My Sexy Wolf In Qatar

My Sexy Wolf In Qatar
Bab 69 Keinginan terakhir



Elies dan serigala jantan itu duduk diatas batu besar usai adegan ciuman yang hanyalah drama demi mengusir Jacobs.


"Terima kasih sudah membantuku.. " ucap Elies lirih.


"Aku sama sekali tidak keberatan kok, malah aku rela jika harus mengulanginya hahaa.. "


"ish.. brengsek!! " Elies menyikut serigala jantan itu.


bukannya marah justru keduanya terkekeh.


Menghela nafas panjang..


"Kita belum kenalan, namamu Elies kan ?" kata serigala jantan itu dengan nada nyaring.


"ya.. dan kamu ?" tanya Elies gantian


kedua netra kembali beradu, Benar benar tidak asing tapi siapa..


"Kamu tidak mengingatku Elies ?"


mendengar ucapan serigala jantan itu Elies mengerinyitkan dahi, berpikir sungguh sungguh tapi..


"Maaf aku tidak ingat pernah berkenalan dengan jantan seperti mu"


"Kalau begitu, hemm panggil saja aku exile"


Kemudian kedua serigala itu tampak bergerak menjauh dari pack Dimitry, tidak tahu mau kemana tapi Exile hanya mengikuti kemana Elies melangkah.


"dengar Exile, kita bisa berpisah sekarang, aku ada urusan lain dan kamu pergilah " ucap Elies yang kini tengah berlari dengan kecepatan sedang.


"Aku sedang tidak sibuk jadi aku sudah memutuskan untuk menemani kamu kemana pun kamu menuju " Langkah Exile sengaja mengimbangi di sebelah Elies.


"Listen Exile.. aku minta kamu jangan ambik hati apa yang kita sudah lakukan tadi, aku cuma ingin mengusir Jacobs dan tidak bermaksud memanfaatkan kamu"


"i know.. tapi aku hanya ingin memastikan kamu aman Elies.."


"huft.. ngeyel !! terserah lah "


tempat dimana dirinya berjanji akan menemui seseorang saat musim dingin berlalu, Elies yakin jika Aeonne akan menunggunya di batu karang besar, tempat yang sama saat terakhir pertemuan mereka.


cukup jauh letak batu karang besar itu, namun Elies tidak peduli saat ini dia tidak punya tujuan pasti mau kemana usai kabur dari pack kak Dimitry.


Elies hanya akan mengikuti kata hatinya saja, tidak peduli ada rintangan apa di depan sana tapi Elies tidak akan takut meghadapi, jiwanya seakan sudah mati tidak punya gairah untuk melanjutkan hidup.


Tapi Elies berkeyakinan jika sebelum dirinya benar benar mati setidaknya ingin menemui Aeonne dulu setidaknya sekali saja.


Malam hari ..


Aleea dan Dimitry kembali ke sarang mereka usai makan malam bersama para kawanan, Hormon kehamilan yang dirasakan Aleea cukup mengganggu karena apa yang dia inginkan harus segera dia dapatkan secepatnya, saat itu juga..


"sayang.. apa pack kita sudah aman dari segala ancaman ?" tanya Aleea yang usel usel di dada bidang Dimitry.


"Kamu menginginkan sesuatu ? atau junior yang menginginkan sesuatu ? katakan saja sayang.. " Dimitry mencium pucuk kepala Aleea hangat.


"Aku ingin sekali mengunjungi Ameer, kita sudah lama tidak mengunjunginya jadi.. "


"Kamu ingin kita kembali ke dunia manusia ? apakah hanya ingin menemui sepupu Ameer ?" kembali Dimitry bertanya.


"tentu saja aku ingin melepas rindu dengan sepupu Ameer, tapi sejujurnya aku juga ingin sekali makan makanan manusia, buatan Ameer.. "


"Kenapa junior ini menginginkan hal hal seaneh itu heemm ??" gemas Dimitry mengusap perut betina yang mulai menonjol.


"Kita akan ke dunia manusia tapi sebelum itu kita harus menemui ayahmu dulu, ingat kan kamu juga sudah lama tidak mengunjungi kastil"


"ya itu ide yang bagus, kita ke kastil dulu menemui ayah baru kita ke dunia manusia menemui Sepupu Ameer "


"Sebaiknya sekarang kita beristirahat dahulu, besok kita atur rencana untuk keberangkatan kita"


hoaamm..


"Usap kepalaku sampai aku tertidur ya sayang.. " ucap Aleea sembari memposisikan diri masuk kedalam dekapan Dimitry.


Hangat dan selalu nyaman..