My Sexy Wolf In Qatar

My Sexy Wolf In Qatar
Bab 30 Panggilan misterius



KEDIAMAN KELUARGA GODET DI MAROKO..


Aleea cemas saat Romain mengatakan jika sepupu Ameer menelpon dan meminta mereka menuju kesuatu tempat,


"Ameer ada dimana Romain ?" tanya Aleea saat Romain mengakhiri panggilan.


"Somalia.. " Jawab Romain.


Somalia sangat jauh dari Maroko. jarak wilayah kedua negara tersebut hampir sepuluh ribu kilometer.


"Somalian ada di bagian timur benua Afrika, sedangkan kita ada di Utara, apa Ameer sudah gila, astaga !!" Aleea mondar mandir memikirkan jarak yang harus mereka tempuh.


"Kita bisa naik peswat, mungkin butuh sekitar enam jam penerbangan Aleea, kata sepupu Ameer dia menunggu disana dan akan membawa kita menemukan jawaban atas kutukan yang kamu alami "


"Ameer selalu begitu, tidak mengatakan secara jelas, membuat aku bingung saja ish "


"Sebaiknya kita segera bersiap, Ameer sudah memesankan kita tiket pesawat "


Aleea dan Romain gegas menuju bandara diantar oleh supir mobil keluarga Godet, perjalanan selama enam jam cukup membosankan, apalagi saat pesawat mengalami turbulensi menjelang pendaratan, membuat para penumpang sempat panik ketakutan dan was was.


Aleea menggenggam erat tangan Romain jujur saja dirinya takut akan ketinggian.


Tiba di bandara wilayah Somalia, Sebuah mobil tampak terparkir di depan loby, menjemput Romain dan Aleea.


Seorang supir yang merupakan warga lokal membungkuk hormat sebelum mempersilakan Aleea dan Romain masuk ke dalam mobil.


"Kita akan kemana pak supir ?" tanya Aleea kepada supir yang sedari tadi berekspresi datar,


apa dia tidak ada ekspresi lain selain datar ?? huft..


mungkin memang begitu aturannya, tidak boleh terlalu ramah terhadap tamu hehehee


Sok tahu kamu Romain!!


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, jalanan kota ramai dan sulit menyalip kendaraan didepan mereka.


Aleea dan Romain asik bertelepati sesekali saling melempar senyum atau saling menyikut lengan satu sama lain.


Hari sudah mulai gelap, mobil seperti nya memasuki kawasan yang lebih terpencil, kiri dan kanan tampak gelap, lampu penerangan berjarak cukup jauh membuat suasana jalanan temaram.


oke.. ini mulai menakutkan bukan ?? apa benar Ameer mengarahkan kita ketempat terpencil seperti ini.


Mana aku tahu Leea, bukankah kita hanya tinggal mengikuti saja kemana pria ini membawa kita ??


Bagaimana kalau dia penjahat ?


Hahaaa.. mana mungkin


bisa saja kan, dari awal menjemput sampai sekarang ekspresinya sangat datar, mencurigakan sekali kan..


kita akan hajar siapapun yang berani mencelakai kita.


Kedua nya kembali tertawa,


memasuki Sebuah tempat mirip perkampungan tapi sangat kuno jauh dari kata modern. Mobil terparkir di depan salah satu pekarangan rumah, rumah model kuno sangat ketinggalan jaman.


apa rumah rumah disini memang kuno ?? dimana Ameer.


Batin Aleea saat memasuki sebuah rumah sederhana dengan pencahayaan yang minim.


"Silakan beristirahat di kamar anda nona.. tuan.. " seseorang mengantar Aleea dan Romain ke kamar yang seperti disediakan untuk mereka.


"Maaf.. tapi aku ingin menemui sepupu ku, Ameer.. bukankah dia yang meminta kami kemari ??" tanya Aleea dengan ekspresi entah apa.


"tu.. tuan Ameer sedang ada urusan keluar desa nona, akan saya sampaikan saat tuan Ameer kembali" seseorang yang mungkin pelayan itu membungkuk hormat tanpa ekspresi.


