My Sexy Wolf In Qatar

My Sexy Wolf In Qatar
Bab 25 Membawa pergi



Aleea menggeliat kembali menahan rasa sakit, saat efek obat itu menghilang sesuatu dalam dirinya mulai bergejolak.


"Leea, are you oke ? apa yang harus aku lakukan, katakan... " Romain mengusap bulir keringat yang terasa dingin disekujur tubuhnya.


"Aa.. Ameer.. telpon Ameer !!" Tangan Aleea gemetar menunjuk letak ponsel diatas nakas.


Romain mengambil ponsel lalu mencari nama sepupu Ameer, tidak menunggu lama seseorang mengangkat panggilan.


"Halo Leea.. " ucap sepupu Ameer diujung sambungan


"Ameer... kami butuh bantuan !! A.. Aleea kesakitan dan aku tidak tahu harus bagaimana, dia meminta mengubungimu !!"


sontak Sepupu Ameer yang kala itu sedang bersiap tidur kaget terperanjat, bangun dari ranjang dan mulai panik.


"Kalian dimana ?? aku akan segera menjemput, dan jangan matikan panggilan ini, letakkan ponsel Didekat Aleea, "


mengalihkan ke sambungan Bluetooth dan menggunakan earphone, Sepupu Ameer harus memastikan kondisi Aleea meski hanya lewat suara.


Romain melakukan apa yang Sepupu Ameer katakan, dia meletakkan ponsel pada saku jaket yang kini Aleea pakai.


Romain membantu Aleea bersiap, yaa Kesakitan itu membuat Aleea tidak mampu bangkit,


"AAA.. sakit sekali Ameer !!!" Aleea jelas semakin meronta memanggil nama sepupu Ameer berharap pria itu ada disini saat ini juga.


Tidak mau ketahuan, Romain membawa Aleea dalam gendongan seperti koala dipunggung, keluar lewat jendela lalu dengan hati hati bergerak lewat bagian belakang pintu penginapan mengarah keluar.


Sedangkan sepupu Ameer mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh, kepanikan melanda dirinya dalam kecemasan apalagi saat mendengar suara rintih kesakitan Aleea.


berkali kali memukul setir mobil merutuki kecepatan mobil nya yang terasa seperti siput padahal kecepatan saat ini mencapai lebih dari 180km / jam.


Romain menyusup tanpa ketahuan, sbeelumnya dia juga membawa sebuah ransel berisi barang barang penting miliknya.


Romain merasa pelarian kali ini akan lebih lama dari sebelumnya, untuk berjaga jaga Romain membawa semua kartu penting dan kartu dentitas milik Aleea juga.


Menunggu agak jauh dari penginapan ditempat yang memang gelap, Aleea meringkuk seperti bayi dalam dekapan Romain, memeluk tubuh Aleea lebih erat saat wanitanya meronta.


ssshhh... ssshhh... sshhhh tenang sayang sebentar lagi Ameer akan tiba, aku akan selalu bersamamu..


Sekian waktu menunggu...


Tampak lampu sorot mobil meyilaukan netra, Romain mengangkat tangan menutupi pandangan, benar saja saat lampu mobil dimatikan, Sepupu Ameer gegas keluar menghampiri.


"Aleea !!! astaga.. ayo cepat masukkan kedalam mobil. "


Romain dan Ameer membaringkan Aleea di kursi belakang, membungkus dengan selimut memastikan tubuhnya tidak banyak beegerak.


"Kita akan pergi jauh darisini.. " Sepupu Ameer menatap lebat kaca spion.


Romain yang juga duduk dikursi belakang sambil memangku kepala Aleea mengangguk yakin.


Mobil sepupu Ameer melaju meninggalkan lokasi membelah jalanan malam yang gelap dan sepi.


Perjalanan berjam jam, mobil sepupu Ameer semakin melaju menjauh dari wilayah negeri oara sultan, Qatar..


menuju negara asal mereka yaitu Maroko, sangat jauh memang tapi saat ini hanya mobil ini yang bisa digunakan untuk menuju kediaman keluarga Godet.


Aleea tertidur selama perjalanan karena suntikan obat yang diberikan Ameer.


"Aku sangat memahami sepupuku, kami tumbuh bersama dan hal seperti ini memang sering terjadi , tapi jujur aku heran kali ini, bukankah kalian sudah melakukan ritual penghilang kutukan ?"


Sepupu Ameer merasa bingung, jika ritual penghilang kutukan sudah dilakukan harusnya Aleea tidak akan merasakan sakit seperti dulu.


