My Sexy Wolf In Qatar

My Sexy Wolf In Qatar
Bab 40 Elies cemburu



Dimitry berdiri ditengah kawanan pack nya, dengan aura wibawa seorang alpha dia meminta seluruh yang hadir diam.


Semua terdiam mengikuti arahan Dimitry,


eghem...


"Kawan kawan.. disini aku ingin menyampaikan sebuah pengumuman penting berkaitan dengan keberlangsungan pack kita.. "


Dimitry menatap setiap yang hadir dengan sorot mata tegasnya..


"Kepergianku selama ini adalah untuk menemukan pasangan sejatiku, seperti kita semua tahu tidak sembarang betina bisa mengikat mate denganku, tapi hari ini... "


"Aku bawakan kalian seorang betina untuk mendampingiku memimpin pack, come here my Luna.. "


Dimitry mengulurkan tangan agar Aleea meraihnya, Aleea mendekat dan berdiri di sisi kiri Diimitry, mengulas senyum manis seramah mungkin pada kawanan barunya.


"Aku Aleea... semoga kalian bisa menerimaku "


Semua yang hadir tampak takjub akan keangguan Aleea, benar benar Luna yang sempurna untuk alpha..


Dimitry merengkuh tubuh Aleea kemudian mencium dihadapan seluruh kawanan pack yang hadir.


waahhh selamat...


Hidup alpha !!! hidup Luna !!!


para kawanan bersorak mengelu elukan pasangan alpha Luna mereka.


kecuali satu gadis bernama Elies, sedari tadi dia hanya berdiri terdiam. menatap benci pada sang Luna.


Elies mengepalkan kedua tangannya ,menggeram pelan saat melihat Dimitry menciumi Aleea.


that should be me !!! not her !!!


berbalik kemudian Elies memilih pergi menjauh dan berlari tanpa arah dan tujuan.


Ada amarah yang dia rasakan saat Dimitry mencium Aleea , Elies dalam wujud serigala berlari sekencang kencangnya tanpa sadar jika sudah terlalu jauh dari wilayah pack nya.


Hosh.. Hosh.. Hosh... Nafas Elies terengah engah , saat ini dia berada di atas tebing, menatap debur ombak yang keras menerjang karang jauh dibawahnya.


"mau terjun Elies ?" seseorang tiba tiba muncul di belakang Elies


Elies menoleh, ternyata itu Jacobs


"bukan urusanku Jacobs, pulang sana. "


Jacobs segera membuntuti Elies saat melihat gadis itu keluar dari kawanan pack.


Memalingkan muka tak acuh saat Jacobs mendekati dan ikut berdiri disampingnya.


"jangan sok tahu, kita bahkan tidak akrab, cih.."


"Aku juga sedang menyukai seseorang betina, tapi dia lebih memilih pejantan lain dan aku juga melihat bagaimana betina incaranku mencium pejantan lain didepan mataku, bisa kamu bayangkan bagaimana rasanya diposisiku Elies. ?


"Kamu yang bodoh dan pengecut Jacobs, kamu pasti belum memyatakan perasaan mu pada betina itu kan. ?"


"heii aku sedang mencari waktu yang pas , cuma belum sempat aja"


"kalau gitu selamat menikmati akibat kebodohan mu Jacobs hahaaa .."


Elies menyikut Jacobs sambil tertawa mengejek.


"Lalu bagaimana dengan kamu Elies. ? Kamu juga Belum mengutarakan perasaan kamu pada Dimitry, setidaknya kamu juga harus mengatakan jika kamu suka sama alpha kita, yaa meskipun dia sudah punya mate tapi siapa tahu Dimitry akan mempertimbangkan untuk menjadikan kamu yang kedua hahaaa..."


"sialan kamu Jacobs. !!!"


Jacobs yang sadar dikejar Elies memilih untuk menarik Elies kedalam dekapannya, lalu..


AAAAAAA...... BBYYUUUURRRRR....


Dua serigala itu terjun bebas dari atas tebing, Deburan ombak keras dibawah sana seakan menambah pacu adrenalin mereka saat harus kembali menuju tepian.


Keduanya tertawa.. Sungguh emosi yang terluapkan dengan cara ekstrem tapi seru.


ngos ngosan Keduanya duduk di sebuah batu karang besar, membiarkan ombak menerpa tubuh mereka.


"ini sudah sore, bukankah sebaiknya kita segera kembali ke pack. ?"


"kamu duluan deh, aku mau manikmati sunset"


"oke kalau begitu sampai ketemu saat makan malam di pack"


Jacobs meninggalkan Elies untuk kembali ke pack. Jabos sebenarnya ingin sekali menemani Elies melihat matahari terbenam tapi dia sudah terlanjur janji akan menemui seseorang.


Masih diatas karang besar..


Elies melamun menunggu matahari yang mulai berada di garis horison, saat tiba tiba ombak yang sangat besar menghantam dan..


Byuurr...


Serigala betina itu kembali jatuh ke dalam air, sialnya karena mendadak kakinya terasa kram dan tidak bisa digerakkan.


Astaga.. Kenapa tiba tiba harus kram begini !!


Elies berusaha meraih tepian karang tapi sekali lagi debur ombak justru menyeret tubuhnya semakin jauh kearah laut lepas.


Seiring dengan matahari yang tenggelam sempurna Elies tidak muncul dipermukaan..