My Sexy Wolf In Qatar

My Sexy Wolf In Qatar
Bab 67 Mati is the best way



Elies meninggalkan pack seperti mahkluk tak bernyawa, tatapannya kosong dan dia berjalan tidak tahu arah, Elies hanya melangkahkan kaki entah kemana,


saat ini Elies hanya ingin pwegi jauh.. sejauh jauhnya dari wilayah bangsa serigala.


Jika aku pergi ke pack lain pasti akan percuma, sang Alpha akan menemukan aku dengan mudah


Lalu harus kemana lagi..


Langkah Elies terhenti tepat dibibir jurang, tatapannya jauh menembus batas horison..


Sayu wajah Elies merentangkan kedua tangannya.. merasakana terpaan angin yang terasa kuat menerpa bulu bulu ditubuhnya.


Aku tidak punya siapapun, ayah.. ibu.. apa kalian melihatku ??


Tiba tiba kerinduan akan kedua sosok orang tua membuat Elies kembali meneteskan air mata, ingin sekali berjumpa dengan ayah dan ibunya.


Sengaja Elies dengan masih merentangkan kedua tangannya, sambil tetap terpejam menjatuhkan diri..


Kali ini Elies tidak peduli dengan apapun, mati is the best way


Tubuh Elies terasa melayang sesaat namun sesaat kemudian merasakan tangan merengkuh tubuhnya , aroma khas yang belum pernah Elies endus sebelumnya.


ini bukan aroma serigala seperti yang biasa Elies endus, aroma ini berbeda..


Elies membuka sedikit matanya dan terkejut, sosok serigala tampan sedang menatapnya dengan teduh.


debaran jantung Elies tak terkendali, tubuhnya mematung seperti merasa pernah melihat tapi dimana..


dan netra serigala jantan itu tidak asing, Elies yakin pernah mengenal netra itu entah dimana, lupa..


"Bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah.. " Serigala jantan itu menarik tubuh keduaya ke tempat yang aman.


"Siapa kamu ? ada urusan apa sampai berani mengganggu ku !! bosan hidup kamu hah !!" Elies mendorong kuat tubuh jantan di sebelahnya itu.


Sedikit tersungkur tapi tidak membuat serigala jantan gentar menatap Elies dengan senyuman tampannya.


"Kamu mau membunuhku padahal kamu sendiri yang ingin mati hahhaaa... "


Elies mendorong kuat lalu menduduki perut serigala jantan, pukulan tanpa ragu mendarat dibagian perut dan wajah.


bughh.. bughh.. bugghhh...


tidak melawan, serigala jantan tadi tahu jika Elies sedang terselimuti oleh emosi dan jika dirinya melawan pasti akan terjadi pertarungan sengit dan bisa bisa mati beneran.


pukulan Elies sangat bersemangat seolah, beban hidupnya tersalurkan lewat setiap bogem yang diarahkan ke serigala jantan tersebut.


merasakan pukulan Elies mulai melemah, barulah serigala jantan itu membalik keadaan,


syuut..


dalam satu gerakan cepat, Elies berada di bawah kungkungan serigala jantan itu.


jarak keduanya sangat dekat hingga bisa merasakan hembusan nafas yang memburu.


"Apa sekarang kamu juga ingin menikmati tubuhku ?? seperti pejantan sialan itu hah ?? lakukan saja lalu bunuh aku !!"


Elies terengah engah mengatur nafas, bayangan percintaan yang terpaksa membuat emosi dalam dirinya tidak terkendali, Elies kembali menangis terisak tanpa melawan.


serigala jantan itu masih mengungkung tubuh Elies dan entah apa yang dia pikirkan tapi dia tidak melakukan apapun, serigala jantan itu hanya menatap pilu kesedihan pada Elies.


Betina ini sedang tertekan.. apa yang sudah dia alami sampai jiwanya sangat memilukan begini..


hening..


hanya terdengar isakan dari Elies, sebuah sapuan tangan terasa hangat menyeka air mata yang tak kunjung reda.


serigala jantan itu menarik tubuh Elies untuk masuk dalam pelukannya, mereka terduduk di bawah pohon besar.


"Sshh.. sshh.. sshh.. jangan menangis lagi.. "


Tubuh serigala jantan itu sangat hangat dan nyaman, Elies tidak merasa terancam sedikitpun meskipun tadi dia memukuli tapi serigala jantan itu bahkan tidak membalas, justru saat ini berusaha menenangkan dirinya..


siapa kamu ?? kenapa tidak terasa asing..