
Berhari hari Dimitry tidak kembali ke gua besar, dia memimpin langsung pasukan untuk mengawasi area perbatasan.
Sudah belasan vampir yang berhasil di musnahkan, Kawanan Serigala tidak ingin satu penyusup pun selamat usai berani memasuki area pack Dimitry.
Sedangkan Aleea memimpin para penghuni gua besar yang saat ini mulai kekurangan makanan, mulai saat ini mereka harus berhemat dalam urusan perut, musim dingin masih akan berlangsung lama berminggu minggu.
Aleea membagi tugas pada para betina, satu kelompok ditugaskan untuk mengurus ternak yang masih hidup memastikan tidak terkena penyakit.
kelompok lain diperintahkan untuk mencari dedaunan disekitar gua besar untuk diolah , Aleea akan mensiasati kebutuhan makan para anggota dengan mencampur olahan masakan daging dengan dedaunan,
Sedangkan Elies ?? sejak kekalahannya hari itu dia menjadi betina pemurung yang enggan berkumpul dengan lainnya.
Elies lebih sering menyendiri, tidak membantu pekerjaan apapun, Tidak ada satu pun yang berani mendekati Elies,
Elies sudah tercoreng oleh sang Luna, kini dirinya seperti betina yang terbuang. Aleea sendiri sengaja mengacuhkan keberadaan Elies, Aleea tidak peduli apapun yang Elies lakukan. Aleea hanya berfokus memimpin kawanan untuk bertahan hidup.
"My Luna.. kami sudah mengumpulkan pupus daun muda yang bisa kami temukan disekitar gua, selanjutnya apa..? " ucap salah satu betina
"Kita akan olah daun daun muda ini bersama daging domba untuk makan malam, heemmm apa kalian bisa carikan aku kuwali besar ? " ucap Aleea
saat ini area tengah gua besar sedang digunakan untuk memasak, dua betina membawa kuwali yang diinginkan Luna.
Mengisi Kuwali dengan air lalu menunggu sampai mendidih, Aleea meminta betina lain menyiapkan daging domba yang sudah disembelih,
menampung darah domba, memisahkan organ dalam dengan dagingnya, membuang kotoran lalu mencuci bersih semuanya.
Didalam gua besar juga terdapat sumber mata air yang digunakan untuk kebutuhan sehari hari seperti minum, memasak dan lainnya.
"Biasanya darah domba akan kami buang karena tidak berguna Luna.. "
"Kali ini kita olah darah domba, bungkus darah menggunakan kantong lalu masukkan kedalam kuwali panas itu, "
Para betina heran dengan ide yang dikatakan Luna mereka, tapi tetap menuruti..
Aleea kemudian memerintahkan untuk memasukkan pupus daun muda,
memasak semuanya jadi satu hingga benar benar matang.
"apa nama masakan ini Luna ?"
"Sebut saja sup "
Kini semua penghuni gua besar tengah bersiap untuk makan malam.
Mereka duduk mengelilingi hidangan yang disediakan.
Seorang betina mengambilkan satu wadah kecil sup daging domba dengan pupus daun untuk Luna.
Kemudian setiap anggota mendapatkan jatah porsi mereka dan memulai sesia makan bersama dengan tenang.
awalnya merasa aneh dengan bentuk olahan daging kreasi Luna mereka, tapi saat melihat sang Luna tampak menikmati makanannya membuat para anggota mulai mencicipi dan..
"ini enak.. pupus daun ini juga tidak pahit "
"Kuahnya terasa segar sekali, ini sangat menghangatkan badan"
"Luna.. kami baru tahu jika darah domba bisa di masak dan rasanya seenak ini"
"ya.. darah itu baik untuk kita, itu akan membuat tubuh menjadi lebih segar dan tidak mudah lelah"
semuanya mengangguk dan menikmati sampai habis tak bersisa.
Elies juga ikut makan dalam diam dan tidak berkata apapun.