"Kami melakukan sesuai yang kamu jelaskan, kami berdua benar benar merasakan bagaimana kutukan itu perlahan memudar menghilang dari tubuh kami.. "


Tentu saja Romain merasa lebih bingung, jika ini karena gen kutukan serigala bukakah seharusnya dia juga merasakan derita yang serupa ?


angan melambung masing masing sibuk larut dalam pemikiran, beberapa kali mobil berhenti untuk mengisi bahan bakar, perjalanan menuju Maroko masih lumayan jauh tapi sudah setengah jalan mereka lewati.


Saat ini gantian Romain seiss yang mengambil alih kemudi mobil, Sepupu Ameer duduk dikursi depan sampingnya, mengistirahatkan mata yang sudah terlalu lelah.


"Bangunkan aku saat kita sudah memasuki kawasan negara Maroko, " kata sepupu Ameer sesaat sebelum memejamkan mata dan terlelap.


sementara itu..


Kegaduhan terjadi di penginapan Timnas Maroko, Seorang pemain utama dan seorang anggota tim medis mendadak hilang dan tidak ditemukan di mana pun.


Beberapa petinggi Timnas memeriksa rekaman cctv, bahkan tidak menemukan satu pun rekaman pergerakan Romain seiss dan Aleea Godet.


sebelumnya,


beberapa rekan tim medis dipimpin Jasmine mendobrak paksa pintu kamar Aleea, usai gagal meminta kunci cadangan pada pihak pemginapan dengan alasan karyawan yang membawa kunci cadangan sedang libur.


Jasmine menyapu dengan nyalang seisi kamar Aleea, tidam menemukan satu pun berantakan, semua berada pada tempatnya, bahkan koper berisi barang barang Aleea juga masih utuh,


"Apa mungkin Aleea pergi lewat jendela ini? " ucap Jasmine yang saat ini memeriksa bagian lluar dan dalam jendela kamar.


besar kemungkinan Aleea "kabur" lewat jendela, karena pintu terkunci dari dalam, anehnya jika kabur kenapa. tidak membawa serta barang barangnya ??


keheranan akan hal yang sama juga terjadi di lantai kamar para pemain timnas Maroko. Para rekan juga beberapa pengurus nampak putus asa,


tidak menemukan rekaman cctv yang mengarah pergerakan keluar penginapan, juga tidak menemukan adanya barang yang hilang, semua perlengkapan dari pakaian hinggan lainnya masih utuh tersusun rapih pada tempatnya.


Para pengurus melakukan pertemuan darurat saat itu juga.


"Ini gila dan keterlaluan!!! bagaiman kita bisa bertanding jika bintang utama tidak bermain " kata sang Pelatih


"Ini bukan yang pertama kali Romain pergi tanpa ijin, dia akan muncul saat pertandingan berlangsung seperti babak perempat final tempo hari. " kata sang manager.


"Waktu itu para penonton dan komentator mengatakan jika ini adalah strategi untuk memenangkan pertandingan, padahal bukan itu yang kita alami bukan ??" asisten Pelatih turut menyuarakan.


"Ini final.. seluruh penduduk bumi akan tertuju pada pertandingan besok, mereka pasti akan mencari keberadaaan Romain seiss, dia yang membawa timnas Maroko melaju ke babak final, dia pencetak gol kita, menurutmu bagaimana nasib timnas Maroko tanpa Romain seiss ??"


Pembicaraan darurat sangat alot dan membuat semua petinggi dan pengurus timnas Frustasi, bagaimana mereka harus menyiapkan alasan yang tepat dan masuk akal jika kali ini Mereka benar benar kehilangan Romain Seiss..


Harapan kedua timnas Maroko ada pada Achmed, meski tidak sehebat Romain Seiss tapi Achmed juga memiliki potensi besar dalam mencetak gol, dia hanya butuh umpan yang tepat,


dan partner pencetak gol tersebut adalah Romain seiss, Umpan yang diberikan Romain akan menjadi peluang gol bagi Achmed,


siapa diantara para pemain cadangan yang akan mampu menjadi partner Achmed dilapangan final ???


Mereka kesulitan saat harus memilih partner untuk Achmed, beberapa nama dari pemain cadangan diseleksi lebih ketat,


Pelatih dan jajaran nya memutuskan akan melakukan latihan super ketat untuk mendapatkan chemistry antara pemain dengan Achmed sang pion utama saat ini.