"Leea, sebaiknya kita beristirahat dahulu, aku yakin Ameer akan segera menemui kita setelah pulang dari urusannya, bisa saja kan Sepupumu sedang menemui rekan ilmuwannya dan membahas sesuatu yang penting ?" ucapan Romain masuk akal, membuat Aleea mengangguk setuju.


mencoba melakukan panggilan telpon tapi tidak ada sinyal ditempatnya saat ini,


Melempar ponsel kesembarang arah di kasur lalu Aleea merebahkan diri, mencoba memejamkan mata tapi sulit sekali, dirinya seperti mendengar suara suara aneh diluar sana.


Aleea mencoba melakukan komunikasi telepati dengan Romain namun tidak tersambung,


Romain.. kamu sudah tidur apa belum ??


tidak ada jawaban..


Mencoba beberapa kali lagi tetap sama, tidak direspon membuat Aleea kesal.


mencoba mengalihkan pikirannya ke hal hal lain, sebisa mungkin tidak memperdulikan suara suara aneh diluar sana.


perlahan tapi pasti Aleea Akhir nya terlelap.


sementara itu..


Sebelumnya sepupu Ameer hendak pulang ke Maroko dan saat akan melakukan panggilan dengan Aleea baru saja ingin mencari nama sepupunya di layar ponsel, Ameer mendapatkan telpon dari seseorang,


yaa.. orang itu mengatakan jika Aleea dan Romain dalam perjalanan ke wilayah Somalia, mereka akan mencari keberadaan suku tertua yang mendiami pedalaman hutan.


Ameer terkejut.. karena yang menelpon adalah nomor yang tidak dikenal.


Ameer tidak percaya dan menganggap itu adalah orang iseng kurang kerjaan, Ameer mematikan panggilan sepihak lalu mencoba menelpon Aleea, gagal..


ponsel Aleea tidak aktif, tidak putus cara Ameer menelpon ke rumah, bibi pelayan yang mengangkat telpon.


Ameer menanyakan dimana Aleea, bibi pelayan menjawab jika nona muda pergi bersama teman prianya, Bibi juga mengatakan jika mereka akan pergi ke suatu tempat menyusul tuan muda Ameer.


Bibi pelayan mengatakan jika kedua nya pergi agak tergesa gesa,


Tentu saja Ameer semakin terkejut lantaran dirinya tidak atau belum menghubungi siapapun beberapa hari terakhir ini.


baru saja baterai ponselnya selesai di charge dan ingin segera menghubungi Aleea namun justru kabar semengejutkan ini yang dia dapat.


Ameer mematikan panggilan ke rumah, kemudian kembali menghubungi nomor tak dikenal tadi.


beberapa kali panggilan tersambung tapi tidak diangkat..


Ameer menggenggam ponselnya menahan geram. takut terjadi apa apa dengan sepupu Aleea, Romain meminta bantuan seorang teman yang bertempat tinggal di wilayah Somalia.


Ameer menceritakan jika dirinya butuh bantuan, beralibi jika dirinya ingin melakukan ekspedisi ke salah satu pedalaman suku tertua untuk melakukan penelitian.


tentu saja teman Ameer bersedia membantu, Ameer gegas membereskan semua barang barang nya di penginapan lalu mengemudikan mobil menuju Lokasi temannya di Somalia.


Lokasi tempat tinggal teman Ameer tidak terlalu jauh, hanya satu jam perjalanan menggunakan Mobil karena memang Ameer sedang berada di tempat dekat perbatasan Somalian.


entah ini kebetulan atau apa, Sepanjang perjalanan Ameer memikirkan banyak hal..


Apa yang sebenarnya sedang terjadi, siapa yang melakukan ini semua..


Ameer menduga duga tapi tidak menemukan satu orangpun untuk dicurigai, selama ini tidak seorangpun termasuk keluarga Godet yang mengetahui rahasia Aleea,


jika tidak seorangpun yang tahu, lalu bagaimana bisa ada yang tiba tiba mengatakan tentang Kutukan manusia serigala pada diri Aleea.


Ameer beberapa kali menatap layar ponsel, berharap siapapun pemilik nomor tidak dikenal tadi membalas pesannya.


Ameer mengirimkan banyak pesan ke nomor asing tersebut, setidaknya Ameer harus tahu lokasi keberadaan Aleea saat ini.


jika benar Aleea dan Romain digiring menuju pedalamaman suku tertua maka besar kemungkinan ada seseorang yang mengetahui semuanya.


Aleea.. semoga kamu tidak apa apa, aku akan berusaha menemukanmu seceoar nya..