My Sexy Wolf In Qatar

My Sexy Wolf In Qatar
Bab 42 Aku dimana



Eunghh... seseorang tampak menggeliat membuka mata.


dimana ini...


Elies merasa sangat pusing saat ini, kesadaran nya belum seratus persen namun tampak jelas jika dia tidak berada di wilayah packnya.


Mengamati sekitar, Elies merasa sangat asing dengan semuanya, tiba tiba tubuhnya terasa dingin dan,


astaga...


Elies terkejut meihat seekor ikan besar melewati luar jendelanya.


ini gila.. ini dunia apa ?? apa aku sudah mati ??


Elies teringat jika terakhir kali dirinya terseret ombak besar, kakinya yang tiba tiba kram membuat Elies tidak bisa meraih permukaan, tubuhnya tenggelam dan saat kehabisan oksigen terakhir kali yang dia rasakan adalah,


sebuah tangan merengkuh dan memasukkan sesuatu kedalam mulutnya.


berapa lama aku pingsan atau jangan jangan aku sudah mati !!!


Elies hendak turun dari pembaringannya,


awsshhh... masih sakit..


Pergelangan kaki yang kram masih belum pulih, alhasil saat ini Elies kembali tiduran. Tapi insting nya tetap harus waspada , bisa saja ini wilayah musuh.


Ceklek..


suara pintu terbuka, Elies waspada dengan posisi siap menyerang,


"kamu sudah siuman ? syukurlah.. " Seseorang itu masuk dan duduk didekat Elies, membuat Elies menggeser pan tat nya.


"Kamu siapa ? aku ada dimana ? dan apakah semua ini nyata ??"


"Aku hanya seorang teman, kamu berada di rumahku dan yaa. semua ini nyata.. "


Elies kembali megerinyitkan dahi, ini bukan wilayah serigala bukan juga dunia vampir, hanya ada tiga klan non human yang masih eksis, artinya..


"Kamu seorang duyung ?"


Pria itu hanya tersenyum, menurutnya Elies nampak sangat lucu, tampilan berbulu tapi tidak menyeramkan.


"selamat datang didunia mermaid, namaku Aeonne " Pria duyung itu mengulurkan tangan perkenalan.


"Elies"


"Itu karena aku memberimu ganggang laut ajaib, itu akan menyuplai oksigen disekitarmu, membuat kamu bisa benafas dengan normal"


"Hhmm.. aku mau pulang.. "


Elies merasa sebaiknya dia segera kembali ke daratan, para kawanan pack pasti khawatir dan dia juga harus melanjutkan rencana nya.


"Aku akan antar kamu pulang setelah kakimu sembuh , sebaiknya kamu istirahat dulu dan minum ramuan ini.. "


Aeonne mengulurkan semangkuk berisi mirip sup, entah apa isinya tapi Elies menatap ragu,


Elies hanya menatap mangkuk itu tak berniat menerimanya,


huft... Aeonne menghela nafas pelan kemudian duduk disebuah kursi didepan Elies.


"Dengar nona.. aku adalah seorang ahli pengobatan di dunia mermaid, dan aku bersumpah demi jiwaku tidak ada racun didalam nya "


Aeonne kembali mengulurkan semangkuk ramuan dan Elies menerimanya dengan ragu,


"Jika terjadi apa apa setelah aku meminum ramuan ini maka aku akan membunuhmu !"


"ya.. minumlah habiskan " Bukan marah Aeonne justru tersenyum.


usai menghabiskan ramuan tersebut tubuh Elies menghangat dan entah kenapa sepertinya ramuan itu bekerja dengan sangat baik,


Aeonne meminta Elies untuk menapakkan kakinya dan..


ajaib..


kaki Elies bisa bergerak seperti sedia kala,


"jangan terlalu banyak bergerak, semua butuh proses Elies, lebih baik sekarang kamu istirahat lagi"


"ini sudah sembuh, aku bisa pulang sekarang " girang sekali Elies


"ini baru proses Elies, karena reaksi ramuan.. kamu harus beberapa kali meminum ramuan supaya pulih seutuhnya. "


"aishh baiklah.. tapi ngomong ngomong, apa nama tempat ini ? apakah aku boleh keluar ? tadi aku lihat ikan besar melewati jendela. "


"Jangan.. hhmm bukan maksudku melarangmu tapi kemunculan kamu di tengah komunitas kami pasti akan menimbulkan kekacauan, jika hal iti sampai terdengar oleh penguasa mermaid maka kamu tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini Elies.. "


"begitu ya.. Huft oke oke aku masih sayang nyawaku "


kemudian Aeonne pergi dari kamar perawatan Elies, usai memastikan Elies benar benar kembali beristirahat dan berjanji tidak akan keluar dari rumah tanpa didampingi Aeonne