaknya bayangan.


bedanya hanya Ortiz lebih garang dibanding tuannya yang lebih cenderung tampan dan gagah. Meskipun Aleea yakin ayahnya lebih jantan jika bertempur di medan lapangan


"Ayah.. dia telah membunuh temanku !" ucap Aleea kala berdiri didekat sang ayah


"Ortiz ?? apa kamu yakin nak ?" kata sang ayah.


"Dia muncul di depan sel ku, malam itu anak buahnya mengatakan akan mengeksekusi aku dan Romain saat matahari terbit, aku yakin saat dia membawaku keruangan dan menemui ayah, anak buahnya pasti telah menghabisi Romain, "


"Romain ? siapa Romain ? tidak satu manusiapun bisa hidup di dunia kita anakku.. "


"Romain adalah mate ku ayah, dia yang selalu mendampingi aku selama disini, sebelum akhir nya terpisah malam itu.. "


Aleea menatap tajam Ortiz yang setia berdiri dibelakang Ayahnya, menyebalkan sekali bagaimana dia tidak sedikitpun merasa bersalah.


ekspresi datar pengawal Ortiz membuat Aleea semakin geram,


Dia adalah yang pertama harus mati ditanganku. . batin Aleea.


Ayah Aleea membalik badan menghampiri Ortiz,


"Apa benar yang putriku katakan Ortiz ? benarkah kamu telah menghabisi pria mate putriku ?"


nada suara tenang tanpa sedikit pun amarah,


Ortiz menundukkan kepala hormat menjawab,


"Hamba tidak menghabisi siapapun tuanku.. hamba tidak pernah memerintahkan anak buah hamba untuk mengeksekusi pria yang ditangkap bersama nona Aleea.. "


eghem..


ayah Leea berjalan duduk disinggasan kebesarannya..


hening...


Aleea berharap sang ayah percaya padanya, sedangkan Ortiz sudah kembali berdiri tegak di sebelahnya.


"Aku tidak akan mengampuni siapapun yang sudah menghabisi pria mate putriku.. Tujuanku saat ini adalah memperkenalkan putriku dihadapan seluruh rakyat bangsa serigala"


suara berat sang ayah sangat berwibawa, tidak bercampur emosi saat mengatakan sesuatu, lugas dan membuat penasaran.


Sang ayah mengangkat tangan kanannya lalu menunjuk kesebuah sudut ruangan,


"Anakku Aleea... apakah pria mate itu adalah dia? "